Ketua DPRD Lempar Kue dan Air ke Wajah Staf PPPK, Polisi Lakukan Olah TKP
Kasus dugaan penganiayaan Ketua DPRD Bone memasuki tahap pemeriksaan lokasi kejadian secara menyeluruh. Foto : Istimewa
BONE, SabangMerauke News - Kasus dugaan penganiayaan Ketua DPRD Bone memasuki tahap pemeriksaan lokasi kejadian secara menyeluruh. Satreskrim Polres Bone mendatangi kantin DPRD Bone sebagai lokasi dugaan tindakan kekerasan tersebut. Lima personel penyidik melakukan pemeriksaan sambil memasang garis polisi mengelilingi area kantin.
Lokasi kejadian berada di Jalan Reformasi, Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone. Penyidik memulai pemeriksaan dengan mendokumentasikan kondisi lokasi sesuai kebutuhan proses penyelidikan. Setiap sudut kantin diperiksa untuk memastikan kesesuaian kronologi kejadian bersama keterangan saksi.
Korban, Yuli Nofita Sari, hadir memenuhi permintaan penyidik selama proses olah tempat kejadian berlangsung. Penyidik meminta korban memperagakan setiap tahapan peristiwa sesuai ingatan selama kejadian berlangsung. Langkah tersebut bertujuan memperkuat kecocokan antara keterangan korban dan kondisi lokasi sebenarnya.
Penyidik juga memasang penanda pada titik awal dugaan korban menerima lemparan kue. Penanda tersebut menjadi acuan pemeriksaan lanjutan selama proses rekonstruksi lapangan berlangsung bersama saksi. Seluruh tahapan didokumentasikan sebagai bagian kelengkapan berkas penyelidikan dugaan penganiayaan tersebut.
Menurut penuturan korban, insiden bermula setelah dirinya dipanggil menuju kantin DPRD Bone. Korban kemudian mengaku menerima lemparan kue tepat mengenai bagian wajah saat berada lokasi. Situasi selanjutnya berubah semakin memanas setelah dugaan tindakan berikutnya terjadi.
Yuli mengaku wajahnya kemudian disiram menggunakan air dari botol minuman selama perselisihan berlangsung. Korban menyebut benda tersebut juga dilempar menuju arah tubuhnya setelah penyiraman selesai dilakukan. Keterangan itu kembali diperagakan sesuai permintaan penyidik saat olah tempat kejadian.
“Kemudian botol air tersebut dilempar ke arah saya. Ada juga sebuah botol berisi cabai dilempar, lalu menyampaikan ini kue kamu memang beli,” kata Yuli saat memberikan keterangan kepada penyidik.
Penyidik mencocokkan seluruh penjelasan korban dengan kondisi fisik lokasi kejadian secara rinci dan bertahap. Pemeriksaan meliputi posisi korban, arah lemparan benda, hingga jarak antartitik selama peristiwa berlangsung. Hasil pencocokan menjadi bagian penting penyusunan alat bukti dalam proses penyelidikan berikutnya.
Sejumlah titik penting mendapatkan perhatian khusus selama pemeriksaan lapangan berlangsung bersama korban dan penyidik. Dokumentasi visual dilakukan untuk memperkuat kesesuaian antara keterangan saksi dengan fakta lokasi sebenarnya. Polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir setelah seluruh rangkaian olah tempat kejadian selesai.
Kasus tersebut menyita perhatian publik setelah dugaan penganiayaan melibatkan pimpinan lembaga legislatif daerah. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap fakta secara menyeluruh berdasarkan alat bukti tersedia. Polisi memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai prosedur hukum guna memperoleh gambaran kejadian secara utuh.(R-04)

