Waduh! Kebakaran Asrama Polisi di Pekanbaru, Mobil Damkar PT PHR Diduga Tak Berfungsi di Lokasi
Mobil pemadam kebakaran PT PHR dikabarkan tidak berfungsi saat terjadinya kebakaran asrama polisi di Jalan Sisingamangaraja pada Kamis (12/3/2026) malam kemarin. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Kebakaran yang melanda asrama polisi di Jalan Sisingamangaraja, Kota Pekanbaru pada Kamis (12/3/2026) malam kemarim, menyisakan sejumlah pertanyaan. Salah satunya, terkait armada mobil pemadam kebakaran milik PT Pertamina Hulu Rokan yang diduga tidak dapat berfungsi saat tiba di lokasi kejadian.
Informasi tersebut diperoleh SabangMerauke News dari petugas pemadam kebakaran yang berada di lapangan saat peristiwa terjadi. Armada yang dikirimkan disebut merupakan satu unit fire truck dengan kapasitas tangki sekitar 10.000 liter.
Menurut petugas tersebut, satu unit mobil pemadam dari PHR baru tiba ketika proses pemadaman sudah memasuki tahap pendinginan. Namun saat mencoba membantu proses pemadaman, armada tersebut diduga mengalami gangguan sehingga air tidak dapat keluar dari selang.
“Kalau yang dari PHR datangnya sudah pendinginan, api hampir selesai. Tapi mobil damkar PHR tidak mengeluarkan air karena sampai di TKP armadanya ada masalah. Airnya tidak keluar, entah apa kendalanya. Selang sudah dibentangkan tapi tidak ada air keluar, akhirnya balik lagi,” ujarnya.
SabangMerauke News telah mengonfirmasi informasi tersebut kepada Kristofel RC Nahuway, Project Manager PT Sucofindo yang menjadi vendor dan bertanggung jawab atas layanan Fire Safety & Rescue di wilayah kerja PHR. Namun Kristofel tidak memberikan balasan.
Sementara itu, Area Koordinator PT Sucofindo, Simon Petrus Sihombing, memberikan keterangan berbeda. Ia menyebut pompa kendaraan sempat hidup, namun tidak dioperasikan lama karena situasi kebakaran sudah terkendali.
“Hidup kok, setahu saya hidup. Informasi dari kawan-kawan di lapangan pompanya sempat hidup dan menyuplai sebentar,” ujarnya.
Ketika ditanya mengapa tidak beroperasi penuh, Simon mengatakan kondisi kebakaran sudah memasuki tahap pendinginan sehingga ada komando di lapangan untuk tidak lagi mengoperasikan pompa.
“Komandonya banyak. Ada yang minta air, ada juga yang bilang tidak usah lagi karena sudah tinggal cooling. Jadi selang akhirnya digulung kembali,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, menyebut pihaknya mengerahkan delapan unit mobil pemadam untuk mengatasi kebakaran tersebut.
Api dilaporkan menghanguskan lima rumah di kompleks asrama polisi di Jalan Sisingamangaraja sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi apakah benar mobil pemadam milik PT Pertamina Hulu Rokan mengalami gangguan teknis atau tidak digunakan karena situasi kebakaran sudah terkendali. (R-04/Adri)

