Final Piala Dunia 2026
Final Terpanas! Pertahanan Sempurna Spanyol Lawan Mental Baja Argentina
Ilustrasi Final Piala Dunia 2026: Argentina vs Spanyol (sumber: tagar.co)
JAKARTA, SabangMerauke News – Pertandingan final Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol dan Argentina. Laga digelar di New York New Jersey Stadium, Senin dini hari pukul 02.00 WIB. Dua tim terbaik dunia bersaing memperebutkan trofi juara.
Spanyol berstatus juara Eropa peringkat kedua dunia. Argentina memegang gelar juara Copa America dan peringkat pertama dunia. Kedua tim belum pernah merasakan kekalahan di turnamen ini.
Albiceleste memenangkan seluruh tujuh pertandingan sebelumnya. La Roja mencatat enam kemenangan dan satu hasil imbang saja. Ini menjadi pertemuan dua kekuatan yang sama tangguh.
Spanyol teruji menaklukkan tiga tim sepuluh besar dunia. Mereka menyingkirkan Portugal, Belgia, hingga Prancis di jalur final. Argentina baru melawan tim sekelas Inggris di babak empat besar.
Tim asuhan Luis de la Fuente hanya kebobolan satu kali sepanjang turnamen. Sementara lini belakang Lionel Scaloni sudah tujuh kali dibobol lawan. Perbedaan gaya permainan sangat terlihat jelas di sini.
Kedua tim sama-sama berhadapan dengan Tanjung Verde. Spanyol melawannya di fase grup, Argentina di babak 32 besar. Hasil pertemuan itu memberikan gambaran cara main mereka.
La Roja menahan imbang tanpa kebobolan tim debutan tersebut. Mereka melepaskan 27 peluang dengan tujuh tembakan tepat sasaran. Tanjung Verde hanya membalas dengan satu tembakan ke arah gawang.
Sebaliknya Argentina butuh waktu tambahan untuk menang 3-2. Mereka melepaskan 22 tembakan dengan 12 tepat sasaran dalam 120 menit. Tim Afrika itu membalas 16 tembakan dan lima ke arah gawang lawan.
Kemenangan Argentina bergantung pada gol bunuh diri lawan. Mereka sempat tertinggal dan harus berjuang keras sampai akhir. Perjalanan menuju final tak semulus yang dialami Spanyol.
Argentina harus bersusah payah menaklukkan tim peringkat lebih rendah. Tanjung Verde, Mesir, dan Swiss membuat mereka kesulitan. Bahkan saat melawan Inggris pun tim ini sempat tertinggal duluan.
Sementara Spanyol makin mantap penampilannya setelah fase grup. Mereka menundukkan tim-tim kuat dengan permainan yang teratur. Benteng pertahanan menjadi kunci utama kesuksesan tim ini.
Spanyol adalah tim paling sulit ditembus lawan di turnamen. Performa seperti ini sudah terbentuk sejak lama sebelum turnamen dimulai. Mereka tak pernah kalah dalam 37 pertandingan sejak Maret 2024.
Sejak seri lawan Turki akhir tahun lalu, mereka jarang kebobolan banyak. Hanya satu kali kebobolan lebih dari satu gol dalam 11 laga terakhir. Rekor ini menunjukkan kekompakan luar biasa tim Eropa.
Argentina pernah tiga kali kalah dalam 37 pertandingan terakhirnya. Mereka tumbang dari Kolombia, Paraguay, dan Ekuador berurutan. Namun sejak kalah dari Ekuador tahun lalu, mereka belum pernah kalah lagi.
Tim ini tak terkalahkan dalam 14 pertandingan berjalan. Mereka dua kali kebobolan lebih dari satu gol saat melawan tim Afrika dan Mesir. Mental juara tetap terjaga meski lini belakang rapuh.
Terakhir kali tim Eropa mengalahkan Argentina terjadi delapan tahun lalu. Prancis menang dramatis 4-3 di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Spanyol sendiri pernah kalah saat bertemu di Piala Dunia 1966.
Dari 14 pertemuan kedua tim, hasilnya sangat berimbang. Masing-masing tim meraih enam kemenangan dan dua laga berakhir imbang. Pertemuan terakhir terjadi saat persahabatan tahun 2018 dengan kemenangan telak Spanyol.
Duel ini seharusnya berlangsung pada ajang Finalissima bulan Maret. Pertandingan itu terpaksa dibatalkan karena situasi tak stabil di Timur Tengah. Kini laga penentuan justru terjadi di panggung tertinggi sepak bola.
Spanyol cenderung menguasai jalannya pertandingan dan mendikte permainan. Namun mereka sering kesulitan menghadapi tim yang menekan tinggi. Gaya fisikal dan agresif Argentina bisa menjadi ujian berat.
Argentina sering menggunakan cara provokasi mengganggu fokus lawan. Mereka ingin memancing emosi agar permainan lawan menjadi kacau. Strategi ini kerap berhasil membuat tim lain kehilangan ritme.
"Kami harus tenang menghadapi setiap tekanan dari lawan," ujar Luis de la Fuente. "Fokus utama tertuju pada permainan kami sendiri dan taktik yang disiapkan," tambahnya.
Statistik penguasaan bola sedikit dipegang oleh Spanyol. Namun Argentina lebih unggul dalam jumlah dan akurasi umpan. Mereka melepaskan 4.772 umpan dengan 4.324 tepat sasaran.
Spanyol mencatat 4.592 umpan dengan 4.156 akurat. Kualitas pemain tengah menjadi kunci keseimbangan serangan dan pertahanan. Rodri dan Fabian Ruiz menjadi jantung permainan tim ini.
Banyak nama besar di skuad Spanyol yang patut diwaspadai. Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Mikel Oyarzabal sangat tajam di depan. Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi menjadi benteng di lini belakang.
"Kami tahu kekuatan lawan, tapi kami punya kelebihan sendiri," ungkap Lionel Scaloni. "Kami bermain dengan hati dan mental pantang menyerah di setiap laga," jelasnya.
Sebaliknya permainan Argentina sangat bergantung pada Lionel Messi. Kapten tim mencetak delapan gol atau 42 persen total gol tim. Ia juga menyumbang empat assist dan berkontribusi 63 persen gol tim.
Messi paling aktif mengirim umpan silang dan menerima operan rekan. Di usianya yang tak muda lagi, ia masih bergerak paling lincah. Ia menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan rapi Spanyol.
Pemain lain yang perlu diwaspadai adalah Leandro Paredes. Enzo Fernandez rajin membuka ruang serangan dan Julian Alvarez aktif menekan. Keseimbangan tim terjaga berkat peran penting mereka di lapangan.
Kondisi fisik pemain kedua tim kini sudah dalam keadaan prima. Lamine Yamal dan Pedro Porro hanya istirahat pencegahan saat latihan. Mereka dipastikan siap tampil dengan susunan pemain terbaik.
Cristian Romero dan Leandro Paredes sudah pulih dari kram otot. Lionel Scaloni memiliki seluruh pemain dalam kondisi siap tempur. Ia mungkin mengubah komposisi di sektor sayap dan pertahanan.
Lautaro Martinez kemungkinan duduk di bangku cadangan. Julian Alvarez akan berduet dengan Messi di lini depan. Dua pelatih menyiapkan taktik terbaik untuk meraih kemenangan.
Spanyol diprediksi akan bermain sabar menunggu celah pertahanan lawan. Argentina bakal memanfaatkan serangan balik cepat dan kekuatan fisik. Pertandingan ini dipastikan berjalan sengit dan penuh kejutan.
Bagi Argentina ini bisa jadi peluang terakhir Messi juara dunia lagi. Spanyol ingin membawa pulang trofi kedua sepanjang sejarah mereka. Siapapun menang, laga ini akan dikenang selamanya. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Piala Dunia 2026
Inggris Bidik Kemenangan Perdana atas Prancis Setelah Satu Dekade

