Tak Mau Salah Sasaran, Pemko Pekanbaru Perbarui DTSEN Berkala demi Warga yang Benar-Benar Berhak
Wawako Markarius membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) DTSEN di Aula Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Selasa (7/7/2026). Foto: Dok SM News
RIAU, SabangMerauke News – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) hingga berbagai program pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Untuk mewujudkan hal itu, Pemko terus melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara berkala agar data penerima bantuan selalu akurat dan sesuai kondisi terbaru di lapangan.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan pembaruan DTSEN menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mencegah terjadinya kesalahan sasaran dalam penyaluran bantuan pemerintah.
Menurutnya, perubahan data kependudukan maupun kondisi ekonomi masyarakat dapat terjadi setiap saat. Karena itu, data harus diperbarui secara rutin agar pemerintah memiliki basis data yang valid dalam mengambil kebijakan.
"Minimal per bulan itu kita bisa update. Ada orang yang sudah pindah, melahirkan, meninggal, itu baru data kependudukan. Kemudian data ekonominya lagi," ujar Markarius usai membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) DTSEN di Aula Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, pemutakhiran DTSEN tidak hanya mencakup perubahan administrasi kependudukan, tetapi juga kondisi sosial ekonomi masyarakat yang dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, proses pembaruan data akan dilakukan secara terkoordinasi bersama berbagai pihak, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga informasi yang digunakan pemerintah selalu mutakhir.
Markarius menilai data yang akurat merupakan fondasi utama dalam menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan maupun bantuan sosial. Dengan basis data yang benar, pemerintah dapat memastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan memperoleh haknya.
"Maka data perlu diperbarui. Supaya kita bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Jangan sampai orang yang membutuhkan tidak kebagian. Dan malah orang yang mampu masih dapat bantuan. Ini yang ingin kita cek betul," tegasnya.
Ia menambahkan, pembaruan data secara berkala juga akan memperkuat efektivitas berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial hingga pelayanan publik lainnya. Dengan demikian, anggaran yang disalurkan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Markarius juga mengingatkan seluruh operator dari 83 kelurahan yang mengikuti Bimtek DTSEN agar menjalankan proses pendataan secara profesional, teliti, dan sesuai kondisi nyata masyarakat di lapangan.
Menurutnya, petugas pendata memiliki peran strategis dalam menghasilkan data yang berkualitas. Kesalahan sekecil apa pun dalam pendataan dapat berdampak pada ketidaktepatan penerima bantuan.
"Sehingga data-data yang dihasilkan up to date dan bisa dipertanggungjawabkan," pungkasnya.
Melalui pemutakhiran DTSEN yang dilakukan secara rutin, Pemko Pekanbaru berharap seluruh program bantuan sosial dan pelayanan pemerintah semakin tepat sasaran, transparan, serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (R-05)

