Fakta Baru Motor Listrik MBG, Menkeu Akui Tidak Mengetahui Awal Pengajuan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Menteri Keuangan mengakui pengadaan motor listrik program Makan Bergizi Gratis sempat lolos akibat miskomunikasi internal lama.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap alasan pengadaan motor listrik program Makan Bergizi Gratis lolos.
Ia menyebut pengajuan anggaran kemungkinan berlangsung sebelum dirinya menjabat sebagai menteri aktif menjabat.
Kondisi tersebut memicu sebagian pengadaan tetap berjalan meski sempat mendapat penolakan internal sebelumnya.
Purbaya menegaskan dirinya mengingat telah menolak rencana pengadaan motor listrik untuk program MBG sebelumnya.
Namun sebagian anggaran terlanjur disetujui karena proses administrasi berjalan sebelum dirinya memimpin kementerian tersebut.
Ia menyebut terjadi miskomunikasi antara dirinya dengan jajaran internal terkait status pengajuan program tersebut.
“Tahun lalu ada miskomunikasi dari anak buah ke saya,” ujar Purbaya kepada wartawan.
Ia menambahkan sebagian pengadaan sudah lolos meski dirinya mengira seluruhnya telah ditolak sebelumnya.
“Mungkin juga sudah diajukan sebelum saya jadi menteri, jadi saya tidak tahu,” lanjutnya.
Purbaya memastikan tidak ada lagi pengadaan motor listrik untuk program MBG pada tahun anggaran berjalan.
Ia mengaku telah melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Badan Gizi Nasional terkait rencana tersebut.
Hasil pengecekan menunjukkan tidak terdapat alokasi pembelian motor listrik tambahan pada tahun berjalan ini.
“Saya tanya semalam, tahun ini tidak ada lagi pembelian,” kata Purbaya menegaskan.
Pernyataan tersebut sekaligus menutup peluang pengadaan lanjutan kendaraan listrik untuk kebutuhan operasional program MBG.
Kebijakan ini diambil guna memastikan efisiensi serta evaluasi terhadap penggunaan anggaran sebelumnya.
Sebelumnya Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menjelaskan tujuan pengadaan motor listrik tersebut.
Motor digunakan mendukung distribusi layanan program MBG ke wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Menurutnya kendaraan tersebut penting menunjang operasional dapur gizi di daerah dengan akses terbatas.
“Ini untuk menjangkau desa sangat sulit dan menunjang operasional,” ujar Dadan di kompleks istana.
Ia menegaskan kendaraan tersebut difokuskan membantu distribusi layanan gizi kepada masyarakat membutuhkan di wilayah terpencil.
Penggunaan motor listrik dianggap lebih efisien serta ramah lingkungan dibanding kendaraan konvensional sebelumnya digunakan.
Dadan mengungkap realisasi pengadaan mencapai sekitar 21.600 unit dari target awal sebanyak 24.400 unit.
Seluruh pembelian menggunakan anggaran tahun 2025 yang telah disetujui dalam perencanaan sebelumnya secara resmi.
Motor tersebut kemudian disalurkan ke berbagai satuan pelayanan pemenuhan gizi di daerah terpencil Indonesia.
Harga pasaran motor listrik disebut mencapai Rp52 juta per unit di pasaran nasional saat ini.
Namun BGN mengklaim memperoleh harga lebih rendah sekitar Rp42 juta melalui proses pengadaan resmi pemerintah.
“Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli Rp42 juta,” ujar Dadan menjelaskan efisiensi anggaran.(R-03)

