Kecelakaan Tol Trans Sumatera Turun, Korban Tewas Justru Melonjak, Hutama Karya Ungkap Penyebabnya
PT Hutama Karya menyoroti lonjakan fatalitas kecelakaan meski jumlah insiden jalan tol mengalami penurunan sepanjang 2026. Foto : Istimewa
RIAU, SabangMerauke News - PT Hutama Karya menyoroti lonjakan fatalitas kecelakaan meski jumlah insiden jalan tol mengalami penurunan sepanjang 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius manajemen demi meningkatkan perlindungan pengguna jalan. Evaluasi keselamatan terus dilakukan pada seluruh ruas Tol Trans Sumatera secara berkelanjutan.
Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah PT Hutama Karya, Untung Joko Ristiyono, memaparkan perkembangan angka kecelakaan terbaru. Sepanjang 2025 tercatat 35 kecelakaan dengan enam korban meninggal dunia. Hingga Juli 2026, kecelakaan turun menjadi 16 kejadian, tetapi korban meninggal meningkat mencapai 18 orang.
Untung mengakui peningkatan fatalitas menjadi tantangan besar meski jumlah kecelakaan berhasil ditekan. Menurutnya, perusahaan terus mengevaluasi faktor penyebab setiap insiden secara menyeluruh. “Jumlah kecelakaan memang menurun, tetapi tingkat fatalitas justru meningkat,” ujar Untung, Kamis (16/7/2026).
Data internal Hutama Karya menunjukkan Juni 2026 menjadi periode dengan korban meninggal tertinggi sepanjang tahun berjalan. Delapan pengguna jalan kehilangan nyawa selama bulan tersebut akibat sejumlah kecelakaan. Hingga pertengahan Juli 2026, korban meninggal bertambah menjadi dua orang.
Peningkatan korban meninggal mendorong perusahaan memperluas program keselamatan pada seluruh ruas jalan tol. Edukasi berkendara aman terus digencarkan melalui berbagai kegiatan lapangan. Fokus utama diarahkan kepada pengemudi agar mengenali risiko kelelahan selama perjalanan.
Salah satu program rutin berupa Operasi Mikrosleep kembali digelar pada sejumlah titik strategis jalan tol. Program tersebut mengingatkan pengendara mengenai bahaya mengemudi saat tubuh kehilangan konsentrasi. Petugas juga membagikan informasi keselamatan secara langsung kepada pengguna jalan.
Hutama Karya turut menghadirkan inovasi digital melalui aplikasi Mozy untuk mendukung perjalanan lebih aman. Aplikasi tersebut menyajikan kondisi lalu lintas secara real time sebelum pengguna memulai perjalanan. Informasi kepadatan, situasi jalan, serta layanan pendukung dapat diakses lebih cepat.
Perusahaan berharap teknologi digital mampu membantu pengguna menentukan waktu perjalanan paling aman. Pengemudi juga dapat mempersiapkan kebutuhan perjalanan sebelum memasuki ruas tol. Langkah tersebut diharapkan mengurangi potensi kecelakaan akibat kondisi jalan maupun kelelahan.
Untung menegaskan seluruh inovasi keselamatan dirancang agar manfaatnya langsung dirasakan pengguna jalan setiap hari. Edukasi terus diperkuat melalui berbagai media dan kegiatan lapangan secara konsisten. “Kami ingin memberikan kenyamanan dan keselamatan secara maksimal,” tegas Untung.
Ia menilai faktor manusia masih menjadi penyebab dominan kecelakaan dengan tingkat fatalitas tinggi. Pengemudi sering memaksakan perjalanan meski kondisi tubuh sudah tidak prima. Situasi tersebut meningkatkan risiko kehilangan konsentrasi ketika melaju pada kecepatan tinggi.
Untung mengimbau seluruh pengguna jalan menghentikan perjalanan saat tubuh mulai lelah atau mengantuk. Rest area tersedia sebagai tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir. “Kalau memang sudah lelah, jangan dipaksakan. Silakan beristirahat di rest area. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Hutama Karya optimistis kombinasi edukasi, pengawasan, serta pemanfaatan teknologi mampu menekan angka kecelakaan fatal. Perusahaan juga mengajak seluruh pengguna jalan membangun budaya berkendara aman setiap perjalanan. Kesadaran pengemudi tetap menjadi faktor paling menentukan terciptanya lalu lintas jalan tol yang selamat.(R-04)

