Lyon Berdarah! Celta Vigo Ngamuk di Prancis, Skor Akhir Bikin Fans Tuan Rumah Nangis!
Pemain Celta Vigo merayakan kemenangan atas tuan rumah Lyon di Parc Olympique Lyonnais. (AFP)
SABANGMERAUKE NEWS, Lyon - Parc Olympique Lyonnais mendadak menjadi saksi bisu kehancuran sang tuan rumah, Jumat 20 Maret 2026 dini hari WIB. Celta Vigo tampil sangat gila dan sukses membungkam Lyon dengan skor dua kosong tanpa balas. Kemenangan ini sekaligus mengunci tiket perempat final bagi wakil Spanyol dengan agregat tiga satu.
Laga ini benar-benar berjalan sangat panas sejak peluit pertama ditiup wasit di lapangan hijau. Lyon awalnya mencoba mengontrol ritme permainan dengan gaya operan pendek yang sangat hati-hati sekali. Namun, petaka besar menghampiri skuad tuan rumah saat pertandingan baru berjalan sembilan belas menit saja.
Moussa Niakhaté melakukan pelanggaran yang sangat keras sehingga wasit langsung mencabut kartu merah dari sakunya. Pengusiran bek Lyon ini menjadi titik balik hancurnya mentalitas tim asal Prancis tersebut malam tadi. Keunggulan jumlah pemain ini langsung dimanfaatkan tim tamu untuk mengambil alih kendali serangan secara total.
Tembok Greif dan Gol Pembuka Rueda
Meski bermain melawan sepuluh orang, Celta Vigo sempat dibuat frustrasi oleh ketangguhan kiper Dominik Greif. Penjaga gawang Lyon tersebut berkali-kali terbang menyelamatkan gawang dari gempuran beruntun pemain tim tamu Spanyol. Skor kacamata tetap bertahan hingga waktu istirahat tiba karena disiplinnya lini belakang skuad Lyon.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Celta Vigo semakin meningkat tajam ke jantung pertahanan lawan. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-61 melalui aksi cerdik yang dilakukan oleh sosok Javi Rueda. Rueda sukses menyambar bola liar hasil kemelut di depan gawang yang gagal diantisipasi bek Lyon.
"Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi seluruh pendukung kami," ujar salah satu perwakilan tim Celta. Komentar singkat ini menggambarkan betapa pentingnya sejarah baru yang mereka ukir di tanah Prancis malam itu. Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri pemain tamu untuk terus menggempur habis-habisan sisa pertahanan Lyon.
Masa Depan Kelam Lyon di Injury Time
Lyon mencoba bangkit meski tertinggal angka dan kekurangan jumlah pemain di area pertahanan mereka sendiri. Namun, keterbatasan personel membuat skema serangan balik Lyon selalu kandas sebelum masuk area kotak penalti. Celta Vigo justru terlihat sangat nyaman memainkan bola dari kaki ke kaki untuk menguras stamina.
Mimpi buruk Lyon semakin lengkap saat memasuki masa tambahan waktu babak kedua yang sangat dramatis. Ferran Jutglà melepaskan tembakan akurat setelah menerima umpan matang dari rekan setimnya yang tampil sangat gemilang. Skor dua kosong pun terpampang nyata di papan skor digital stadion yang mulai sepi ditinggal fans.
Kekecewaan pendukung tuan rumah semakin memuncak ketika Nicolás Tagliafico kembali menerima kartu merah di penghujung laga. Lyon harus mengakhiri pertandingan dengan hanya sembilan orang pemain saja yang tersisa di lapangan hijau. Wasit pun akhirnya meniup peluit panjang tanda berakhirnya penderitaan tim tuan rumah yang harus angkat koper.
Hasil ini mempertegas performa tandang impresif Celta Vigo yang sedang berada dalam tren sangat positif sekali. Sebaliknya, Lyon harus melakukan evaluasi total atas kedisiplinan para pemain mereka yang merugikan rencana besar pelatih. Kini Celta Vigo menatap babak perempat final dengan penuh optimisme tinggi sebagai tim kuda hitam.
Langkah bersejarah ini menjadi modal berharga bagi wakil Spanyol untuk bersaing meraih trofi juara Liga Europa. Publik Vigo kini menanti siapa lawan mereka selanjutnya dalam undian babak delapan besar mendatang di Swiss. Selamat untuk Celta Vigo yang sukses mengharumkan nama Spanyol di kancah kompetisi antarklub benua biru.R-02

