BPBD Kuansing Sisir Aliran Sungai Cerenti Cari Balita Hilang Sejak Jumat
Tim SAR gabungan menyisir Sungai Batang Kuantan untuk mencari seorang balita yang dilaporkan hilang sejak Jumat, 3 April 2026.
Riau, SABANGMERAUKE NEWS - Rayen bocah mungil asal Cerenti hilang di Sungai Batang Kuantan pada Jumat sore, 3 April 2026. Tragedi ini memicu operasi pencarian besar tim gabungan pada Sabtu, 4 April 2026. Masyarakat Teluk Pauh geger mencari balita yang diduga hanyut terseret arus deras sungai besar.
Anak pasangan AH (45) dan N (42) awalnya asyik bermain pancingan dekat aliran air sungai deras. Saksi mata sempat melarang korban mendekati bibir sungai yang saat itu sedang pasang tinggi. Peringatan itu rupanya tidak didengar korban hingga akhirnya menghilang tanpa meninggalkan jejak kaki sedikit pun.
Ibu korban menyadari sang jagoan kecil raib setelah pulang dari acara wirid rutin sore. Warga hanya menemukan sepasang sandal jepit serta alat pancing kecil di tepi tanah becek. Dugaan kuat mengarah pada insiden terpeleset masuk ke dalam pelukan pusaran arus maut Kuantan.
Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, memerintahkan operasi pencarian skala penuh secara maksimal. Instruksi mengalir deras kepada Camat Cerenti agar koordinasi BPBD segera berjalan super cepat hari ini. "Segera lakukan koordinasi dengan BPBD serta instansi terkait untuk mempercepat proses pencarian korban," tegas Suhardiman.
Kalaksa BPBD Kuansing, Yulizar, langsung menerjunkan tim penyelamat begitu menerima laporan warga. Personel berseragam oranye meluncur kencang menuju titik nol kejadian perkara di Desa Teluk Pauh. Tim gabungan menyisir tepian sungai sambil menembus semak belukar yang menghalangi pandangan mata petugas.
"Personel BPBD sudah meluncur ke tempat kejadian perkara sesaat setelah menerima laporan warga," kata Yulizar. Laporan awal menyebutkan korban sedang sendirian saat teman-temannya memutuskan pulang ke rumah masing-masing tadi. Arus sungai yang meningkat drastis menjadi tantangan terberat bagi seluruh tim pencari di lapangan.
Jarak rumah korban menuju bibir sungai hanya 100 meter, namun maut datang begitu cepat. Kondisi debit air sedang naik, membawa material kayu yang membahayakan keselamatan para petugas penyelamat. Iptu Feri Padli, Kapolsek Cerenti, menduga korban terjatuh karena tanah licin di pinggiran aliran.
"Korban diduga terpeleset kemudian jatuh ke aliran Sungai Kuantan yang arusnya sedang cukup deras," jelas Feri. Kepolisian mengingatkan para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak bermain di luar rumah. Lingkungan sungai bukan tempat bermain yang aman bagi anak balita tanpa pendampingan orang dewasa.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, memberangkatkan tim rescue menempuh perjalanan darat yang panjang. Jarak 120 kilometer mereka lalui demi menemukan keberadaan Rayen secepat mungkin. Tim tiba di lokasi Sabtu fajar lalu langsung berkoordinasi matang bersama unsur penyelamat gabungan.
"Informasi musibah hanyut ini masuk ke pusat data kami sekitar pukul sembilan malam kemarin," ujar Budi. Petugas segera menurunkan perahu karet untuk menyisir permukaan air sejauh tiga kilometer ke hilir. Masyarakat setempat bahu membahu membantu pencarian menggunakan peralatan tradisional serta doa tulus dari hati.
Raja Devonigo membagikan cuplikan video dramatis upaya tim menembus batas wilayah Peranap Indragiri Hulu. Meski matahari mulai terik menyengat kulit, semangat para pejuang kemanusiaan tidak pernah padam. Korban bernama lengkap Rayendra ini masih menjadi misteri besar di tengah luasnya hamparan air.
Basarnas menerapkan rencana operasi hari kedua dengan fokus penyisiran area dangkal maupun area dalam. Setiap tunggul kayu serta pusaran air kecil mendapat perhatian khusus dari mata tajam penyelamat. Harapan untuk menemukan korban dalam keadaan selamat tetap berkobar di dada keluarga serta kerabat.
Cuaca di wilayah Kuantan Singingi terpantau mendung menyelimuti langit sepanjang proses pencarian berlangsung hari ini. Hujan berpotensi turun kembali sehingga debit air sungai mungkin saja akan kembali mengalami kenaikan. Tim SAR gabungan terus bersiaga menghadapi segala kemungkinan buruk yang bisa menghambat laju evakuasi.
Kejadian memilukan ini menjadi pelajaran sangat berharga bagi warga desa sepanjang aliran Sungai Kuantan. Alam memang menyimpan keindahan, namun juga menyimpan bahaya tersembunyi bagi mereka yang kurang waspada. Semoga Rayen segera ditemukan sehingga keluarga bisa mendapatkan kepastian atas musibah yang menimpa hati. R-02

