Persimpangan Pekanbaru Bakal Bersih Total, Gepeng Tak Bisa Lagi Sembunyi
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Pemerintah Kota Pekanbaru segera meluncurkan program Zero Gepeng. Langkah ini bertujuan menghapus keberadaan gelandangan dan pengemis di jalan raya. Seluruh persimpangan kota nantinya akan bersih dari mereka.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho tengah mematangkan rencana peluncuran. Asisten II Sekretariat Kota Ingot Ahmad Hutasuhut ditunjuk memimpin persiapan. Program ini melibatkan kerja sama seluruh Organisasi Perangkat Daerah.
"Ini bukan sekadar penertiban biasa. Kami juga siapkan solusi jangka panjang untuk semua pihak," ujar Agung, Senin, 20 Juli 2026. "Kami tidak ingin masalah ini muncul kembali di kemudian hari," tambahnya.
Saat ini gepeng masih kerap ditemui di berbagai titik kota. Petugas Dinas Sosial sudah rutin turun melakukan penjangkauan. Namun mereka sering bersembunyi saat tim penertiban tiba.
Banyak dari mereka ternyata bukan warga asli Pekanbaru. Sebagian besar datang dari daerah lain sekitar Riau. Pola kucing-kucingan ini membuat penanganan jadi terhambat.
Pemerintah menolak melakukan penanganan yang bersifat sementara. Setiap langkah harus dilakukan dengan cara yang humanis. Tujuannya agar masalah sosial ini benar-benar selesai tuntas.
Warga Pekanbaru diminta berhenti memberi uang di jalanan. Sumbangan tunai di lampu merah justru memicu kedatangan gepeng baru. Hal ini menghambat upaya pemulihan kesejahteraan mereka.
Penataan Pedagang Kaki Lima juga berjalan beriringan dengan program ini. Pemerintah ingin menjaga keindahan dan kelancaran kota. Usaha mereka tetap dihargai asal tidak melanggar aturan.
"Kami tidak berniat mematikan mata pencaharian warga. Cukup jangan bangun bangunan di lokasi yang dilarang," tegas Agung. "Kami sediakan tempat layak untuk mengembangkan usaha," lanjutnya.
Pendirian bangunan di atas saluran air sangat dilarang keras. Trotoar dan bahu jalan juga bukan tempat berdagang. Hal ini membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Penumpukan pedagang di pinggir jalan sering memicu kemacetan parah. Risiko kecelakaan bagi pembeli maupun pengendara sangat tinggi. Ketertiban umum harus tetap menjadi prioritas utama.
Pemerintah sudah menyiapkan lokasi khusus bagi para pelaku usaha. Area sekitar Tugu Keris Jalan Diponegoro salah satu opsinya. Tersedia pula tempat di Jalan Cut Nyak Dien dan Taman Labuai.
Lokasi di Taman Purna MTQ Jalan Sudirman juga siap digunakan. Tempat-tempat ini aman, rapi, dan terjangkau bagi semua orang. Pedagang bisa beroperasi dengan tenang tanpa takut ditertibkan.
Sebelumnya pemerintah sudah meluncurkan Tim Sapa Motoris Satpol PP. Sebanyak 120 personel bersiaga dengan sepeda motor khusus. Tugas utama mereka melakukan patroli setiap hari di seluruh kota.
Tim ini mengawasi pelanggaran Perda dengan pendekatan yang santun. Sasaran meliputi lokasi balap liar yang membahayakan warga. Mereka juga memantau keberadaan gepeng dan pedagang liar.
"Patroli ini menjamin penegakan aturan berjalan adil dan manusiawi. Kota Pekanbaru nantinya jadi tempat tinggal yang nyaman," tutup Agung. "Semua elemen masyarakat berhak menikmati kota yang tertib," pungkasnya.
Penyusunan aturan teknis program Zero Gepeng sedang diperbaiki. Dinas terkait akan menyusun skema pendampingan sosial bagi mereka. Pelatihan keterampilan juga disiapkan agar bisa mandiri.
Pemerintah berharap warga mendukung penuh setiap kebijakan ini. Perubahan besar butuh gotong royong dari seluruh elemen. Pekanbaru bergerak menuju kota yang lebih bermartabat. R-02

