Bukan Main! William Gomes Menggila, FC Porto Tendang Wakil Jerman dari Liga Europa!
Seleberasi pemain FC Porto, William Gomes, seusai membobol gawang Struttgart. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Porto - Estádio do Dragão menjadi saksi bisu keperkasaan FC Porto yang tampil sangat gahar, Kamis 19 Maret 2026 malam. Naga Portugal ini sukses menghempaskan perlawanan sengit Stuttgart dengan skor meyakinkan dua kosong tanpa balas. Kemenangan ini sekaligus mengunci satu tempat bagi Porto di babak perempat final kompetisi kasta kedua Eropa.
Laga ini terasa sangat spesial karena menjadi saksi sejarah bagi bek legendaris Thiago Silva. Pemain veteran ini mencatatkan penampilan ke-1.000 sebagai pemain profesional dalam karier sepakbolanya yang sangat panjang. Kehadirannya di lini belakang memberikan ketenangan luar biasa bagi seluruh rekan setimnya di lapangan hijau.
Stuttgart sebenarnya mencoba tampil agresif sejak menit awal dengan menekan lini tengah tuan rumah secara ketat. Namun, ketangguhan Diogo Costa di bawah mistar gawang Porto benar-benar membuat barisan penyerang Jerman frustrasi berat. Costa melakukan serangkaian penyelamatan gemilang yang menjaga gawangnya tetap perawan hingga peluit panjang berbunyi nyaring.
Sengatan William Gomes dan Drama Bench
William Gomes membuka keran gol Porto pada menit ke-21 setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang. Aksi cerdik ini bermula dari kerja sama apik Zaidu dan Borja Sainz di sisi sayap kiri. Suporter tuan rumah langsung bersorak kegirangan melihat jala gawang Nubel bergetar hebat untuk pertama kalinya malam itu.
Ketegangan sempat memuncak saat staf teknis Porto, Castro, harus diusir wasit karena protes yang terlalu keras. Meski ada drama di pinggir lapangan, fokus para pemain Porto tetap terjaga dengan sangat disiplin dan solid. Stuttgart terus berusaha mencari gol penyeimbang melalui aksi Fuhrich namun selalu kandas di tangan Diogo Costa.
"Kami tetap tenang meski ditekan habis-habisan oleh lawan," ujar salah satu pemain Porto usai pertandingan selesai. Ungkapan ini membuktikan bahwa mentalitas juara memang sudah mendarah daging dalam skuad asuhan Francesco Farioli musim ini. Strategi pergantian pemain yang dilakukan Farioli pada babak kedua juga terbukti sangat jitu dan mematikan.
Gol Froholdt dan Mimpi Buruk Nartey
Memasuki paruh kedua, Porto semakin menunjukkan taringnya setelah Froholdt masuk menggantikan Rodrigo Mora yang tampak mulai kelelahan. Keputusan Farioli ini terbayar lunas saat Froholdt mencetak gol cantik pada menit ke-72 lewat tembakan yang sangat akurat. Gol tersebut seolah meruntuhkan sisa-sisa semangat juang para pemain Stuttgart yang sudah mulai kehabisan bensin.
Nasib Stuttgart semakin tragis setelah Nartey menerima kartu merah dari wasit pada menit ke-77 pertandingan tersebut. Bermain dengan sepuluh orang membuat wakil Jerman ini mustahil untuk mengejar ketertinggalan dua gol dari tuan rumah. Porto pun mulai menurunkan tempo permainan sambil sesekali melancarkan serangan balik cepat yang sangat berbahaya.
Di tempat lain, kejutan juga terjadi saat Celta Vigo berhasil menumbangkan Olympique Lyonnais dengan skor identik dua kosong. Javi Rueda dan Ferran Jutglà menjadi pahlawan bagi wakil Spanyol tersebut lewat gol-gol berkelas di babak kedua. Lyon harus mengakhiri perjalanan mereka dengan pahit setelah dua pemainnya terkena kartu merah di akhir laga.
Kini FC Porto bersiap menghadapi tantangan berikutnya melawan Nottingham Forest di babak perempat final Liga Europa mendatang. Pertemuan ini akan sangat menarik karena Forest dilatih oleh mantan pelatih Porto sendiri, yaitu Vítor Pereira. Penggemar sepakbola tentu sudah tidak sabar menantikan duel taktik antar pelatih jempolan ini di panggung Eropa nanti. R-02

