Saham Big Caps Mengamuk, IHSG Pecahkan Resistance Penting
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (3/7/2026) dengan performa yang meyakinkan. Indeks melonjak 2,28 persen ke level 5.875, sekaligus berhasil menembus area resistance 5.800 yang selama ini menjadi batas psikologis penting bagi pelaku pasar.
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG langsung bergerak di zona hijau. Momentum positif terus terjaga hingga penutupan bursa dengan pergerakan pada kisaran 5.805 hingga menyentuh level tertinggi 5.899.
Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Nilai transaksi mencapai Rp10,54 triliun dengan volume perdagangan sekitar 18,14 miliar saham.
Sebanyak 494 saham berhasil menguat sepanjang sesi perdagangan. Sementara itu, 154 saham melemah dan 139 saham lainnya ditutup tanpa perubahan harga.
Penguatan IHSG terutama ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps. Kinerja positif emiten perbankan, teknologi, pertambangan, hingga infrastruktur menjadi bahan bakar utama reli indeks.
Saham BBCA menjadi penyumbang terbesar terhadap penguatan IHSG setelah naik 4,31 persen ke level Rp6.050 per saham. Di belakangnya, saham DCII menguat 5,14 persen, sedangkan ANTM melesat 6,16 persen hingga ditutup pada level Rp2.930 per saham.
Data perdagangan menunjukkan BBCA menyumbang sekitar 22,24 poin terhadap kenaikan IHSG. Kontribusi besar juga datang dari AMMN, DCII, ASII, BMRI, TLKM, BREN, MDKA, UNTR, serta ANTM.
Kinerja sektor industri menjadi yang paling menonjol sepanjang perdagangan. Sektor tersebut melonjak 3,61 persen, disusul sektor bahan baku yang naik 3,24 persen dan sektor infrastruktur sebesar 2,24 persen.
Pergerakan positif tidak hanya terjadi pada saham-saham unggulan utama. Sejumlah saham anggota indeks LQ45 juga mencatat kenaikan tajam sehingga semakin memperkuat laju IHSG.
Saham ISAT menjadi salah satu yang paling bersinar dengan kenaikan 8,77 persen. Disusul BBTN yang menguat 6,42 persen dan SCMA yang naik 6,06 persen.
Reli juga terjadi pada saham INCO, EXCL, ADMR, DEWA, hingga HRTA. Penguatan yang merata tersebut memperlihatkan optimisme investor mulai kembali meluas ke berbagai sektor.
Selain faktor domestik, sentimen global turut memberikan angin segar bagi pasar saham Indonesia. Harapan bahwa bank sentral Amerika Serikat berpotensi menunda kenaikan suku bunga ikut meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
Data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar menjadi salah satu pemicunya. Di saat yang sama, harga minyak mentah dunia yang terus melemah dan harga emas yang kembali menguat turut memberikan sentimen positif.
Tim riset Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG didukung oleh perbaikan indikator teknikal. Posisi indeks yang berhasil berada di atas rata-rata pergerakan jangka pendek memperlihatkan momentum penguatan mulai terbentuk.
"Perbaikan indikator teknikal menunjukkan peluang penguatan masih terbuka. Apabila sentimen positif bertahan, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan pada pekan depan," tulis Phintraco Sekuritas dalam hasil risetnya.
Secara teknikal, indikator MACD dan Stochastic RSI telah membentuk pola golden cross. Kondisi tersebut sering dipandang sebagai sinyal meningkatnya kekuatan tren naik di pasar saham.
Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguji area 5.900 hingga 6.000 pada perdagangan pekan depan. Namun, investor tetap diminta mencermati dinamika sentimen global yang dapat memengaruhi arah pergerakan pasar.
Pandangan serupa juga disampaikan Panin Sekuritas. Menurut lembaga tersebut, IHSG berhasil keluar dari tekanan jangka pendek setelah menembus rata-rata pergerakan lima hari.
"Momentum penguatan masih memiliki ruang untuk berlanjut menuju area rata-rata pergerakan 20 hari. Namun pelaku pasar tetap perlu memperhatikan area penyangga apabila terjadi koreksi," tulis Panin Sekuritas.
Panin memperkirakan target berikutnya berada di sekitar level 5.964 sebelum indeks mencoba menguji area psikologis 6.000. Meski demikian, level dukungan terdekat tetap berada di kisaran 5.607.
Analis juga mengingatkan bahwa volatilitas pasar masih mungkin terjadi. Perubahan kebijakan global maupun sentimen ekonomi internasional tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor dalam mengambil keputusan investasi.
Penutupan perdagangan kali ini menjadi sinyal bahwa kepercayaan pelaku pasar mulai pulih. Apabila momentum positif terus terjaga, IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatan dan membuka babak baru menuju level psikologis 6.000. R-02

