Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau
Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News – Kericuhan hebat meletus di lingkungan DPRD Riau usai rapat anggaran. Anggota dewan saling dorong, melempar benda, hingga beradu fisik. Peristiwa ini terjadi antara kelompok Wakil Ketua Dewan Parisman Ikhwan dan Ketua Komisi V Indra Gunawan Eet.
Yang memilukan, kedua pihak yang bertikai sama-sama berasal dari Fraksi Partai Golkar. Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia langsung mengecam peristiwa ini. Ia menilai kelakuan tersebut sangat memalukan seluruh partai.
"Memalukan! Wakil rakyat seharusnya memberi contoh baik bagi masyarakat," tegas Doli. "Setiap masalah harus diselesaikan lewat dialog, bukan amarah apalagi pukulan." Ia menyampaikan penyesalan mendalam atas kejadian yang mencoreng nama lembaga legislatif.
Kericuhan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB usai Rapat Badan Anggaran bersama TAPD. Awalnya hanya perdebatan mulut yang memanas tajam. Suasana berubah drastis menjadi saling serang fisik di dalam ruangan.
Benda-benda yang ada di ruangan sempat melayang ke sana kemari. Saksi mata melihat adu dorong dan pukulan antar pendukung kedua tokoh. Kekacauan itu berlangsung cukup lama sebelum akhirnya dipisahkan.
"Saya lihat sendiri keributan antar kubu Pak Parisman dan Pak Indra," ujar salah satu saksi mata. "Kejadian berlangsung mendadak saat rapat baru saja usai berlangsung." Ia menambahkan semua pihak berasal dari fraksi yang sama.
Doli menelusuri awal mula permasalahan yang terjadi saat rapat berlangsung. Indra Gunawan Eet diduga memojokkan posisi Parisman Ikhwan dalam pembahasan. Hal itu memancing emosi Parisman hingga suasana tak terkendali.
"Padahal itu forum pembahasan anggaran yang seharusnya tenang," jelas Doli. "Sesama rekan separtai seharusnya saling jaga nama baik dan soliditas." Ia menegaskan tak boleh ada rasa lebih hebat antar sesama anggota.
Pimpinan pusat meminta DPD Golkar Riau segera mengambil langkah tegas. Kedua pihak yang terlibat wajib dipanggil untuk dimintai keterangan. Tindakan ini agar tidak menyebar melibatkan kelompok lain di luar rapat.
Atas nama seluruh kader partai, Doli menyampaikan permohonan maaf resmi. Masyarakat Riau tentu merasa tidak nyaman melihat peristiwa tersebut. Partai berjanji akan menyelesaikan masalah ini secara transparan.
Sementara itu, Ketua DPRD Riau Kedersimanto memastikan keadaan sudah aman. Ia menduga kejadian itu murni akibat kesalahpahaman sesaat antar anggota. Namun demikian, pihaknya akan memproses sesuai aturan yang berlaku.
"Kini suasana sudah kondusif dan kembali aman seperti sedia kala," ujar Kedersimanto. "Kami akan menindaklanjuti agar kejadian serupa tak terulang lagi." Ia mengimbau seluruh anggota dewan menjaga etika wakil rakyat.
Peristiwa ini menjadi catatan kelam bagi dunia perwakilan rakyat daerah. Pembahasan anggaran yang seharusnya demi kepentingan warga justru berujung kekerasan. Publik kini menanti langkah tegas baik dari partai maupun pimpinan dewan. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Insiden Pemukulan Mahasiswa
Laporan Dicabut, Polisi Tetap Usut Benturan Kepala di DPRD Riau

