Gila! 3,19 Juta Liter Air Diguyur dari Langit, Karhutla Riau Mulai Takluk
Ilustrasi Helikopter padamkan karhutla. Foto : AI
Riau, SABANGMERAUKE NEWS - Upaya tanpa henti memerangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus digencarkan. Sebanyak 3,19 juta liter air digelontorkan dari udara melalui operasi water bombing, menjadi langkah cepat dan agresif pemerintah untuk menjinakkan api di wilayah rawan.
Operasi pemadaman karhutla di sejumlah daerah di Riau diperkuat dengan pengerahan tiga unit helikopter dan satu pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Wilayah yang menjadi fokus penanganan meliputi Pelalawan, Dumai, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, serta Bengkalis.
Langkah ini difokuskan pada wilayah yang sulit dijangkau tim darat, dengan hasil sementara menunjukkan titik api di Pelalawan, Dumai, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir telah berhasil dipadamkan.
Kepala BPBD dan Damkar Provinsi Riau melalui Kabid Kedaruratan, Jim Gafur, menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara terpadu antara darat dan udara guna memastikan api tidak meluas.
“Penanganan dilakukan secara terpadu. Baik darat maupun udara, untuk memastikan api tidak meluas dan dapat segera dipadamkan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Dari total armada udara yang dikerahkan, dua unit helikopter patroli masing-masing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana dengan 21 sortie dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dengan 9 sortie turut melakukan pemantauan dan penanganan awal.
Sementara itu, satu unit helikopter water bombing milik BNPB melakukan 13 sortie dengan total 710 kali pengeboman air. Dalam operasi tersebut, sekitar 3,19 juta liter air ditumpahkan untuk memadamkan api di berbagai titik karhutla.
Di sisi lain, operasi modifikasi cuaca juga digencarkan. Tim OMC dari BNPB telah melaksanakan 9 sortie dengan menyemai sekitar 9.000 kilogram garam (NaCl) ke awan berpotensi hujan, guna mempercepat turunnya hujan buatan di wilayah terdampak.
“Tim darat maupun udara terus berupaya maksimal melakukan pemadaman termasuk penyemaian garam di awan yang memiliki potensi hujan,” tambah Jim.
Berdasarkan data hingga akhir Maret 2026, total luas lahan yang terdampak karhutla dan berhasil dipadamkan di Riau mencapai 3.022,88 hektare sejak awal tahun.
Upaya terpadu ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menekan risiko meluasnya karhutla, terutama menjelang musim kemarau yang rawan meningkatkan potensi kebakaran.(R-04)

