Tidur Tanpa Bantal, Baik atau Berbahaya? Ketahui Manfaat, Risiko, dan Cara Mencobanya
Ilustrasi
JAKARTA, SabangMerauke News – Tidur tanpa bantal belakangan menjadi perbincangan karena disebut-sebut mampu memperbaiki postur tubuh dan mengurangi nyeri leher. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Manfaat tidur tanpa bantal hanya berlaku pada kondisi dan posisi tidur tertentu, sementara bagi sebagian orang justru dapat memicu gangguan pada leher hingga tulang belakang.
Dilansir dari Healthline, fungsi utama bantal adalah menjaga kepala, leher, dan tulang belakang tetap berada dalam posisi netral selama tidur. Karena itu, keputusan untuk tidur tanpa bantal sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan posisi tidur masing-masing.
Salah satu manfaat yang paling sering dikaitkan dengan tidur tanpa bantal adalah membantu memperbaiki postur tubuh, khususnya bagi orang yang terbiasa tidur dengan posisi tengkurap. Pada posisi ini, penggunaan bantal dapat membuat leher menekuk terlalu tinggi sehingga meningkatkan tekanan pada tulang belakang.
Dengan tidak menggunakan bantal, posisi kepala menjadi lebih sejajar dengan kasur sehingga tekanan pada leher dapat berkurang. Meski demikian, manfaat tersebut hanya berlaku untuk posisi tidur tengkurap. Sementara bagi orang yang tidur telentang atau menyamping, tidur tanpa bantal justru dapat mengganggu keselarasan tulang belakang.
Selain itu, tidur tanpa bantal juga berpotensi membantu mengurangi keluhan sakit leher pada sebagian orang yang tidur tengkurap. Posisi kepala yang tidak terlalu terangkat dinilai dapat mengurangi ketegangan pada otot leher. Namun, hingga kini penelitian ilmiah mengenai manfaat tersebut masih terbatas sehingga konsultasi dengan dokter tetap dianjurkan jika keluhan nyeri leher sering terjadi.
Di sisi lain, tidur tanpa bantal juga memiliki sejumlah risiko. Pada posisi tidur telentang maupun menyamping, tidak adanya penyangga kepala dapat menyebabkan leher meregang berlebihan selama berjam-jam. Kondisi ini berpotensi menimbulkan nyeri leher, sakit kepala, hingga membuat postur tubuh menjadi kurang ideal.
Beban tubuh yang bertumpu di bagian tengah juga membuat tulang belakang tidak selalu berada pada posisi netral meski tidur tanpa bantal. Akibatnya, tekanan pada sendi dan otot tetap dapat terjadi.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba tidur tanpa bantal, disarankan melakukannya secara bertahap. Mulailah dengan menggunakan penyangga yang lebih tipis, seperti handuk atau selimut yang dilipat, kemudian kurangi ketebalannya sedikit demi sedikit hingga tubuh dapat beradaptasi.
Konsultasi dengan dokter juga penting dilakukan, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pada tulang belakang seperti skoliosis atau keluhan nyeri kronis. Selain itu, penggunaan bantal pada bagian tubuh lain, seperti di bawah lutut saat tidur telentang atau di antara kedua lutut saat tidur menyamping, dapat membantu menjaga posisi tulang belakang tetap netral.
Pemilihan kasur juga tidak kalah penting. Kasur yang terlalu empuk dapat membuat tulang belakang melengkung berlebihan sehingga meningkatkan risiko nyeri punggung, terutama jika tidur tanpa bantal. (R-05)

