Update Kematian Dokter PPDS Anestesi di RSUD Siak: Polisi Bongkar Isi Ponsel Korban, Hasil Autopsi Belum Selesai
Dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi, Alex Cristo Loris (30), di RSUD Tengku Rafian Siak. Foto: Dok SM News
RIAU, SabangMerauke News – Penyelidikan kasus kematian dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi, Alex Cristo Loris (30), di RSUD Tengku Rafian Siak terus berkembang. Polisi kini mengungkap temuan baru setelah berhasil membuka sebagian isi telepon genggam korban, sementara hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik masih belum rampung.
Satreskrim Polres Siak menegaskan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan scientific crime investigation untuk memastikan penyebab pasti kematian dokter muda asal Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku tersebut.
Kasatreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, mengatakan telepon genggam korban dibuka dengan disaksikan langsung oleh istri, orang tua, dan abang korban.
"Dari isi handphone ditemukan beberapa hal yang menjadi bahan pendalaman penyidik. Namun ada juga data yang belum dapat diakses karena masih menggunakan password," ujar Kosmos, Jumat (24/7/2026).
Karena masih terdapat data yang terkunci, telepon genggam korban kemudian dikirim ke Laboratorium Forensik agar seluruh isi perangkat dapat diperiksa secara menyeluruh.
Polisi Periksa Saksi Baru
Dari hasil pemeriksaan isi ponsel tersebut, penyidik memperoleh sejumlah petunjuk baru yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan saksi tambahan.
Kosmos mengungkapkan, dua orang telah dimintai klarifikasi, yakni seorang bidan dan seorang dokter yang berada di Maluku, daerah asal korban.
Keterangan para saksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan untuk menyusun kronologi serta memahami kondisi korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Libatkan Ahli Psikologi Forensik
Selain memeriksa saksi dan barang bukti digital, Polres Siak juga menggandeng ahli psikologi forensik guna memperkuat proses penyelidikan.
Menurut Kosmos, pihaknya telah mengirim surat kepada akademisi Universitas Islam Riau (UIR) dan menjadwalkan rapat koordinasi dengan tim psikologi forensik.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh fakta yang ditemukan dapat dianalisis secara ilmiah sebelum penyidik mengambil kesimpulan.
"Kami tidak ingin tergesa-gesa menyimpulkan penyebab kematian korban. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan ilmiah," tegasnya.
Hingga kini, penyidik juga masih menunggu hasil autopsi jenazah yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Pekanbaru.
Selain itu, sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, seperti alat medis dan obat-obatan medis, juga masih diperiksa di Laboratorium Forensik.
"Hasil pemeriksaan barang bukti tersebut juga masih kami tunggu," kata Kosmos.
Seluruh hasil pemeriksaan nantinya akan dipadukan dengan temuan di lapangan untuk memastikan penyebab kematian korban.
Sejumlah Saksi Sudah Diperiksa
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa banyak saksi dari lingkungan RSUD Tengku Rafian Siak.
Mereka terdiri atas karyawan rumah sakit, staf, dokter pembimbing residen anestesi, hingga istri korban.
Menurut Kosmos, seluruh tahapan penyelidikan dilakukan sesuai ketentuan KUHAP, SOP Kepolisian, serta menggunakan metode scientific crime investigation agar hasilnya objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ditemukan Meninggal di Semak Belukar
Alex Cristo Loris ditemukan meninggal dunia pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB di semak belukar di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, Kabupaten Siak.
Korban sebelumnya dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Senin (13/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Istrinya yang juga bertugas di RSUD Tengku Rafian telah berupaya menghubungi korban, namun telepon genggamnya tidak aktif. Pencarian kemudian dilakukan bersama rekan-rekan korban dan dilanjutkan dengan pemeriksaan rekaman CCTV rumah sakit.
Dari rekaman tersebut diketahui korban terakhir kali terlihat berjalan seorang diri keluar dari area rumah sakit melalui Pos Security II menuju arah luar.
Keesokan harinya, dua petugas keamanan bersama seorang sopir ambulans menyisir area semak di luar pagar rumah sakit. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi terlentang dan sudah tidak bernyawa sekitar lima meter dari pagar pembatas rumah sakit.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tas sandang hitam berisi alat medis, dompet, telepon genggam, serta kartu identitas RSUD Tengku Rafian Siak milik korban.
Hingga kini, polisi menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung. Penyebab pasti kematian dokter PPDS tersebut belum dapat disimpulkan karena penyidik masih menunggu hasil autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, serta analisis psikologi forensik guna mengungkap fakta secara utuh. (R-03)

