Honda Revo Tergilas Truk Fuso, Tiga Pelajar SMA Panti Tewas Seketika
Ilustrasi dan infografis kecelakaan maut yang menewaskan 3 pelajar SMAN 1 Panti di Pasaman, Selasa sore, 9 Juni 2026. Foto: SM News/Created by AI
SUMBAR, SabangMerauke News – Kecelakaan maut Pasaman merenggut tiga nyawa pelajar SMAN 1 Panti. Peristiwa terjadi di Jalan Batu Batindih, Nagari Sundata, Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Selasa, 9 Juni 2026, sore. Dua sepeda motor dan satu truk Fuso terlibat dalam tabrakan beruntun. Ketiga korban meninggal setelah mengalami benturan keras.
Peristiwa bermula saat sepeda motor Honda Revo BA 5720 DD melaju menuju Ampang Gadang. Kendaraan itu dikendarai Marpel, 17 tahun. Dua rekannya, Rian dan Aldo, ikut dibonceng. Ketiganya tercatat sebagai pelajar SMAN 1 Panti.
Di depan mereka melaju Honda Revo BA 2832 DA. Kendaraan itu dikendarai Ensi Naldi, 25 tahun. Saat tiba di lokasi kejadian, motor yang ditumpangi tiga pelajar menabrak bagian belakang motor tersebut. Benturan membuat situasi berubah dalam hitungan detik.
Kasat Lantas Polres Pasaman, Iptu Afrizal, menjelaskan motor yang ditumpangi pelajar kehilangan kendali setelah benturan awal. Kendaraan kemudian bergerak ke sisi kanan jalan. Pada waktu bersamaan, sebuah Mitsubishi Fuso melintas dari arah berlawanan. Tabrakan keras pun terjadi.
"Motor korban bergerak ke kanan jalan. Truk langsung menabrak kendaraan tersebut," kata Iptu Afrizal.
Benturan itu membuat Marpel meninggal di lokasi kejadian. Kondisi korban mengalami luka berat pada beberapa bagian tubuh. Petugas dan warga langsung melakukan evakuasi. Suasana di lokasi berubah penuh kepanikan.
Dua penumpang lain masih sempat bernapas. Rian dan Aldo segera dibawa menuju RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping. Tim medis berupaya memberikan pertolongan. Kondisi keduanya terus memburuk.
"Korban sempat dirawat di rumah sakit. Namun, keduanya akhirnya meninggal dunia," ujar Iptu Afrizal.
Data kepolisian mencatat Marpel mengalami luka berat di kepala. Luka juga ditemukan pada kedua tangan dan wajah. Rian mengalami luka pada dada, siku, dagu, dan tangan. Sementara Aldo mengalami luka di pinggang, kaki, dagu, serta pendarahan telinga.
Korban lain dalam kecelakaan tersebut juga mengalami luka. Ensi Naldi mengalami cedera akibat benturan. Saat ini ia masih menjalani perawatan medis. Kondisinya terus dipantau oleh tenaga kesehatan.
Sementara itu, sopir truk Mitsubishi Fuso bernama Novriadi, 53 tahun, telah diamankan polisi. Warga Kelurahan Mata Air, Padang, tersebut masih menjalani pemeriksaan. Penyidik mendalami seluruh rangkaian kejadian. Keterangan saksi turut dikumpulkan.
"Pengemudi truk sudah diamankan untuk proses lanjutan," kata Iptu Afrizal.
Penyelidikan juga menemukan fakta lain. Marpel diketahui belum memiliki Surat Izin Mengemudi. Kondisi serupa ditemukan pada pengemudi truk Fuso. Temuan tersebut masuk dalam materi pemeriksaan polisi.
Petugas mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan. Dua sepeda motor dan satu truk dibawa ke Polres Pasaman. Pemeriksaan teknis kendaraan masih berlangsung. Polisi juga memetakan kondisi jalan saat kejadian.
Kabar meninggalnya tiga pelajar ini cepat menyebar. Teman sekolah dan warga sekitar ikut berduka. Ketiga korban dikenal aktif bersekolah. Kepergian mereka meninggalkan kesedihan mendalam.
Jalan Batu Batindih kembali normal beberapa jam kemudian. Bekas kecelakaan masih terlihat di lokasi. Polisi mengingatkan pengendara untuk lebih berhati-hati saat berkendara. Keselamatan tetap menjadi hal utama di jalan raya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tidak boleh diabaikan. Kelengkapan berkendara harus dipenuhi. Satu detik kelalaian bisa berujung pada duka panjang. R-02

