Bukan Sihir Bukan Sulap! Eksekutor Midtjylland Terpeleset, Nottingham Forest Melaju Mulus!
Para pemain Nottingham Forest melakukan selebrasi seusai menang adu pinalti atas Midtjylland dalam perdelapan final Liga Europa. (AFP)
SABANGMERAUKE NEWS, Ikast - MCH Arena mendadak hening saat eksekutor terakhir tuan rumah tergelincir di titik putih, Jumat 20 Maret 2026 dini hari WIB. Nottingham Forest resmi melaju ke perempat final Liga Europa lewat drama adu penalti yang sangat menguras emosi jiwa. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang klub asal Inggris tersebut selama puluhan tahun di kancah Eropa.
Pasukan Vítor Pereira datang ke Denmark dengan membawa beban berat kekalahan satu kosong pada pertemuan pertama lalu. Mereka harus menang minimal dua gol untuk bisa membalikkan keadaan di depan pendukung lawan yang sangat berisik. Mental juara akhirnya bicara saat laga memasuki babak penentuan yang sangat krusial bagi kedua tim malam itu.
Strategi berisiko diterapkan oleh pelatih dengan melakukan rotasi besar-besaran demi menjaga kebugaran pemain di liga domestik. Sembilan perubahan susunan pemain dilakukan dibandingkan laga sebelumnya untuk memastikan energi tim tetap terjaga dengan sangat baik. Keputusan ini sempat diragukan banyak orang namun akhirnya membuahkan hasil manis yang sangat tak terduga sekali.
Sengatan Dominguez dan Roket Ryan Yates
Gol pembuka yang dinanti akhirnya lahir pada menit ke-41 lewat aksi sundulan maut yang dilakukan Nicolas Dominguez. Ia menyambut umpan sepak pojok dengan sangat akurat hingga bola bersarang nyaman di pojok gawang lawan tanpa ampun. Stadion sempat bergemuruh karena pendukung tim tamu mulai percaya keajaiban benar-benar akan terjadi di tanah Denmark.
Memasuki babak kedua, kapten tim Ryan Yates menggandakan keunggulan lewat tembakan roket dari jarak sekitar dua puluh lima yard. Bola meluncur deras tanpa bisa dihalau penjaga gawang Midtjylland yang sudah berusaha terbang untuk menepis si kulit bundar. Skor dua kosong ini sempat membuat agregat berbalik menguntungkan Forest untuk beberapa saat yang sangat mendebarkan.
"Kami harus cerdas membagi energi karena jadwal sangat padat," ujar Vítor Pereira saat memberikan keterangan pers singkatnya. Ucapan ini membuktikan fokus tim terbagi antara kompetisi Eropa dan misi bertahan hidup di kompetisi Liga Inggris. Sayangnya, konsentrasi pemain sedikit kendor sehingga Martin Erlic mampu mencetak gol balasan bagi tuan rumah di menit ke-69.
Tragedi Terpeleset di Titik Putih
Agregat imbang dua-dua memaksa pertandingan berlanjut hingga babak tambahan waktu yang sangat melelahkan bagi seluruh pemain lapangan. Tidak ada gol tambahan tercipta hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga harus ditentukan lewat adu penalti. Di sinilah mental baja para pemain Forest benar-benar diuji di hadapan ribuan pendukung fanatik tim lawan tersebut.
Tiga penendang Forest yakni Morgan Gibbs-White, Ibrahim Sangare, dan Neco Williams sukses menjalankan tugas mereka dengan sangat sempurna sekali. Sebaliknya, petaka justru menghampiri para eksekutor Midtjylland yang tampak sangat grogi menghadapi tekanan besar di pundak mereka masing-masing. Dua tendangan pemain lawan membentur tiang gawang sementara penendang terakhir justru melakukan kesalahan konyol yang memalukan.
Edward Chilufya yang menjadi penendang ketiga Midtjylland justru terpeleset saat hendak melepaskan tembakan ke arah gawang lawan. Bola hasil tendangannya melambung jauh di atas mistar gawang yang membuat skor adu penalti berakhir telak tiga kosong. Sorak sorai pemain Forest pecah seketika merayakan keberhasilan mereka menembus babak delapan besar kompetisi bergengsi benua biru.
Keberhasilan ini membawa Forest kembali ke perempat final kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak musim kompetisi tahun 1995-1996. Mereka kini menanti calon lawan tangguh antara FC Porto atau Stuttgart yang juga baru saja menyelesaikan laga mereka. Sejarah baru telah tertulis dengan tinta emas bagi klub yang bermarkas di City Ground tersebut malam ini.
Kemenangan dramatis ini menjadi modal motivasi luar biasa sebelum mereka menghadapi tantangan berat melawan Tottenham akhir pekan nanti. Penggemar sepakbola dunia kini mulai memperhitungkan Forest sebagai kuda hitam yang sangat berbahaya di ajang Liga Europa musim ini. Selamat untuk Nottingham Forest atas perjuangan luar biasa yang ditunjukkan di lapangan hijau MCH Arena semalam.R-02

