Niat Hati Antar Makanan, Kurir Narkoba di Mandau Malah Masuk Jebakan Batman Polisi!
Dua pengedar sabu, MHD dan RM, diringkus polisi di Kelurahan Pematang Pudu, Bengkalis. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Bengkalis - Suasana sunyi di Kelurahan Pematang Pudu mendadak pecah saat tim buser merangsek masuk ke sebuah kamar kos. Operasi senyap ini berlangsung sangat mencekam tepat pada pukul 01.20 WIB, Rabu 18 Maret 2026 dini hari. Polisi berhasil membongkar gudang mini sabu seberat 20,05 gram yang siap edar jelang hari raya.
Dua pria berinisial MHD dan RM kini harus mengubur mimpi merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta di rumah. Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis bergerak sangat cepat setelah menerima laporan rahasia dari warga yang curiga. Lokasi di Jalan Aman tersebut disinyalir kuat sering menjadi titik panas transaksi barang haram tersebut.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar memimpin langsung rilis pengungkapan kasus besar ini di hadapan awak media. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi pengedar narkoba untuk bernapas lega di wilayah hukum Kabupaten Bengkalis. Penangkapan ini menjadi peringatan keras bagi jaringan lain yang masih nekat beroperasi di tanah melayu.
Drama Bawah Kasur dan Jebakan Makanan
Petugas mengamankan tersangka MHD saat sedang santai di dalam kamar kos tanpa perlawanan berarti sama sekali. Saat penggeledahan dilakukan, polisi menemukan dua paket besar sabu yang disembunyikan secara rapi di bawah kasur. MHD langsung tertunduk lesu saat timbangan digital dan plastik pembungkus ikut disita sebagai barang bukti nyata.
"Barang bukti ditemukan disembunyikan di bawah kasur," tegas Fahrian saat menjelaskan kronologi kejadian pada Kamis 19 Maret 2026. Hasil interogasi awal mengungkap fakta mengejutkan mengenai keterlibatan pria lain berinisial RM dalam jaringan distribusi ini. Polisi tidak butuh waktu lama untuk menyusun rencana penjebakan terhadap rekan MHD tersebut di lokasi.
Drama berlanjut sekitar pukul 03.00 WIB saat RM mendatangi lokasi penggerebekan dengan alasan ingin mengantarkan makanan. Ia tidak menyadari bahwa puluhan polisi sudah mengepung area tersebut dan siap melakukan penangkapan secara mendadak. RM hanya bisa melongo saat tangannya diborgol tepat di depan pintu kos yang sudah dijaga ketat.
RM akhirnya bernyanyi dan mengakui semua perbuatannya di hadapan penyidik yang memeriksanya secara intensif malam itu. Ia menyebutkan nama berinisial RO sebagai pemasok utama barang haram yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Polisi terus memburu RO yang diduga masih bersembunyi di sekitar wilayah Riau untuk memutus rantai peredaran.
Perang Melawan Narkotika Hingga Akar
Kini kedua tersangka sudah mendekam di balik jeruji besi Mapolres Bengkalis untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kriminal mereka. Hasil tes urine menunjukkan keduanya positif mengonsumsi methamphetamine jenis sabu yang membuat hukuman mereka semakin berat. Polisi juga menyita dua unit telepon genggam yang berisi riwayat percakapan transaksi narkoba antar wilayah.
"Ini adalah perang bersama melawan narkotika," ujar Kapolres Fahrian dengan nada bicara yang sangat tegas dan serius. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan yang ada di lingkungan sekitar. Peran aktif warga sangat menentukan keberhasilan aparat dalam membasmi peredaran narkoba yang merusak generasi muda bangsa.
Kedua tersangka dijerat pasal berlapis mulai dari Undang-Undang Narkotika hingga aturan terbaru dalam KUHP tahun 2026. Ancaman hukuman penjara yang sangat lama sudah menanti mereka sebagai konsekuensi logis dari bisnis haram ini. Kepolisian berkomitmen akan terus menggencarkan razia di titik-titik rawan menjelang puncak perayaan hari besar keagamaan.
Polres Bengkalis memastikan akan mengejar siapa pun yang terlibat dalam jaringan RO hingga ke akar-akarnya tanpa sisa. Operasi ini membuktikan bahwa pengawasan polisi tetap sangat tajam meski masyarakat sedang sibuk bersiap menyambut Idul Fitri. Keamanan warga dari bahaya narkoba tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa diganggu gugat. R-02

