Baru Saja Ukur Baju Lamaran, Rifki Hilang Terseret Sungai Kampar
Tim Basarnas menelusuri Sungai Kampar mencari Rifki Marwanda yang jatuh dari jembatan usai aksi standing dengan sepeda motor, Rabu, 15 Juli 2026. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Rifki Marwanda (21) warga Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kampar dilaporkan hilang. Ia terjatuh ke Sungai Kampar usai motornya menabrak pagar Jembatan Rantau Berangin. Peristiwa berlangsung Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Hingga Rabu siang, tim gabungan masih menyisir aliran sungai untuk mencari korban. Keluarga dan kekasih menanti dengan harapan besar keberadaan Rifki segera diketahui. Di balik musibah itu terselip kisah rencana bahagia yang belum terwujud.
Kekasih Rifki bernama Anggun menceritakan rencana lamaran yang tinggal menghitung hari. Hubungan keduanya telah terjalin sejak masa sekolah menengah pertama. Mereka berencana melaksanakan acara lamaran tepat bulan depan.
"Tadi baru saja kita ukur baju buat lamaran," tulis Anggun di media sosial. Ia memohon petunjuk dan kekuatan agar pasangannya segera ditemukan. "Semua sudah kita rencanakan bersama," tambahnya penuh harap.
Edi, warga sekitar, mengonfirmasi persiapan pasangan tersebut. Sebelum kejadian, Anggun sempat bertanya tempat menjahit pakaian di rumahnya. Keduanya akhirnya berangkat ke arah Desa Silam untuk mencari alternatif.
Saat kejadian, Rifki berada di jembatan bersama dua rekannya, Andre dan Aldi. Ia berpamitan pulang menggunakan sepeda motor Honda Beat miliknya. Jarak bergerak sekitar sepuluh meter, korban diduga melakukan aksi mengangkat roda depan.
Kehilangan kendali membuat motor meluncur menabrak pagar pembatas jembatan. Rifki terpental jatuh langsung ke dalam aliran Sungai Kampar yang deras. Kedua temannya segera berlari ke tepian namun tak menemukan jejak.
Mereka meminta bantuan warga lalu melaporkan kejadian ke Polsek Bangkinang Barat. Personel tiba di lokasi sekitar pukul 23.30 WIB untuk memulai pencarian. Belakangan tim BPBD, Basarnas, dan Dinas Sosial ikut bergabung.
Kasat Lantas Polres Kampar AKP Wulan Afdhalia Ramdhani membenarkan laporan masuk. "Kami langsung kirim tim ke lokasi sesaat setelah menerima informasi," ujarnya. Pencarian dilakukan menyusuri sungai ke hulu maupun ke hilir.
Namun hingga waktu yang ditentukan, belum ada tanda keberadaan korban. Aliran air yang cukup deras menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Pencarian akan terus dijalankan sampai ada hasil yang pasti.
Polisi mengimbau seluruh pengendara menahan diri dari atraksi berbahaya. Aksi mengangkat roda depan sangat berisiko di jalan umum maupun jembatan. Kesalahan sedikit saja bisa berujung kecelakaan fatal bagi pelakunya.
"Keselamatan diri dan orang lain harus menjadi prioritas utama," tegas Wulan. Fasilitas jalan bukan tempat untuk unjuk kebolehan mengendarai motor. Konsekuensi yang ditanggung bisa berupa kerugian besar seumur hidup.
Kisah Rifki menyentuh hati banyak warga di sekitar Kampar. Rencana indah yang disiapkan berbulan-bulan kini tertunda tak tentu waktu. Doa mengalir deras dari berbagai penjuru untuk keselamatan pemuda tersebut.
Anggun kembali menuliskan pesan penuh harapan agar Rifki segera pulang. "Sayang, ayo kita naik dulu. Semua menunggu sayang di sini," tulisnya. Ia berharap kekuatan tuhan menyertai perjalanan pulang kekasih hatinya.
Tim pencarian tidak akan berhenti sebelum menemukan titik terang. Koordinasi antarinstansi diperkuat untuk memperluas jangkauan penyisiran. Masyarakat yang melihat hal mencurigakan diminta segera menghubungi pihak berwenang. R-02

