Piala Dunia 2026
Mimpi Messi Pupus, Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Dunia
Selebrasi pemain Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia. (sumber: AFP)
JAKARTA, SabangMerauke News – Spanyol resmi menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina. Laga final berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat. Skor akhir 1-0 berkat gol tunggal Ferran Torres di babak tambahan.
Kemenangan ini membawa Spanyol meraih gelar juara dunia kedua. Sebelumnya La Furia Roja angkat trofi pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Dua tahun lalu mereka juga menaklukkan Piala Eropa 2024.
Sementara itu, hasil ini memupus harapan Lionel Messi. Ia gagal membawa Argentina bertahan sebagai juara dunia. Timnya sempat menjadi kampiun di Piala Dunia 2022 Qatar.
Duel langsung berjalan cepat sejak peluit awal dibunyikan. Lamine Yamal menyelinap di sayap kanan pada menit kelima. Tembakannya berhasil diblok Lisandro Martinez lalu diamankan Emiliano Martinez.
Beberapa menit berselang, Messi melesat mengejar umpan terobosan. Unai Simon membaca gerakan dan keluar dari gawang tepat waktu. Bola berhasil dibuang jauh sebelum kendali berpindah kaki Messi.
Penguasaan bola Spanyol mencapai 68 persen di awal laga. Mereka mengatur ritme permainan dengan tenang dan teratur. Argentina kesulitan merebut bola dan membangun serangan balik.
Laga berlangsung keras sejak awal babak pertama. Puluhan pelanggaran terjadi di tengah lapangan sebelum istirahat minum. Skor tetap kacamata 0-0 hingga batas waktu tersebut.
Messi terlihat turun lebih dalam untuk menjemput bola. Ia berusaha memutus jaring pengawalan ketat Rodri dan kawan-kawan. Namun langkah itu pun belum mampu membuka ruang berarti.
Hingga menit ke-35, belum ada peluang nyata tercipta. Spanyol mendominasi namun ragu melepaskan tembakan ke gawang. Pertahanan Argentina berdiri kokoh tanpa celah berarti.
Mikel Oyarzabal mendapat peluang di depan kotak penalti pada menit ke-38. Ia melepaskan tembakan yang langsung dibendung Emiliano Martinez. Kiper nomor satu Argentina tampil sangat sigap di bawah mistar.
Lisandro Martinez mendapat kartu kuning di menit ke-41. Ia menjegal Oyarzabal yang sedang melaju kencang membawa bola. Keputusan wasit Slavko Vincic tak terbantahkan.
Dua menit berselang, Marc Cucurella melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras namun meleset tipis di sisi kiri gawang. Ancaman nyata Spanyol terus datang silih berganti.
Lisandro Martinez terlihat kesakitan di lapangan dan ditarik keluar. Nicolas Otamendi masuk menggantikan posisinya di lini pertahanan. Perubahan taktik dilakukan lebih cepat dari rencana awal.
Skor 0-0 bertahan hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan. Spanyol menguasai jalannya laga namun belum tembus pertahanan. Argentina belum melepaskan satu tembakan pun ke gawang lawan.
Babak kedua dimulai dan Spanyol langsung menaikkan tekanan. Alex Baena menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan. Emiliano Martinez sigap membendung bola dengan kedua tangannya.
Ketegangan meledak di menit ke-52 setelah Leandro Paredes melanggar Rodri. Pemain kedua kubu sempat bersitegang di titik kejadian. Wasit langsung keluarkan kartu kuning untuk Paredes.
Dani Olmo bergerak liar di tengah lapangan dan meluncur ke depan. Umpannya berhasil dibuang Gonzalo Montiel sebelum membahayakan gawang. Montiel pun diganti Nahuel Molina pada menit ke-58.
Luis de la Fuente melakukan pergantian pemain di menit ke-62. Ferran Torres dan Pedri masuk menggantikan Oyarzabal serta Fabian Ruiz. Langkah ini menambah tajam lini serang Spanyol.
Dani Olmo kembali melepaskan tembakan dari luar kotak penalti di menit ke-63. Bola dipukul Emiliano Martinez namun tak sempat ditangkap sempurna. Pertahanan Argentina kembali gemetar namun bertahan.
Ferran Torres menyundul umpan silang Lamine Yamal empat menit kemudian. Arah bola terbaca baik oleh Emiliano Martinez yang langsung menangkap. Peluang emas kembali pupus di tangan kiper Argentina.
Lionel Scaloni ikut merespons dengan memasukkan dua pemain baru. Facundo Medina dan Giuliano Simeone masuk memperkuat lini serang. Argentina mulai berani melangkah lebih jauh ke depan.
De La Fuente tak mau kalah dan mengirim Nico Williams serta Mikel Merino di menit ke-75. Sayap kiri Spanyol kini bergerak jauh lebih cepat dan berbahaya. Tekanan ke gawang Argentina makin tak tertahankan.
Dua ancaman beruntun datang berturut-turut lewat kaki Pedri dan sundulan Pau Cubarsi. Emiliano Martinez menjadi benteng terakhir yang tak tertembus. Ia menepis bola dengan gemilang di kedua kejadian.
Hingga lima menit terakhir, Spanyol sudah melepaskan delapan tembakan tepat sasaran. Argentina masih belum mampu menguji Unai Simon sekali pun. Pertandingan seolah berjalan satu arah saja.
Nico Williams melesat dalam serangan balik di masa penghentian pertandingan. Tembakannya keras dan meluncur deras ke sudut gawang. Emiliano Martinez kembali menepis dengan tangan kanannya.
Enzo Fernandez melanggar Cubarsi di tengah perebutan bola sesaat setelah itu. Wasit langsung keluarkan kartu kuning kedua dan mengusirnya keluar lapangan. Argentina harus bertahan dengan sepuluh orang di menit-menit akhir.
Lamine Yamal melepaskan tendangan bebas berbahaya melengkung ke arah gawang. Emiliano Martinez terbang dan menepis bola dengan ujung jari. Skor 0-0 bertahan hingga waktu normal habis.
Pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu dua kali lima belas menit. Spanyol tetap mendominasi penguasaan bola dan mengatur tempo. Argentina bertahan total berharap adu penalti menentukan nasib.
Nico Williams hampir mencetak gol di menit ke-96 saat bola masuk ke gawang. Namun wasit membatalkan gol tersebut karena pelanggaran sebelumnya. Mikel Merino dinilai menginjak kaki Otamendi dalam prosesnya.
Sengketa itu tak menyurutkan semangat Spanyol yang terus berdatangan. Di menit ke-103, Mikel Merino menyundul umpan silang Nico Williams. Bola meleset tipis di sisi kiri tiang gawang.
Babak pertama perpanjangan waktu berakhir tanpa gol berubah. Spanyol menguasai 70 persen bola namun tetap buntu. Emiliano Martinez tampil seperti dewa di bawah mistar.
Tiga menit memasuki babak kedua perpanjangan waktu, Spanyol memecah kebuntuan. Pedro Porro mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh. Nico Williams melompat tinggi dan menyundul bola ke arah Ferran Torres.
Ferran Torres berdiri bebas tanpa kawalan di dalam kotak penalti. Ia menyambut bola dengan tembakan keras kaki kiri meluncur deras. Bola menghunjam sudut gawang tak bisa dibendung Emiliano Martinez.
"Kami tahu momen itu akan tiba. Kesabaran membawa kami ke sini," ujar Ferran Torres usai pertandingan.
Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Spanyol di menit ke-106. Stadion MetLife meledak dalam sorak sorai penonton. Satu gol itu seolah mematahkan seluruh pertahanan Argentina.
Ferran Torres sempat memasukkan bola untuk kedua kalinya di menit ke-113. Namun bendera asisten wasit sudah terangkat lebih dulu. Posisi offside membuat gol itu gugur dan skor tetap 1-0.
Argentina akhirnya bangkit dan mencoba menyerang di menit-menit akhir. Giuliano Simeone mendapat peluang tembakan di depan gawang. Bola melambung tinggi ke atas mistar tanpa ancaman berarti.
Pau Cubarsi melakukan blok ajaib di detik-detik terakhir pertandingan. Ia mematikan ancaman Argentina yang terakhir kali mengancam gawang. Langkah itu menyegel kemenangan Spanyol dengan mutlak.
Peluit panjang wasit Slavko Vincic akhirnya berbunyi. Spanyol resmi menjadi juara Piala Dunia 2026. La Furia Roja melengkapi dominasi sepak bola dunia dua tahun berturut-turut.
"Tim bermain dengan hati dan disiplin luar biasa. Gelar ini milik semua orang," kata pelatih Luis de la Fuente.
Spanyol kini mencatatkan diri sebagai kekuatan terbesar sepak bola dekade ini. Juara Eropa 2024 dan kini juara dunia 2026. Fondasi muda mereka menjamin dominasi masih berlangsung lama.
Di sisi lain, Messi menunduk pelan saat lawan merayakan kemenangan. Mungkin ini terakhir kalinya ia berkarier di Piala Dunia. Satu trofi lagi terlepas meski berjuang habis-habisan.
Emiliano Martinez menjadi pahlawan tanpa trofi di timnya. Ia melakukan belasan penyelamatan nyaris mustahil sepanjang 120 menit. Tanpa dirinya, skor pasti sudah berlipat ganda ke kubu Spanyol.
Laga ini menjadi bukti nyata kekuatan sepak bola Spanyol. Penguasaan bola, transisi halus, dan kesabaran membuahkan hasil. Mereka tak terburu-buru dan menunggu momen tepat untuk mematikan lawan.
Argentina pulang dengan kepala tegak meski kalah. Mereka bertahan hingga tetes keringat terakhir melawan badai. Namun di hari itu, sepak bola lebih berpihak pada kesabaran.
Trofi Piala Dunia kini kembali ke daratan Eropa setelah dua edisi berturut-turut di Amerika. Spanyol membuktikan bahwa sistem permainan tim bisa menaklukkan individu terbaik dunia. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Final Piala Dunia 2026
Final Terpanas! Pertahanan Sempurna Spanyol Lawan Mental Baja Argentina
-
Piala Dunia 2026
Inggris Bidik Kemenangan Perdana atas Prancis Setelah Satu Dekade

