Liga Champions 2025/2026
Skor Diluar Nalar! Atletico Madrid Bantai Tottenham, Tiket Perempat Final Sudah di Tangan?
Robin Le Normand merayakan gol keempat timnya di laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Atletico vs Tottenham di Estadio Metropolitano, Rabu dini hari, 11 Maret 2026 (AP Photo)
SABANGMERAUKE NEWS, Madrid - Atmosfer Stadion Estadio Metropolitano terasa sangat mencekam bagi tim tamu sejak peluit pertama dibunyikan. Pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada Rabu, 11 Maret 2026 dini hari WIB ini menjadi malam yang ingin segera dilupakan para pemain Tottenham Hotspur. Pasukan Diego Simeone tampil begitu agresif dan tidak memberikan ruang sedikit pun bagi lawan untuk mengembangkan permainan.
Ketegangan langsung memuncak saat laga baru berjalan empat menit ketika Djed Spence menerima kartu kuning akibat melanggar Antoine Griezmann secara keras. Keadaan ini seolah menjadi pertanda buruk bagi lini pertahanan tim asuhan Igor Tudor yang tampak gugup menghadapi tekanan suporter tuan rumah. Sorakan membahana dari tribun penonton semakin membakar semangat juang para pemain Los Colchoneros untuk segera mencetak gol pembuka.
Petaka bagi Tottenham dimulai pada menit keenam melalui aksi cerdik Marcos Llorente yang memanfaatkan kekacauan di kotak penalti. Gol ini berawal dari kesalahan fatal kiper muda Antonin Kinsky dalam membuang bola yang kemudian diserobot Julian Alvarez untuk memberikan umpan matang. Llorente yang berdiri bebas tanpa pengawalan ketat dengan mudah menyarangkan bola ke dalam gawang lawan yang sudah kosong melongpong.
Dominasi tuan rumah semakin tidak terbendung ketika Antoine Griezmann menggandakan keunggulan pada menit ke-14 dengan penyelesaian akhir sangat dingin. Gol tersebut tercipta setelah bek andalan Spurs, Micky van de Ven, terpeleset saat sedang berusaha mengontrol bola di area pertahanan sendiri. Griezmann yang memiliki insting tajam langsung mencuri bola tersebut dan melepaskan tendangan akurat yang gagal dijangkau kiper lawan.
Hanya berselang satu menit dari gol kedua, tribun Metropolitano kembali bergetar menyambut gol ketiga yang dicetak oleh Julian Alvarez. Lagi-lagi, Antonin Kinsky melakukan blunder konyol dengan salah mengoper bola tepat di depan gawangnya sendiri sehingga Alvarez tinggal menyontek bola masuk. Kesalahan beruntun ini membuat mental para pemain Tottenham jatuh ke titik terendah dalam waktu yang sangat singkat sekali.
Melihat performa kipernya yang hancur total, Igor Tudor terpaksa melakukan pergantian pemain sangat dini pada menit ke-17 demi menyelamatkan harga diri tim. Antonin Kinsky ditarik keluar lapangan dengan wajah tertunduk lesu menahan kekecewaan mendalam atas tiga kesalahan fatal yang ia buat sendiri. Guglielmo Vicario kemudian masuk menggantikan posisinya di bawah mistar gawang dengan harapan bisa membendung arus serangan tuan rumah.
Namun, masuknya Vicario tidak lantas menghentikan pesta gol Atletico Madrid yang terus menggempur dari berbagai sisi lapangan. Menit ke-22, Robin Le Normand memperlebar jarak menjadi 4-0 melalui sundulan kepala yang sangat kuat setelah memanfaatkan bola muntah hasil tepisan Vicario. Pertahanan Tottenham terlihat sangat rapuh dan seolah kehilangan koordinasi dalam mengantisipasi skema bola mati yang diterapkan tim asuhan Diego Simeone.
"Kami bermain dengan hati dan memaksimalkan setiap celah yang mereka tinggalkan di lini belakang," ujar Diego Simeone saat memberikan keterangan singkat di pinggir lapangan. Strategi serangan balik cepat yang ia instruksikan memang terbukti sangat efektif menghancurkan mentalitas lawan sejak menit-menit awal pertandingan dimulai. Para pemain Atletico tampak sangat menikmati setiap detik penguasaan bola yang mereka lakukan di hadapan pendukung sendiri.
Tottenham Hotspur sempat memberikan sedikit perlawanan dan memperkecil ketertinggalan pada menit ke-26 melalui skema serangan balik yang cukup rapi. Richarlison mengirimkan umpan silang mendatar yang sangat presisi kepada Pedro Porro yang berlari kencang dari sisi sayap kanan. Porro kemudian melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihentikan oleh kiper berpengalaman Jan Oblak sehingga skor berubah menjadi 4-1.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan sedikit melambat karena Atletico Madrid mulai mengatur ritme permainan untuk menjaga keunggulan empat gol mereka. Meskipun demikian, tuan rumah tetap mampu memberikan ancaman nyata setiap kali mendapatkan kesempatan melakukan transisi dari bertahan ke menyerang. Tottenham mencoba melakukan beberapa pergantian pemain dengan memasukkan Conor Gallagher dan Dominic Solanke untuk menambah daya gedor di lini depan.
Gol kelima bagi Los Colchoneros akhirnya tercipta pada menit ke-55 melalui kerja sama apik antara Antoine Griezmann dan Julian Alvarez. Griezmann menunjukkan kelasnya dengan memberikan umpan tumit yang sangat jenius untuk membuka ruang bagi Alvarez di dalam kotak penalti lawan. Penyerang asal Argentina itu pun tidak menyia-nyiakan peluang emas tersebut dengan melepaskan tendangan cungkil yang melewati jangkauan tangan Guglielmo Vicario.
Spurs tidak menyerah begitu saja dan terus berupaya memperkecil selisih gol demi menjaga asa di leg kedua nanti. Kerja keras mereka membuahkan hasil pada menit ke-72 melalui gol yang dicetak oleh pemain pengganti, Dominic Solanke, setelah menerima umpan dari Pedro Porro. Gol ini berawal dari kesalahan komunikasi antara Jan Oblak dan barisan beknya yang kurang sigap dalam menyapu bola liar di area berbahaya.
Sisa waktu pertandingan diwarnai dengan beberapa pelanggaran keras yang membuat wasit harus mengeluarkan sejumlah kartu kuning bagi pemain kedua kesebelasan. Atletico Madrid mulai menurunkan intensitas serangan dan lebih fokus pada pertahanan untuk memastikan tidak ada lagi gol tambahan dari tim tamu. Skor 5-2 tetap bertahan hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup oleh sang pengadil lapangan pada malam itu.
Kemenangan telak ini menjadi modal yang sangat luar biasa besar bagi Atletico Madrid saat melawat ke markas Tottenham pekan depan. Dengan selisih tiga gol, posisi Los Colchoneros bisa dikatakan sudah sangat aman untuk melaju ke babak perempat final Liga Champions. Namun, Diego Simeone mengingatkan anak asuhnya agar tidak jemawa karena segala hal masih mungkin terjadi dalam dunia sepak bola profesional.
Kekalahan memalukan ini tentu menjadi tamparan keras bagi Igor Tudor dan seluruh jajaran manajemen Tottenham Hotspur yang menargetkan hasil maksimal. Mereka kini memiliki tugas yang sangat berat untuk membalikkan keadaan di hadapan pendukung sendiri pada leg kedua mendatang. Evaluasi total terhadap lini pertahanan menjadi prioritas utama agar tragedi memilukan di Madrid tidak terulang kembali di London.
Susunan Pemain:
Atletico Madrid: Jan Oblak, David Hancko, Robin Le Normand, Matteo Ruggeri, Marc Pubill, Johnny Cardoso, Marcos Llorente (Alexander Sorloth 69'), Ademola Lookman (Pablo Barrios 69'), Giuliano Simeone, Julian Alvarez (Nicolas Gonzalez 73'), Antoine Griezmann (Koke 81').
Tottenham Hotspur: Antonin Kinsky (Guglielmo Vicario 17'), Cristian Romero, Micky van de Ven, Kevin Danso, Pape Matar Sarr, Archie Gray, Djed Spence, Pedro Porro, Richarlison (Joao Palhinha 69'), Mathys Tel (Conor Gallagher 45'), Randal Kolo Muani (Dominic Solanke 45').
Apakah Anda merasa Tottenham Hotspur masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan di London nanti, atau Atletico Madrid justru akan kembali menambah luka bagi wakil Inggris tersebut? R-02

