Hindari Lubang, Truk Masuk Jalur Berlawanan, Pelajar Tewas di Jalinsum
Ilustrasi. Foto: SM News/Created by AI
SUMUT, SabangMerauke News – Aspal Jalan Lintas Sumatera kembali menyimpan kisah duka. Dini hari yang seharusnya lengang berubah menjadi lokasi kecelakaan maut. Seorang pelajar kehilangan nyawa setelah truk diduga berpindah ke jalur berlawanan.
Kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Sumatera Medan-Tebing Tinggi Kilometer 62-63. Lokasinya berada di Dusun VI Rampah Kiri, Kecamatan Sei Rampah. Peristiwa berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 01.00 WIB.
Sepeda motor melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi. Pada saat bersamaan, truk Colt Diesel datang dari arah sebaliknya. Kedua kendaraan akhirnya bertemu dalam benturan keras.
Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai AKP Gokma Silitonga menjelaskan dugaan awal penyebab kecelakaan. Pengemudi truk diduga kurang berkonsentrasi saat berkendara. Sopir juga berusaha menghindari lubang di badan jalan.
Akibat manuver tersebut, truk berpindah ke jalur kanan. Kendaraan kemudian memasuki lajur yang berlawanan. Sepeda motor korban tidak memiliki cukup ruang menghindar.
"Truk mengambil jalur berlawanan sebelum menyenggol sepeda motor korban," ujar AKP Gokma Silitonga.
Benturan terjadi pada sisi kanan sepeda motor. Korban terjatuh di badan jalan. Warga sekitar segera memberikan pertolongan.
Korban kemudian dievakuasi menuju rumah sakit terdekat. Namun, satu nyawa tidak dapat diselamatkan. Seorang penumpang lain masih menjalani perawatan.
Korban meninggal berinisial MAP, 17 tahun. Remaja tersebut masih berstatus pelajar. Ia merupakan warga Dusun IV, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu.
MAP mengalami luka robek pada dada kanan. Luka juga ditemukan di bagian lutut. Wajah korban mengalami lebam akibat benturan.
Tim medis sempat memberikan penanganan darurat. Korban dibawa ke RSUD Sultan Sulaiman. Nyawanya tidak tertolong sesaat setelah tiba.
Penumpang sepeda motor bernama Syaril Rhamadhan Sitorus ikut mengalami luka berat. Pria berusia 21 tahun itu berasal dari Kabupaten Simalungun. Saat ini ia dirawat di RS Melati.
Korban mengalami luka pada paha kanan. Dagu korban juga mengalami cedera. Kondisinya masih dalam penanganan tenaga medis.
Di tengah proses evakuasi korban, pengemudi truk justru menghilang. Sopir meninggalkan lokasi kecelakaan. Identitasnya hingga kini belum diketahui.
"Pengemudi truk meninggalkan lokasi setelah kejadian berlangsung," kata AKP Gokma Silitonga.
Kaburnya pengemudi membuat penyelidikan diperluas. Polisi mendatangi lokasi kejadian. Olah tempat kejadian perkara langsung dilakukan.
Petugas mengamankan sepeda motor korban sebagai barang bukti. Kendaraan dibawa ke Unit Gakkum Satlantas Polres Sergai. Pemeriksaan teknis segera dilakukan.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Polisi juga menelusuri rekaman kamera pengawas. Jalur pelarian pengemudi terus dipetakan.
Rekaman CCTV di sekitar lokasi diperiksa satu per satu. Penyidik berharap identitas kendaraan segera terungkap. Bukti visual menjadi petunjuk penting.
"Seluruh bukti lapangan sedang dikumpulkan untuk mengidentifikasi pengemudi," tegas AKP Gokma Silitonga.
Kecelakaan ini kembali membuka persoalan keselamatan di Jalinsum. Kondisi jalan diduga ikut memengaruhi manuver kendaraan. Lubang di badan jalan disebut memicu perpindahan lajur.
Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan. Polisi akan memadukan keterangan saksi dengan bukti teknis. Seluruh fakta akan dianalisis sebelum penetapan unsur pidana.
Satlantas Polres Sergai mengimbau seluruh pengendara meningkatkan kewaspadaan. Pengemudi diminta menjaga konsentrasi sepanjang perjalanan. Kecepatan kendaraan juga harus disesuaikan dengan kondisi jalan.
Jalur Medan-Tebing Tinggi dikenal memiliki lalu lintas padat. Truk angkutan barang melintas hampir sepanjang hari. Risiko kecelakaan meningkat ketika pengemudi kehilangan kendali.
Kini keluarga korban menunggu keadilan. Polisi masih memburu sopir truk yang melarikan diri. Jejak kendaraan di jalan raya perlahan dirangkai menjadi petunjuk menuju pelaku.

