Kronologi Mahasiswi di Kandis Siak Tewas Diduga Dibunuh, Terduga Pelaku Nyaris Tewas Dikeroyok Warga
Ilustrasi
RIAU, SabangMerauke News – Seorang mahasiswi berinisial SSR (19) ditemukan tewas di rumahnya di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (1/7/2026). Kematian korban yang diduga akibat tindak pembunuhan memicu kemarahan warga hingga pria yang diduga terlibat dalam kasus tersebut menjadi sasaran amuk massa sebelum diamankan aparat.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di rumah korban yang berada di RT 003 RW 006 Dusun Kandis, Desa Kandis. Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Abang korban, Robert Siregar (27), mengaku mendengar suara keributan dan teriakan dari dalam rumah sebelum menemukan adiknya dalam kondisi tidak bernyawa.
"Saya mendengar suara seperti orang bertengkar dan teriak berasal dari dalam rumah yang ditempati adik saya. Setelah masuk ke rumah, saya mendapati adik saya sudah tergeletak tidak bernyawa di atas tempat tidur," ujarnya.
Menurut Robert, sesaat setelah kejadian, seorang pria berinisial BS (37), yang disebut tinggal di rumah orang tua korban, diduga melarikan diri dari lokasi.
Keluarga sempat meminta bantuan tenaga medis, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Mereka menduga korban menjadi korban tindak kekerasan, meski penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
Sekitar pukul 13.30 WIB, warga berhasil menemukan pria yang diduga terlibat di kawasan KM 83 Kandis. Emosi warga yang memuncak membuat pria tersebut sempat menjadi sasaran amuk massa hingga mengalami luka-luka.
Aparat keamanan kemudian bergerak cepat mengamankan situasi. Terduga pelaku dievakuasi untuk menghindari aksi anarkis yang lebih besar.
"Beruntung ada aparat Babinsa yang mengamankan situasi. Sekitar pukul 14.00 WIB yang bersangkutan dibawa ke Polsek Kandis untuk menghindari tindakan anarkis warga," kata Robert.
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan menunggu hasil pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian korban.
"Kejadian ini masih dalam proses penyelidikan. Penyebab korban meninggal belum bisa kami pastikan karena belum ada keterangan resmi dari dokter," ujarnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun mengambil tindakan sendiri serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. (R-05)

