OTT Diduga Bocor, KPK Libatkan Polda Riau Buru Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Kuansing
Bupati Kuansing Suhardiman Amby saat melantik Sekda Kuansing Zulkarnain pada 7 Agustus 2025 lalu. Foto: Istimewa
RIAU, SabangMerauke News - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan bocornya operasi tangkap tangan (OTT) di Kuantan Singingi (Kuansing) pada Senin (29/6/2026). Hingga saat ini keberadaan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Zulkarnain masih misterius dan terus dicari keberadaannya.
"Kami akan terus menelusuri informasi (OTT bocor) tersebut. Tim memang masih melakukan pencarian kepada pihak-pihak terkait, di antaranya Bupati dan juga Sekda yang sampai dengan saat ini belum ditemukan posisinya," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Budi menegaskan, pihaknya melibatkan aparat dari Polda Riau untuk mencari keberadaan Suhardiman dan Zulkarnain.
"KPK juga secara intens berkoordinasi dengan jajaran Polda Riau untuk melakukan pencarian kepada yang bersangkutan," kata Budi.
Budi membuka misteri soal kasus yang menjerat orang nomor satu di Negeri Pacu Jalur tersebut. Diduga Bupati Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Zulkarnain terlibat dalam suap jual beli jabatan.
"Suap ini diduga untuk jabatan Sekda Kabupaten Kuansing," ujar Budi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengingatkan secara keras Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain untuk segera menyerahkan diri.
"KPK meminta pihak terkait segera menyerahkan diri," pungkas Budi
KPK telah mengamankan sebanyak 10 orang terkait tangkap tangan di Kuansing. Mereka merupakan pejabat Pemkab Kuansing, pihak swasta dan keluarga dari Bupati Kuansing.
Sejumlah kantor pemerintah dan rumah dinas pejabat Pemkab Kuansing sejak Senin juga sudah digeladah dan disegel. Di antaranya ruang kerja Bupati Suhardiman, Sekda Zulkarnain, Ketua DPRD Kuansing dan pejabat lainnya.
Pada Selasa siang tadi, rombongan penyidik KPK menggunakan 5 mobil tiba di gedung KPK diduga membawa sejumlah pejabat Kuansing. (R-03)

