Jenazah Dokter Magang Mahasiswa Universitas Riau Ditemukan di Sekitar RSUD Siak
Dokter magang, Alex Kristo Lotis, 30 tahun, mahasiswa Universitas Riau. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Seorang dokter residen anestesi ditemukan tewas di area semak belukar RSUD Tengku Rafian Siak. Penemuan terjadi Selasa pukul 11.30 WIB di sisi luar pagar rumah sakit. Korban teridentifikasi Alex Kristo Lotis, 30 tahun, mahasiswa Universitas Riau.
Kasat Reskrim Polres Siak, Dr Raja Kosmos, membenarkan identitas korban. "Korban mulai bertugas di rumah sakit ini sejak 1 Juli lalu," ujarnya. Ia datang untuk menjalani pendidikan dokter spesialis anestesi.
Keluarga melaporkan korban hilang sejak Senin sore kemarin. Istri korban mencoba menghubungi telepon genggam suaminya. Namun, nomor tersebut sudah tidak aktif sama sekali.
Pencarian dilakukan ke seluruh ruangan dan fasilitas rumah sakit. Rekan sejawat maupun petugas keamanan tak melihat keberadaan korban. Pihak keluarga di daerah asal juga tidak mendapat kabar apa pun.
Istri korban kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas rumah sakit. Di area radiologi, korban terlihat berjalan sendirian keluar gerbang. Ia bergerak menuju arah Jalan Raja Kecik lewat pos keamanan kedua.
Pagi harinya, tim gabungan kembali menyisir kawasan sekitar rumah sakit. Petugas keamanan Arif Syahdu, Yudi Arianto, dan sopir ambulans Selamat ikut terlibat. Mereka memeriksa titik terluar yang menjadi arah pergerakan korban.
Arif mencoba memanjat pagar pembatas untuk melihat ke luar. Di sana, ia melihat sosok korban terbaring diam di antara semak belukar. Lokasi penemuan berjarak lima meter dari pagar dan 30 meter dari jalan raya.
Petugas segera melaporkan temuan kepada petugas kepolisian setempat. Garis polisi langsung dipasang di sekeliling lokasi kejadian. Tim penyidik melakukan pemeriksaan menyeluruh di tempat kejadian.
"Barang-barang milik korban di lokasi ditemukan dalam keadaan lengkap," kata Raja Kosmos. Tas sandang, dompet, ponsel, kartu identitas, dan alat medis masih ada. Tidak ada tanda-tanda pengambilan barang milik orang lain.
Penyidik juga belum menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. "Sementara ini belum terlihat luka bekas pukulan atau senjata tajam," tambahnya. Jenazah langsung dikirim ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk autopsi.
Istri korban berinisial dr YM juga bertugas di rumah sakit tersebut. Pasangan ini baru menikah selama kurun waktu dua tahun terakhir. Ia menyatakan korban tidak memiliki riwayat penyakit berat.
"Keluarga juga tidak melaporkan adanya persoalan rumah tangga yang serius," jelas Raja Kosmos. Pihak kepolisian kini mendalami segala kemungkinan penyebab kematian. Hasil autopsi akan menjadi kunci penjelasan atas peristiwa ini.
Keluarga terus mendampingi proses evakuasi hingga pemeriksaan berjalan. Polisi meminta masyarakat menunggu hasil resmi dari tim medis. Penyelidikan akan terus berlanjut sampai fakta terungkap sepenuhnya. R-02

