Misteri Kematian Dokter PPDS di Siak Makin Terkuak, Ponsel Korban Dibongkar Labfor
Penyelidikan kematian dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis di Kabupaten Siak terus menunjukkan perkembangan terbaru. Foto : Istimewa
SIAK, SabangMerauke News - Penyelidikan kematian dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis di Kabupaten Siak terus menunjukkan perkembangan terbaru. Polres Siak memfokuskan pemeriksaan ilmiah terhadap barang bukti demi mengungkap penyebab kematian korban secara menyeluruh. Hasil penelitian Laboratorium Forensik menjadi kunci penting mengurai rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal.
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos menjelaskan sejumlah barang bukti telah dikirim menuju Laboratorium Forensik. Barang bukti meliputi peralatan medis, obat-obatan, serta perangkat lain ditemukan saat olah tempat kejadian perkara. “Selanjutnya, beberapa barang bukti sudah kami serahkan ke laboratorium forensik untuk dilakukan penelitian,” ujar Raja Kosmos.
Polisi belum menyampaikan kesimpulan penyelidikan karena seluruh proses ilmiah masih berjalan secara bertahap. Penyidik menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik sebelum mengambil langkah lanjutan sesuai prosedur hukum. “Sampai sekarang kami masih menunggu hasil penelitian tersebut,” kata Raja Kosmos.
Perhatian penyidik juga tertuju pada telepon seluler milik korban ditemukan bersama jasadnya. Perangkat tersebut menyimpan sejumlah aplikasi penting masih terkunci menggunakan sistem keamanan Face ID. Kondisi tersebut membuat polisi menyerahkan ponsel menuju Laboratorium Forensik demi proses pembukaan data digital.
Raja Kosmos menjelaskan sebagian isi telepon seluler belum dapat diakses penyidik menggunakan metode biasa. Pemeriksaan forensik digital diharapkan membuka petunjuk baru terkait aktivitas terakhir korban sebelum meninggal dunia. “Ada beberapa yang tidak bisa dibuka karena menggunakan Face ID sehingga sudah kami kirimkan ke Labfor,” ujarnya.
Polres Siak menegaskan penyelidikan mengedepankan pendekatan scientific crime investigation selama proses berlangsung penuh. Pendekatan tersebut bertujuan memperoleh gambaran utuh mengenai penyebab kematian berdasarkan bukti ilmiah terpercaya. Polisi juga menerapkan teknik penyelidikan sesuai ketentuan KUHAP terbaru serta standar operasional kepolisian.
“Kami melakukan penyelidikan dengan teknik dan taktik sesuai KUHAP baru serta SOP kepolisian,” tegas Raja Kosmos. Pendekatan ilmiah dipilih agar setiap kesimpulan memiliki dasar hukum kuat serta mudah dipertanggungjawabkan nantinya. Penyidik memastikan seluruh tahapan berjalan profesional tanpa mengabaikan setiap petunjuk ditemukan.
Selain barang bukti, penyidik memperluas pemeriksaan terhadap sejumlah saksi memiliki keterkaitan langsung bersama korban. Saksi berasal dari manajemen rumah sakit, karyawan, staf medis, serta dokter pembimbing residen anestesi. Pemeriksaan dilakukan guna menyusun kronologi lengkap menjelang peristiwa tragis tersebut.
Polisi juga memeriksa istri korban berinisial YM berusia tiga puluh satu tahun berprofesi sebagai dokter. Beberapa rekan sejawat korban turut dimintai keterangan selama proses penyelidikan berlangsung intensif. Pemeriksaan saksi dilakukan setelah pembukaan perangkat komunikasi bersama keluarga korban.
“Sebelum memberikan kesaksian, kami bersama istri, orang tua, serta abang korban membuka alat komunikasi ditemukan di TKP,” jelas Raja Kosmos. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga transparansi selama proses penyelidikan berlangsung. Penyidik berharap seluruh informasi digital memperkuat rangkaian fakta terkumpul.
Korban ACL berusia tiga puluh tahun ditemukan meninggal dunia pada Selasa, 14 Juli 2026. Sehari sebelumnya korban dilaporkan menghilang setelah meninggalkan lingkungan RSUD Tengku Rafian Siak. Pencarian dilakukan keluarga bersama pihak rumah sakit hingga rekaman CCTV diperiksa.
Rekaman kamera pengawas memperlihatkan korban berjalan meninggalkan area rumah sakit menuju lokasi berbeda. Beberapa waktu kemudian korban ditemukan meninggal dunia di semak belukar samping rumah sakit tersebut. Hingga kini penyebab pasti kematian dokter peserta PPDS anestesi tersebut masih menunggu hasil Laboratorium Forensik.(R-04)

