2 BUMD Riau Kembali Sedot Dana APBD Ratusan Miliar
Dalam Rapat Paripurna di gedung DPRD Riau, Senin (4/8/2025). Foto: Dok SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Meskipun Gubernur Abdul Wahid pusing tujuh keliling akibat defisit keuangan yang mencapai Rp2,2 triliun, namun Pemprov Riau telah mengajukan Ranperda penyertaan modal pada dua BUMD yakni BRK Syariah dan PT Jamkrida.
Ranperda itu disampaikan Gubernur Riau diwakili oleh asisten III Setdaprov Riau Elly Wardhani dalam Rapat Paripurna di gedung DPRD Riau, Senin (4/8/2025).
Elly menjelaskan, pada tahun 2021 lalu Pemprov Riau telah mengajukan penambahan modal sebesar Rp360 miliar. Penambahan modal itu direncanakan selesai dalam tiga tahun yakni 2022, 2023 dan 2024.
"Namun dari hasil fasilitasi Kemendagri, pada tahun 2022 hanya disetujui sebesar Rp120 miliar. Dari Rp120 miliar yang disetujui hanya terealisasi Rp100 miliar," ungkap Elly.
Baru terealisasi Rp100 miliar, tentunya penambahan modal tersebut masih kurang Rp260 miliar. Oleh karena itu, pihaknya berharap melalui Ranperda ini dapat mengakomodir kekurangan penambahan modal tersebut.
Dikatakannya, penambahan modal sebesar Rp260 miliar ini ditujukan agar Pemprov Riau menjadi pemegang saham pengendali. Status ini penting untuk arah kebijakan dan stabilitas perusahaan.
"Sesuai PP Nomor 54 Tahun 2017 Pasal 6 menyatakan bahwa BUMD yang dimiliki lebih dari satu pemerintah daerah maka kepemilikan saham harus dimiliki oleh satu daerah lebih dari 51 persen," sebutnya.
Pihaknya berharap, Ranperda ini bisa dibahas secara mendalam dan objektif demi pembangunan dan ekonomi daerah. (R-03)

