Ruang Bupati Kuansing Disegel KPK, Ke Mana Suhardiman Amby?
KPK menyegel pintu ruangan kerja Bupati Kuansing, Suhardiman Amby. (sumber: riauaktual.com)
RIAU, SabangMerauke News - Keberadaan Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, masih belum diketahui. Di saat bersamaan, sejumlah media melaporkan adanya aktivitas KPK di lingkungan Kantor Bupati. Hingga berita ini disusun, KPK belum memberikan penjelasan mengenai laporan tersebut.
Menurut laporan media dari lokasi, akses menuju ruang kerja Bupati ditutup. Garis bertuliskan "Dalam Pengawasan KPK" terlihat terpasang pada pintu masuk. Ruang kerja Wakil Bupati Mukhlisin juga disebut mengalami kondisi serupa. Laporan yang sama menyebut ruang Sekretaris Daerah Zulkarnain ikut menjadi lokasi pemeriksaan.
Selain tiga ruangan tersebut, ruang kerja Asisten I Sekretariat Daerah Fahdiansyah juga dilaporkan berada dalam pengawasan. Aktivitas pegawai tetap berlangsung. Pelayanan pemerintahan berjalan seperti biasa. Pengamanan terlihat lebih ketat pada beberapa titik.
Sampai Selasa pagi, Suhardiman Amby belum terlihat memasuki kantor. Belum tersedia informasi mengenai lokasi keberadaannya. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi juga belum memberikan keterangan. Upaya konfirmasi masih dilakukan sejumlah media.
Informasi lain menyebut tim KPK masih berada pada beberapa lokasi. Kegiatan disebut berkaitan dengan pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti. Informasi tersebut masih menunggu penjelasan KPK. Materi perkara juga belum diketahui.
Belum ada kepastian mengenai siapa saja yang dimintai keterangan. Status hukum setiap nama juga belum dijelaskan. KPK belum mengumumkan perkembangan perkara. Seluruh informasi masih berkembang.
Sejumlah aparatur sipil negara memilih tidak memberikan komentar. Mereka tetap menjalankan pekerjaan harian. Aktivitas pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti. Situasi kantor terlihat lebih tenang dibanding biasanya.
Laporan mengenai aktivitas KPK mulai beredar sejak Senin, 29 Juni 2026. Berbagai informasi kemudian berkembang melalui media sosial. Sebagian informasi saling berbeda. Verifikasi masih terus dilakukan.
Sebelumnya, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto juga mengimbau masyarakat menahan diri. Ia meminta seluruh informasi menunggu penjelasan KPK. Ia mengingatkan pentingnya menghindari spekulasi. Asas praduga tak bersalah harus dijaga.
"Saya belum bisa memberikan komentar terkait informasi beredar. Sampai saat ini belum ada penjelasan dari KPK," kata SF Hariyanto, Plt Gubernur Riau.
Imbauan tersebut muncul di tengah banyaknya kabar yang beredar. Informasi belum terverifikasi mudah memunculkan kesimpulan berbeda. Penjelasan KPK menjadi acuan utama. Semua proses tetap perlu dihormati.
Sampai Bagian 1 ini disusun, belum ada pernyataan KPK mengenai laporan penyegelan ruangan, materi perkara, maupun status hukum siapa pun yang namanya beredar. Seluruh perkembangan berikutnya masih menunggu penjelasan dari lembaga antirasuah tersebut. R-02

