Dua Tahun Diawasi KPK, Laba Riau Petroleum Melonjak Rp157 Miliar Lebih
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Upaya koordinasi dan supervisi KPK terhadap pengelolaan Participating Interest berbuah hasil nyata. PT Riau Petroleum berhasil tingkatkan kinerja keuangan secara signifikan. Tata kelola perusahaan pun menjadi jauh lebih rapi dan profesional.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyambut baik capaian tersebut. Pengawasan ketat menjadi fondasi penting BUMD yang sehat. Perusahaan kini terbebas dari praktik maladministrasi yang merugikan.
"Keberhasilan ini hasil sinergi berbagai faktor. Mulai dari peran KPK, perbaikan tata kelola, efisiensi operasional, hingga kondisi industri migas nasional," kata SF Hariyanto, Kamis 23 Juli 2026.
Penerapan prinsip tata kelola yang baik harus terus diperkuat. Evaluasi kinerja dilakukan secara berkelanjutan. Kepatuhan aturan dan pengelolaan risiko menjadi prioritas utama.
Langkah ini bertujuan agar BUMD makin adaptif dan sehat secara keuangan. Kontribusi dividen bagi daerah pun dapat dioptimalkan. Manfaat ekonomi bagi masyarakat luas akan semakin terasa nyata.
Kenaikan kinerja perusahaan diharapkan memperkuat Pendapatan Asli Daerah. Pengelolaan sumber daya alam pun berjalan lebih bertanggung jawab. Kekayaan alam daerah dikelola demi kemajuan bersama.
Direktur Utama PT Riau Petroleum Husnul Kausarian menjelaskan dukungan yang diterima. Selama dua tahun berturut-turut pihaknya mendapat pendampingan khusus. Hal ini menyangkut pengelolaan hak partisipasi sepuluh persen wilayah Riau.
"Selama dua tahun berturut-turut, Riau Petroleum mendapat dukungan khusus terkait pengelolaan PI sepuluh persen di Provinsi Riau," ujar Husnul.
Perbaikan ini bertujuan tingkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan. Kepatuhan aturan dan profesionalisme menjadi landasan utama. Pengelolaan BUMD sektor migas kini jauh lebih terukur.
Data kinerja tahun 2025 menunjukkan perubahan sangat mencolok. Sejumlah anak perusahaan berhasil membukukan lonjakan laba yang besar. Peningkatan ini terjadi pasca perbaikan tata kelola dan pendampingan KPK.
PT Riau Petroleum Rokan mencatat tambahan laba Rp126,8 miliar. Wilayah kerja ini mengelola hak partisipasi sepuluh persen di blok Rokan. Angka ini menjadi penyumbang terbesar bagi total keuntungan gabungan.
PT Riau Petroleum Mahato menyusul dengan kenaikan Rp30,19 miliar. PT Riau Petroleum Siak bertambah untung Rp395,8 juta. Sementara PT Riau Petroleum Kampar mencatat tambahan laba Rp102 ribu lebih.
"Secara keseluruhan, peningkatan laba mencapai Rp157,46 miliar dibandingkan kondisi sebelumnya," jelas Husnul merinci angka gabungan.
Pencapaian ini bukan sekadar soal angka keuangan semata. Kepercayaan pemangku kepentingan terhadap perusahaan makin menguat. Pengelolaan kini mengedepankan prinsip transparansi dan nilai tambah ekonomi.
Praktik baik ini diharapkan menjadi rujukan bagi daerah lain. Pengelolaan hak partisipasi migas diharapkan makin akuntabel. Kontribusi ekonomi daerah meningkat dan ketahanan energi nasional terjaga.
Participating Interest adalah hak partisipasi daerah dalam wilayah kerja migas. Melalui BUMD, pemerintah daerah ikut berperan dalam usaha hulu migas. Manfaatnya berupa dividen, peningkatan kapasitas, dan pembangunan daerah.
PT Riau Petroleum sendiri adalah BUMD milik Provinsi Riau. Fokus utamanya pada pengelolaan hak partisipasi minyak dan gas bumi. Perusahaan berkomitmen jalankan bisnis profesional dan berkelanjutan. R-02

