Apa Itu Platinum yang Ditemukan di Mobil Bupati Langkat? Nilainya Ditaksir Tembus Rp40 Miliar
Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News – Penemuan 55 kilogram logam mulia jenis platinum atau platina di dalam mobil Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim, menjadi salah satu temuan paling menyita perhatian dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain jumlahnya yang fantastis, nilai logam tersebut diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
Platinum merupakan logam mulia berwarna putih keperakan yang tergolong jauh lebih langka dibandingkan emas. Karena sifatnya yang tahan korosi, kuat, dan memiliki titik leleh tinggi, platinum menjadi salah satu logam paling bernilai di dunia.
Tak hanya digunakan sebagai perhiasan mewah, platinum juga memiliki peran penting dalam berbagai sektor industri. Logam ini dimanfaatkan untuk pembuatan katalis kendaraan bermotor, komponen elektronik, peralatan laboratorium, hingga perangkat medis. Bahkan, senyawa platinum digunakan sebagai bahan dasar sejumlah obat kemoterapi untuk membantu pengobatan beberapa jenis kanker.
Temuan platinum tersebut diungkap KPK usai melakukan OTT terhadap Bupati Langkat Syah Afandin pada Kamis (2/7). Dalam penggeledahan, penyidik menemukan puluhan keping logam yang diduga merupakan platinum.
"Tim juga menemukan 55 keping logam platinum dengan total berat kurang lebih 55 kilogram di mobil SAF," ujar Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konferensi pers, Jumat (3/7).
Menurut Taufik, hasil penelusuran awal menunjukkan setiap keping logam tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp900 juta. Jika dikalikan dengan jumlah yang ditemukan, total nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp40 miliar.
"Dugaan awal itu ada nilainya karena kalau kita browsing di website yang umum bahwa itu bernilai per kepingnya itu Rp900 jutaan. Sudah dicek di website sehingga kalau dikalikan 55 keping itu sekitar Rp40-an miliar," katanya.
Meski demikian, KPK menegaskan nilai tersebut masih berupa estimasi awal. Penyidik akan menelusuri asal-usul logam mulia tersebut sekaligus memastikan keasliannya melalui pemeriksaan ahli.
"Kami akan meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan terkait asal-usul logam tersebut. Untuk memastikan keasliannya, kami juga akan melibatkan ahli, kemungkinan dari Antam maupun Pegadaian yang memiliki kompetensi di bidang itu," jelas Taufik.
Hingga kini, platinum yang ditemukan masih menjadi barang bukti dalam proses penyidikan KPK. Selain menelusuri kepemilikan dan sumber perolehannya, penyidik juga akan mendalami keterkaitan logam mulia bernilai fantastis tersebut dengan perkara dugaan korupsi yang sedang diusut. (R-05)

