Trestle Dermaga Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton di Siak Ambruk, Ada Mobil Masuk ke Laut
Trestle dermaga pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di Sungai Apit, Kabupaten Siak, ambruk Senin (4/1/2026) sore. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Trestle dermaga pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di Sungai Apit, Kabupaten Siak, ambruk Senin (4/1/2026) sore. Aktivitas bongkar muat pun terhenti.
Ambruknya trestle ini menyebabkan satu unit mobil yang sedang parkir terjun ke laut. Berdasarkan informasi sementara, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Hanya saja, kegiatan ekspor melalui pelabuhan tersebut dihentikan.
"Benar, kejadiannya tadi sore. Ekspor terhenti," kata seorang yang mengetahui kejadian tersebut kepada SabangMerauke News, Senin malam ini.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kondisi trestle tersebut sebelumnya terdeteksi telah retak. Namun, jembatan itu masih terus dipakai.
Trestle adalah struktur jembatan panjang yang berfungsi sebagai jalan penghubung dari daratan ke dermaga utama (jetty) di laut, dibangun di atas tiang pancang untuk menopang akses kendaraan dan peralatan bongkar muat kapal. Fungsinya krusial untuk distribusi logistik, menghubungkan daratan dengan titik bongkar muat, seringkali terbuat dari beton atau baja untuk kekuatan, dan menjadi bagian integral dari operasional pelabuhan untuk memastikan kelancaran aktivitas logistik.
Belum ada penjelasan resmi dari pengelola pelabuhan KITB atas insiden fatal tersebut.
Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) dikelola bersama oleh beberapa BUMD Kabupaten Siak, yaitu PT KITB sebagai pengelola kawasan, dan PT Samudra Siak untuk jasa kepelabuhanan. Selain itu juga ada dukungan dari PT Sarana Pembangunan Siak (SPS). Dikabarkan saat ini juga ada investor Jepang yakni PT SKY yang berinvestasi besar dalam pengembangan area.
Di era pemerintahan Prabowo, KITB masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun sejauh ini, belum diketahui apa progres konkret dari PSN tersebut.
Kawasan Industri Tanjungbuton (KITB) yang terletak di pesisir dua Kampung (Desa) Mengkapan dan Sungairawa, Kecamatan Sungaiapit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, diklaim memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi baru.
Posisi KITB terletak di area strategis, yakni berdekatan dengan Selat Malaka dan berhadapan langsung dengan dua negara tetangga, Malaysia dan Singapura.
Selain itu, KITB juga memiliki dermaga yang cukup panjang dan megah bertaraf internasional, didukung dengan alur pelayaran perairan Selat Asam dan sebagian berada di Selat Lalang menuju kawasan industri Pelabuhan Tanjungbuton.
Alur pelayaran tersebut memiliki panjang kurang lebih 36 mil dan kedalaman alur mencapai 17-20 meter low water spring (LWS) sehingga mampu dilintasi kapal tanker berbobot 50.000 deadweight tonnage (DWT). (R-03)

