BPDP Jadi Kunci SDM Sawit, Ribuan Petani dan Mahasiswa Sudah Merasakan Dampaknya
Ilustrasi Pembibitan Sawit. Foto : AI
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Peran BPDP dalam pengembangan SDM sawit nasional semakin disorot setelah ribuan petani dan mahasiswa menerima manfaat program pelatihan serta beasiswa. Apkasindo menilai langkah ini menjadi kunci keberlanjutan industri sawit Indonesia yang kompetitif dan berdaya saing tinggi di pasar global.
Apkasindo menilai BPDP menjadi penggerak utama peningkatan kualitas SDM kelapa sawit nasional melalui program strategis.
Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia menyoroti peran BPDP dalam meningkatkan kualitas SDM sektor sawit nasional.
Program pelatihan dan beasiswa dinilai mampu memperkuat kompetensi petani serta generasi muda industri sawit.
Langkah ini dianggap penting untuk menjaga daya saing industri kelapa sawit Indonesia di tingkat global.
Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat ME Manurung, menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi SDM sawit nasional.
Menurutnya, BPDP memiliki posisi strategis dalam membangun kapasitas petani melalui berbagai program terarah.
“Saya melihat salah satu kunci keberhasilan sawit Indonesia terletak pada dukungan BPDP sektor SDM,” ujarnya di Jakarta.
Program pengembangan SDM yang dijalankan BPDP mencakup pendidikan teknis, pelatihan lapangan, serta beasiswa.
Pendekatan tersebut dinilai semakin tepat sasaran dengan melibatkan perguruan tinggi dan lembaga pelatihan profesional.
Dukungan terhadap riset juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan inovasi sektor perkebunan sawit nasional.
Gulat menilai evaluasi program terus dilakukan guna memastikan dampak nyata bagi petani dan industri.
Perbaikan berkelanjutan memperkuat posisi BPDP sebagai lokomotif pengembangan SDM sawit Indonesia saat ini.
“Evaluasi signifikan membuat BPDP menjadi penggerak utama SDM sawit yang semakin berkualitas,” katanya menegaskan.
Pelatihan bagi petani dinilai penting untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, serta profesionalisme kerja lapangan.
Dengan SDM yang kuat, produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional dapat terus meningkat.
“SDM sawit harus setara dengan perkembangan teknologi perkebunan modern,” ujar Gulat menambahkan.
Data BPDP menunjukkan puluhan ribu peserta telah mengikuti program pelatihan hingga tahun 2025.
Sebanyak 29.263 peserta pelatihan dan 13.265 penerima beasiswa tercatat dalam program tersebut nasional.
Dari jumlah tersebut, ribuan mahasiswa telah lulus dari perguruan tinggi mitra BPDP di Indonesia.
Program ini melibatkan 42 perguruan tinggi dengan ratusan kelas pelatihan di berbagai daerah sentra sawit.
Kegiatan tersebut menjangkau 21 provinsi yang menjadi basis utama perkebunan kelapa sawit nasional.
Langkah ini memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja sektor perkebunan sawit.
Gulat menilai capaian tersebut menunjukkan penggunaan dana sawit semakin tepat sasaran dan efektif.
Program SDM dianggap mampu menjawab kebutuhan stakeholder industri sawit dalam menghadapi tantangan global.
“Dengan jumlah peserta besar, program ini sudah menuju sasaran yang tepat bagi pengembangan SDM,” ujarnya.(R-03)

