Viral! Diduga Guru ASN Bawa Murid Untuk Disodomi Suami, Warga Sekampung Ngamuk
Warga mengarak seorang guru wanita ASN di Tanjung Balai, Asahan, karena diduga membawa seorang murid untuk dicabuli suaminya. (sumber: Facebook)
SUMUT, SabangMerauke News – Video penggerudukan rumah seorang guru ASN di Tanjungbalai menyebar luas. Insiden terjadi pada Rabu malam, 22 Juli 2026. Warga mendatangi rumah tersebut lantaran dugaan kasus pelecehan seksual.
Rekaman yang beredar menunjukkan puluhan orang berkumpul di depan rumah. Tak lama kemudian, seorang guru perempuan berseragam keluar bersama suaminya. Amarah warga langsung meluap dan beberapa orang melayangkan pukulan ke arah mereka.
Massa datang mempertanyakan dugaan pencabulan terhadap seorang anak yatim piatu. Korban diketahui masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Narasi yang menyertai video menyebut guru membawa murid kepada suaminya.
Kepala Lingkungan V Kelurahan Perjuangan, Sadam Husein membenarkan peristiwa itu. Lokasi kejadian berada di wilayah Kecamatan Teluk Nibung. Keramaian muncul setelah informasi dugaan tindak asusila menyebar cepat.
"Benar, terjadi keramaian di sini terkait sepasang suami istri yang diduga melakukan asusila terhadap anak di bawah umur," kata Sadam saat dihubungi.
Ia menjelaskan awal mula kericuhan bermula dari adu argumen antarwarga. Kejadian itu menarik perhatian orang lain yang kemudian ikut berdatangan. Massa yang berkumpul nyatanya berasal dari lingkungan sekitar tempat kejadian.
"Kalau kericuhan ini diduga akibat adanya adu argumen, sehingga masyarakat berdatangan. Kalau yang kami lihat, ini masyarakat sekitar yang datang ke sini," ujarnya.
Sadam mengaku tak mengetahui siapa yang mengumpulkan massa secara terorganisir. Kedatangan warga diduga kuat dipicu informasi yang sudah lebih dulu viral di media sosial. Kabar itu menyebar begitu cepat hingga memancing kemarahan publik.
"Kami juga tidak mengerti kenapa bisa tiba-tiba masyarakat berbondong-bondong datang ke rumah itu. Tapi, menurut saya, mungkin karena informasinya sudah viral," katanya menjelaskan dugaan pihaknya.
Pihak berwenang segera mengambil langkah mencegah kerusuhan meluas. Pasangan suami istri yang diduga terlibat telah diamankan ke Polres Tanjungbalai. Langkah ini diambil guna menjaga keselamatan tersangka sekaligus ketertiban umum.
Kasus kini masuk ranah penyidikan kepolisian secara resmi. Seluruh bukti dan keterangan saksi akan dikumpulkan secara teliti. Anak korban juga akan mendapatkan pendampingan psikologis dan hukum yang layak.
Masyarakat diimbau menahan diri dan menyerahkan penanganan kepada aparat. Tindakan main hakim sendiri justru merugikan proses hukum yang sedang berjalan. Keadilan akan ditegakkan melalui jalur hukum yang sah dan transparan. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Bom Sekolah Padang
Status Pelaku Belum Tersangka, Ini Fokus Polda Sumbar

