Penertiban Aktivitas PETI di Kecamatan Inuman, 12 Unit Rakit Dompeng Dibakar Petugas
Sebanyak 12 unit rakit Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dibakar polisi di Desa Pulau Busuk Inuman, Cerenti, Kuansing, Selasa, 10 Maret 2026. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Kuansing - Ketenangan aliran Sungai Kuantan di Desa Pulau Busuk pada Selasa, 10 Maret 2026, mendadak gemuruh. Gumpalan asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit, menandakan akhir dari pelarian 12 unit rakit penyedot emas yang selama ini merusak ekosistem sungai kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi.
Aksi tegas tim gabungan dimulai saat jarum jam menunjukkan pukul 09.10 WIB. Personel Polsek Cerenti bergerak cepat menggunakan dua unit mobil dan tiga sepeda motor menuju lokasi sasaran di Desa Pulau Busuk, Kecamatan Inuman. Perjalanan tim ini dipimpin langsung Kapolsek Cerenti, Iptu Feri Padli, dengan dukungan penuh personel Sub Sektor Inuman serta Camat Inuman, Suparman. Langkah ini merupakan respon cepat aparat atas keresahan warga yang sering melihat aktivitas ilegal tersebut.
Setibanya di tepian sungai sekitar pukul 09.45 WIB, petugas langsung mendapati pemandangan yang mencolok mata. Sebanyak 12 unit rakit Pertambangan Tanpa Izin (PETI) jenis dompeng tampak terparkir rapi di sepanjang aliran air. Alat-alat mesin tersebut selama ini diduga kuat menjadi biang kerok keruhnya air sungai yang menjadi tumpuan hidup orang banyak. Petugas langsung menyisir area sekitar untuk mencari siapa pemilik di balik mesin-mesin perusak alam ini.
Sayangnya, suasana di lokasi justru sunyi senyap tanpa ada satu pun orang yang terlihat beraktivitas. Rakit-rakit raksasa itu seolah ditinggalkan begitu saja dalam kondisi tidak beroperasi saat aparat datang mengepung. Dugaan kuat muncul kalau rencana kedatangan tim gabungan ini sudah bocor lebih dulu ke telinga para pelaku. Meski tanpa ada tersangka yang tertangkap tangan, polisi tidak mau pulang dengan tangan hampa tanpa memberikan efek jera.
Tanpa menunggu lama, Iptu Feri Padli memerintahkan personelnya untuk segera memusnahkan seluruh peralatan yang ada di depan mata. Petugas bergerak menghancurkan mesin serta membakar seluruh rakit kayu tersebut agar tidak bisa digunakan lagi di kemudian hari.
Api dengan cepat melahap material kayu dan plastik, menciptakan pemandangan dramatis di tengah sungai yang airnya sudah mulai berubah warna. Tindakan tegas ini menjadi bukti nyata kalau aparat tidak main-main dalam urusan penegakan hukum lingkungan.
Aksi pembakaran ini sempat menjadi tontonan warga dari kejauhan yang merasa lega melihat alat perusak sungai tersebut akhirnya dimusnahkan. Personel memastikan api benar-benar menghanguskan bagian vital rakit sebelum akhirnya meninggalkan lokasi penggerebekan.
"Peralatan yang ditemukan langsung dimusnahkan di tempat agar tidak dipakai kembali," jelas Feri dengan nada tegas. Upaya ini diharapkan bisa memutus rantai ekonomi penambangan emas ilegal yang selama ini tumbuh subur secara sembunyi-sembunyi.
Dampak Kerusakan Lingkungan yang Mengkhawatirkan
Aktivitas tambang emas tanpa izin ini membawa dampak yang sangat mengerikan bagi kelestarian ekosistem di Sungai Kuantan. Penggunaan air raksa serta limbah sisa penyaringan tanah membuat kualitas air menurun drastis dan mengancam nyawa ikan-ikan di dalamnya. Air sungai yang dulunya bening kini sering terlihat cokelat pekat dan berlumpur, sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Bukan hanya soal air, struktur tanah di pinggiran sungai juga terancam longsor akibat pengerukan dasar sungai yang ugal-ugalan. Bekas-bekas galian dompeng menciptakan lubang-lubang besar di bawah air yang sewaktu-waktu bisa merusak daratan di sekitarnya. Penertiban ini menjadi langkah awal yang sangat penting untuk mencegah kerusakan alam yang lebih parah di wilayah Kuantan Singingi.
Harapan bagi Kelestarian Sungai Kuantan
Iptu Feri Padli sangat berharap masyarakat Desa Pulau Busuk dan sekitarnya sadar akan bahaya jangka panjang dari aktivitas PETI ini. Polri mengajak seluruh warga untuk lebih peduli dan berani melaporkan setiap kegiatan mencurigakan di sungai kepada pihak berwajib agar tindakan pencegahan bisa segera diambil. "Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan melaporkan kepada pihak kepolisian jika mengetahui adanya aktivitas PETI," tutupnya penuh harap. R-02

