Estafet Kepemimpinan di Tubuh OPP Teluk Belitung, Zuriyadi Tinggalkan Warisan untuk Pemuda
Tinggalkan OPP, Zuriyadi Fahmi tinggalkan sebuah alat pembakar sampah berbahan bakar air ke pengurus baru. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Langit Teluk Belitung cerah sore itu, seakan menyambut lembaran baru dalam perjalanan Organisasi Peduli Pemuda (OPP) Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau. Di sebuah ruangan sederhana namun penuh semangat, momen penting itu terjadi, dimana tongkat estafet kepemimpinan resmi berpindah dari Zuriyadi Fahmi kepada Yoldi, pemimpin baru yang kini akan menakhodai OPP untuk periode selanjutnya.
Bagi Zuriyadi, hari itu bukan sekadar akhir masa jabatan, tetapi momen reflektif tentang perjalanan panjang, perjuangan, dan harapan baru. Dalam sambutannya, ia mengenang awal masa kepemimpinannya di tahun 2023, yang dimulai dari kondisi organisasi yang penuh keterbatasan.
“Banyak orang memulai dari nol, tetapi saya memulai dari minus. Hari ini, saya tinggalkan OPP dengan berbagai aset yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan bersama," ucapnya jujur, namun dengan mata berbinar bangga.
Zuriyadi memang bukan nama asing di kalangan pemuda dan masyarakat Teluk Belitung. Ia dikenal sebagai sosok pemuda aktif yang konsisten hadir di tengah masyarakat, menggagas program-program yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Selama menjabat, ia membangun tidak hanya program, tetapi juga sistem dan fasilitas fisik. Kini, ia meninggalkan warisan yang tak sedikit: kantor OPP, fasilitas penunjang, alat tulis kantor, hingga sebuah alat pembakar sampah berbahan bakar air—sebuah inovasi ramah lingkungan hasil kerja sama dengan PT. ITA EMP.
“Alat ini bagian dari program Belitung Clean. Sayangnya, belum bisa kita gunakan maksimal karena belum ada TPA. Tapi saya yakin, kepengurusan ke depan bisa mengawalnya bersama pemerintah maupun swasta,” katanya optimistis.
Zuriyadi juga menekankan pentingnya membangun citra OPP sebagai organisasi kepemudaan yang profesional. Apalagi, Teluk Belitung merupakan ibu kota Kecamatan Merbau—posisi strategis yang menjadikan OPP sebagai role model bagi organisasi pemuda lainnya.
“OPP harus menjadi panutan. Branding dan profesionalitas itu penting. Kita tidak boleh berhenti hanya pada kegiatan rutin, tapi harus berani menatap masa depan dan memberi pengaruh positif,” tuturnya.
Kepada Yoldi, sang ketua baru, Zuriyadi menyampaikan harapan agar program-program yang telah dirintis dapat terus berlanjut dan dikembangkan. Ia percaya, estafet yang ia serahkan kini berada di tangan yang tepat.
“Semoga apa yang kami tinggalkan bisa menjadi nilai manfaat bagi OPP dan masyarakat Teluk Belitung pada umumnya,” pungkasnya.
Dalam suasana penuh haru dan harapan, pelantikan hari itu bukan hanya menjadi ajang pergantian jabatan. Ia menjadi penanda bahwa di Teluk Belitung, semangat kepemudaan terus hidup—dibangun dengan semangat kolaborasi, kerja nyata, dan warisan yang akan terus tumbuh dalam tangan-tangan generasi berikutnya. (R-01)

