Di Balik Senyum 75 Anak, Khitanan Gratis YFMM di Kepulauan Meranti Satukan Kepedulian Tanpa Sekat
Melalui kegiatan yang digelar Yayasan Fitrah Madani Meranti (YFMM), sebanyak 75 anak mengikuti Khitanan Massal Gratis Sabtu (4/7/2026) pagi. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Suara tawa anak-anak memenuhi halaman Pondok Pesantren Darul Fikri, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebingtinggi, Sabtu (4/7/2026) pagi. Di tengah masa libur sekolah yang biasanya dihabiskan untuk bermain, puluhan anak justru datang dengan satu tujuan yang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka, yakni mengikuti khitanan massal gratis.
Satu per satu mereka duduk didampingi orang tua. Ada yang tampak berani, ada pula yang menggenggam erat tangan ayah atau ibunya sambil menahan rasa gugup. Namun senyum para relawan dan tenaga medis Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti perlahan menghapus ketegangan itu.
Hari itu bukan sekadar pelayanan kesehatan, melainkan wujud kepedulian agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama memperoleh layanan khitan secara layak tanpa membebani ekonomi keluarga.
Melalui kegiatan yang digelar Yayasan Fitrah Madani Meranti (YFMM), sebanyak 75 anak mengikuti Khitanan Massal Gratis. Program sosial tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya keluarga yang selama ini menunda khitan anak karena keterbatasan biaya.
Kegiatan itu terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak. Selain didukung Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, khitanan massal juga mendapat dukungan dari Bank Riau Kepri Syariah Selatpanjang, Dompet Dhuafa, Tentang Rasa, Serba Murah, serta Yayasan Muallaf. Sinergi pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, hingga komunitas tersebut menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Namun, ada pemandangan yang membuat kegiatan itu terasa semakin istimewa.
Di antara puluhan peserta, terdapat tiga anak nonmuslim yang turut mengikuti khitanan massal. Mereka datang bersama orang tua masing-masing, tanpa rasa canggung, lalu duduk berdampingan dengan peserta lainnya menunggu giliran mendapatkan pelayanan.
Keikutsertaan mereka menjadi gambaran bahwa kegiatan kemanusiaan mampu melampaui sekat perbedaan. Di tempat itu, yang hadir bukan lagi persoalan agama maupun latar belakang, melainkan semangat saling membantu dan memberikan pelayanan kesehatan kepada setiap anak yang membutuhkan.
Bagi para orang tua, program tersebut menjadi harapan yang selama ini dinanti. Biaya khitan yang bagi sebagian keluarga cukup memberatkan kini dapat teratasi. Mereka pun merasa terbantu karena anak-anak mendapatkan pelayanan medis yang aman, nyaman, sekaligus tanpa dipungut biaya.
Bagi anak-anak sendiri, hari itu mungkin akan selalu mereka kenang. Setelah sempat diliputi rasa takut, mereka keluar dari ruang tindakan dengan wajah lega. Tangis yang sempat pecah berganti senyum ketika menerima perhatian dan semangat dari keluarga maupun panitia.
Khitanan massal ini sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian sosial akan semakin besar manfaatnya ketika dikerjakan secara bersama-sama. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat mampu menghadirkan pelayanan yang langsung dirasakan oleh warga.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Fitrah Madani Meranti berharap semakin banyak anak di Kabupaten Kepulauan Meranti memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang layak tanpa terkendala biaya. Lebih dari itu, semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama diharapkan terus tumbuh, sehingga setiap langkah kecil yang dilakukan bersama dapat menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi masyarakat.
Di hadapan puluhan anak yang bersiap mengikuti khitanan massal, Ketua Yayasan Fitrah Madani Meranti (YFMM), Ustadz Ahmad Fauzi, menyampaikan pesan yang sederhana namun penuh makna. Menurutnya, khitan bukan hanya menjadi bagian dari syariat Islam, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari ibadah dan pembentukan karakter seorang muslim sejak usia dini.
Dengan penuh kehangatan, ia memberikan semangat kepada seluruh peserta yang tampak antusias meski sebagian masih diliputi rasa gugup menunggu giliran.
"Alhamdulillah saya melihat anak-anak kita semuanya pemberani. Tetap semangat dan kelak menjadi anak yang saleh. Semoga ibadah yang dilakukan adik-adik sekalian diterima di sisi Allah SWT yang mengajarkan tentang pentingnya kebersihan dalam beribadah," pesan Ahmad Fauzi.
Ia berharap pengalaman yang dijalani anak-anak pada hari itu menjadi langkah awal untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, berakhlak mulia, dan senantiasa menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan sosial yang diinisiasi Yayasan Fitrah Madani Meranti tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Pemerintah menilai program seperti itu tidak hanya memberikan manfaat di bidang kesehatan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang mampu meringankan beban masyarakat.
Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan khitanan massal tersebut.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Fitrah Madani beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat mulia ini. Khitanan massal bukan hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat," ujarnya.
Menurut Tengku Arifin, khitan merupakan bagian dari syariat Islam yang juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Karena itu, kegiatan sosial seperti ini dinilai mampu membantu keluarga, khususnya masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi, agar anak-anak tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang baik dan aman.
"Melalui kegiatan seperti ini, kita membantu meringankan beban para orang tua sekaligus memastikan anak-anak memperoleh pelayanan kesehatan yang baik dan nyaman," katanya.
Ia juga memberikan semangat kepada seluruh peserta agar tidak merasa takut menjalani proses khitan. Baginya, keberanian anak-anak merupakan awal yang baik untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, saleh, dan memiliki masa depan yang cerah.
"Kepada anak-anak yang akan dikhitan hari ini, tetaplah semangat dan berani. Insya Allah kalian akan menjadi anak-anak yang sehat, saleh, berbakti kepada orang tua, serta berguna bagi agama, bangsa, dan daerah," pesannya.
Menutup sambutannya, Tengku Arifin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat kolaborasi dalam kegiatan-kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara yayasan, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan pemerintah merupakan modal penting dalam membangun masyarakat yang sehat, peduli, dan sejahtera. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian bersama. (R-01)

