Rutin Makan Cokelat Setiap Hari, Sehat atau Berbahaya? Ini Penjelasan Lengkap Ahli
Ilustrasi
JAKARTA, SabangaMerauke News – Kebiasaan mengonsumsi cokelat setiap hari ternyata tidak selalu berdampak buruk bagi kesehatan. Bahkan, jika memilih jenis cokelat yang tepat dan dikonsumsi dalam jumlah wajar, camilan favorit banyak orang ini justru dapat memberikan berbagai manfaat, mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga meningkatkan fungsi otak.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa manfaat tersebut tidak berlaku untuk semua jenis cokelat. Kandungan gula, lemak jenuh, serta kadar kakao menjadi faktor utama yang menentukan apakah cokelat membawa manfaat atau justru meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Dilansir dari EatingWell, dark chocolate atau cokelat hitam dengan kandungan kakao tinggi merupakan pilihan yang paling direkomendasikan. Jenis cokelat ini kaya akan flavonoid, yaitu senyawa antioksidan yang terbukti membantu melancarkan aliran darah, menurunkan tekanan darah, mengurangi kolesterol jahat (LDL), dan menjaga kesehatan pembuluh darah.
Bahkan, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Scientific Reports pada 2024 menemukan bahwa konsumsi dark chocolate secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko hipertensi hingga 27 persen dan risiko pembekuan darah pada vena sebesar 31 persen.
Selain menjaga kesehatan jantung, dark chocolate juga menjadi sumber zat besi yang cukup baik. Dalam sekitar 50 gram dark chocolate terkandung hampir sepertiga kebutuhan zat besi harian orang dewasa. Nutrisi ini berperan penting dalam pembentukan sel darah merah sehingga membantu mencegah anemia yang sering ditandai tubuh mudah lelah dan kurang bertenaga.
Tak hanya itu, kandungan flavonoid dalam kakao juga dipercaya mendukung kesehatan otak. Sejumlah penelitian menunjukkan senyawa tersebut mampu meningkatkan aliran darah menuju otak sehingga membantu memperbaiki daya ingat, meningkatkan konsentrasi, dan menjaga kemampuan berpikir.
Dalam sebuah studi, konsumsi sekitar 30 gram dark chocolate berkadar kakao 85 persen setiap hari selama tiga minggu juga dikaitkan dengan penurunan suasana hati negatif dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi cokelat.
Cokelat juga mengandung karbohidrat dan sedikit kafein yang dapat membantu meningkatkan energi. Tak heran jika banyak orang merasa lebih bersemangat setelah mengonsumsi cokelat. Selain itu, sensasi menikmati cokelat juga diyakini mampu memperbaiki suasana hati dan membantu mengurangi stres.
Meski demikian, manfaat tersebut hanya akan diperoleh jika konsumsi dilakukan secara bijak. Mengonsumsi cokelat secara berlebihan justru dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi kesehatan.
Mengutip Everyday Health, milk chocolate dan white chocolate umumnya mengandung gula serta lemak jenuh lebih tinggi dibandingkan dark chocolate. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan memperbesar risiko penyakit jantung.
Cokelat juga termasuk makanan tinggi kalori. Jika dikonsumsi tanpa mengontrol asupan kalori harian, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Kandungan gula yang tinggi juga dapat memicu rasa lapar lebih cepat sehingga seseorang cenderung makan lebih banyak.
Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki intoleransi laktosa atau sindrom iritasi usus (IBS), milk chocolate dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, diare, sakit perut, hingga produksi gas berlebih.
Selain itu, kandungan oksalat dalam cokelat diduga dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal pada orang yang rentan. Kandungan kafein dan senyawa beta-phenylethylamine juga disebut berpotensi memicu migrain pada sebagian orang, meski hubungan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Konsumsi milk chocolate maupun white chocolate yang tinggi gula juga berpotensi memperburuk kondisi jerawat karena dapat meningkatkan produksi sebum dan memicu peradangan pada kulit.
Karena itu, para ahli menyarankan memilih dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 70 persen apabila ingin mengonsumsi cokelat setiap hari. Jenis cokelat ini mengandung flavonoid lebih tinggi serta umumnya memiliki kadar gula yang lebih rendah dibandingkan cokelat susu maupun cokelat putih.
Dengan kata lain, makan cokelat setiap hari diperbolehkan selama porsinya tidak berlebihan dan tetap menjadi bagian dari pola makan yang seimbang. Cokelat sebaiknya diposisikan sebagai camilan sehat, bukan pengganti makanan bergizi yang dibutuhkan tubuh setiap hari. (R-05)

