Teluk Kuantan Mendadak Sunyi! Pagar Ditutup, Isu OTT KPK Bikin Semua Membeku
Ilustrasi petugas KPK. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News - Di saat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Provinsi Riau berlangsung di Kuansing, kabar dugaan pemeriksaan Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, di Mapolres Kuansing menyebar cepat. Informasi itu diikuti isu dugaan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Cerita bermula sejak pagi ketika pesan berantai beredar melalui grup percakapan dan media sosial. Isi pesannya hampir sama, yakni dugaan pemeriksaan terhadap Bupati Kuansing terkait perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan dugaan pemerasan.
Belum ada dokumen maupun keterangan resmi yang membenarkan informasi tersebut. Meski demikian, suasana di sekitar pusat pemerintahan di Kabupaten Kuansing berubah drastis.
Pantauan di lapangan memperlihatkan rumah dinas Bupati Kuansing tertutup rapat. Beberapa kendaraan jenis Toyota Innova terlihat terparkir di halaman. Aktivitas keluar-masuk hampir tidak terlihat.
Situasi serupa tampak di Rumah Dinas Sekretaris Daerah Kabupaten Kuansing di Jalan Sisingamangaraja, Teluk Kuantan. Pagar tertutup, personel keamanan berjaga, sedangkan wartawan yang datang untuk melakukan peliputan diminta tetap berada di luar area.
Sedikitnya lima kendaraan terlihat berada di halaman rumah dinas Sekda. Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja mengakui Sekretaris Daerah sedang menerima tamu. "Pak Sekda sedang menerima tamu. Saya tidak tahu siapa tamunya," ujar petugas Satpol PP yang berjaga, Senin, 29 Juni 2026.
Sekitar pukul 12.40 WIB, seorang pria berrompi warna khaki terlihat berbicara melalui telepon di halaman rumah dinas. Sesaat setelah mengetahui keberadaan wartawan, pria tersebut kembali masuk ke dalam rumah.
Rangkaian peristiwa itu memunculkan beragam dugaan. Akan tetapi, belum satu pun dapat dipastikan karena belum ada penjelasan dari lembaga penegak hukum. Media telah berulang kali mencoba menghubungi Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, untuk meminta klarifikasi mengenai kabar pemeriksaan maupun dugaan operasi di Kuansing.
Sampai berita ini ditulis, pesan dan permintaan konfirmasi belum memperoleh jawaban. Upaya serupa juga dilakukan kepada Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. Hasilnya sama. Belum ada tanggapan.
Kondisi tersebut membuat informasi di lapangan berkembang lebih cepat dibanding penjelasan dari lembaga yang disebut dalam isu tersebut. Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing, sejumlah pejabat juga memilih menunggu informasi yang benar-benar dapat dipastikan.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kuansing, Hevi Heri Antoni, mengaku belum memiliki informasi lengkap mengenai kabar yang berkembang. "Belum bisa memberikan keterangan. Saya khawatir informasi yang disampaikan tidak tepat. Tunggu informasi valid dari Polres atau instansi berwenang," ujar Hevi.
Di sisi lain, telepon seluler ajudan Bupati Kuansing, sejumlah pejabat utama, hingga beberapa orang dekat kepala daerah tidak aktif saat dihubungi. Panggilan melalui aplikasi WhatsApp hanya berstatus memanggil tanpa jawaban.
Tim media kemudian menelusuri keberadaan ruang kerja Bupati Kuansing di kompleks perkantoran pemerintah daerah. Suasana terlihat lengang. Aktivitas pelayanan pemerintahan berjalan seperti biasa, meski ruang kerja kepala daerah tampak sepi. Rumah dinas Wakil Bupati Kuansing, Mukhlisin, juga berada dalam kondisi serupa.
Di tengah situasi tersebut, seorang pejabat yang selama ini sering mendampingi Bupati Suhardiman Amby mengaku terakhir bertemu pada Minggu malam, 28 Juni 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, bupati baru selesai menghadiri pelantikan Ketua Pemuda Panca Marga di Pendopo Rumah Dinas Bupati.
"Terakhir saya bertemu sekitar pukul 23.00 WIB setelah acara pelantikan. Kondisinya terlihat lebih pendiam dibanding biasanya," ujar pejabat tersebut yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Keterangan itu belum dapat dijadikan dasar untuk menghubungkan kondisi Bupati dengan kabar pemeriksaan karena tidak disertai bukti ataupun penjelasan lanjutan.
Di tengah minimnya informasi, masyarakat Kuansing terus memperbincangkan isu tersebut. Seorang warga Teluk Kuantan mengaku menerima informasi dugaan operasi KPK sejak pagi. "Kabar itu cepat sekali menyebar. Yang terdengar hanya isu sejumlah pejabat diperiksa. Siapa saja, saya juga belum tahu," katanya.
Waktu munculnya isu ini menjadi perhatian karena bertepatan dengan pelaksanaan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau yang menghadirkan ribuan peserta, tamu, serta pejabat dari berbagai kabupaten dan kota. Situasi itu membuat arus informasi semakin cepat beredar.
Sampai Senin sore, belum terlihat aktivitas penegakan hukum yang dapat dipastikan berkaitan dengan dugaan operasi tersebut. Tidak ada pernyataan tertulis dari KPK, Polres Kuansing, maupun Pemerintah Kabupaten Kuansing yang membenarkan adanya operasi tangkap tangan ataupun pemeriksaan terhadap kepala daerah.
Fakta yang dapat dipastikan saat ini hanya kondisi pengamanan di sejumlah rumah dinas, terbatasnya akses menuju lokasi, serta belum adanya jawaban dari KPK atas permintaan konfirmasi media. Karena itu, informasi mengenai dugaan pemeriksaan Bupati Kuansing maupun dugaan operasi tangkap tangan masih berstatus kabar yang belum terverifikasi.
Perkembangan perkara ini masih menunggu penjelasan resmi dari KPK maupun aparat penegak hukum lain agar seluruh informasi dapat dipastikan berdasarkan fakta, bukan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat. R-02

