Babak Baru Keamanan IKN, Kapolri Lantik Kapolresta Pertama di Ibu Kota Nusantara
Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi membentuk Kepolisian Resor Kota (Polresta) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem keamanan di ibu kota baru Indonesia sekaligus menandai kesiapan Polri mengikuti percepatan pembangunan kawasan strategis nasional tersebut.
Bersamaan dengan pembentukan Polresta IKN, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk AKBP Supriyanto sebagai Kapolresta pertama yang akan memimpin satuan kepolisian di kawasan ibu kota negara baru.
Penunjukan tersebut merupakan bagian dari mutasi besar-besaran terhadap 1.121 personel Polri yang tertuang dalam Surat Telegram (ST) Kapolri tertanggal 25 Juni 2026. Kehadiran Polresta IKN diharapkan mampu memperkuat pelayanan kepolisian, menjaga keamanan, serta mengantisipasi berbagai tantangan yang muncul seiring pesatnya pembangunan IKN.
Pembentukan Polresta IKN menjadi langkah strategis Polri dalam menyesuaikan struktur organisasi dengan perkembangan wilayah. Kawasan IKN yang diproyeksikan sebagai pusat pemerintahan Indonesia membutuhkan sistem pengamanan yang lebih kuat dan terintegrasi.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pembentukan Polresta IKN merupakan bagian dari strategi institusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Pembentukan dan peningkatan tipe satuan kewilayahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan kamtibmas yang semakin dinamis," ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, perkembangan kawasan IKN sebagai pusat pemerintahan baru membuat kebutuhan pengamanan semakin kompleks. Oleh karena itu, keberadaan Polresta dinilai menjadi kebutuhan penting agar pelayanan kepolisian dapat berjalan lebih optimal.
Tidak hanya membentuk Polresta IKN, Polri juga melakukan penataan organisasi melalui pembentukan empat Polres Tipe D baru. Keempatnya berada di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumba Tengah, Konawe Kepulauan, dan Banggai Laut.
Selain itu, delapan Polres Tipe D ditingkatkan statusnya menjadi Polresta. Delapan wilayah tersebut meliputi Karawang, Batang, Klaten, Tuban, Sumenep, Gowa, Banggai, dan Lombok Tengah.
Peningkatan status tersebut dilakukan sebagai respons terhadap perkembangan wilayah, pertumbuhan jumlah penduduk, hingga meningkatnya kebutuhan pelayanan kepolisian di daerah masing-masing.
Pembentukan Polresta IKN sendiri menjadi bagian dari mutasi dan promosi jabatan terhadap 1.121 personel Polri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 748 personel mendapatkan promosi jabatan maupun perpindahan jabatan setara atau flat.
Selain itu, terdapat promosi terhadap 190 jabatan Kapolres, Kapolresta, Kapolrestabes, hingga Kapolres Metro. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari penguatan organisasi kepolisian di tingkat kewilayahan.
Trunoyudo menjelaskan, mutasi merupakan bagian dari pembinaan karier personel melalui sistem merit yang didasarkan pada evaluasi kinerja secara berkelanjutan.
Ia berharap seluruh personel yang mendapatkan amanah baru mampu segera beradaptasi dan meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Melalui mutasi ini diharapkan seluruh personel yang mendapatkan amanah jabatan baru dapat segera beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi serta masyarakat," katanya.
Sosok AKBP Supriyanto
Kepercayaan memimpin Polresta IKN diberikan kepada AKBP Supriyanto, seorang perwira menengah Polri yang dinilai memiliki pengalaman panjang di wilayah Kalimantan Timur, khususnya kawasan yang berkaitan dengan pembangunan IKN.
AKBP Supriyanto lahir di Nganjuk, Jawa Timur, pada 1976 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2003.
Sebelum ditunjuk sebagai Kapolresta IKN, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Kalimantan Timur.
Pengalaman Supriyanto di wilayah penyangga IKN juga cukup kuat. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Penajam Paser Utara, daerah yang menjadi bagian penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Tak hanya itu, ia juga pernah dipercaya memimpin Polres Bulukumba. Berbagai pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mengawal keamanan kawasan IKN yang terus berkembang.
Dengan berdirinya Polresta IKN dan ditunjuknya AKBP Supriyanto sebagai kapolresta pertama, Polri menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara. Kehadiran satuan baru ini diharapkan mampu menciptakan situasi keamanan yang kondusif sekaligus memberikan pelayanan kepolisian yang semakin profesional kepada masyarakat dan seluruh aktivitas pemerintahan di ibu kota baru Indonesia. (R-05)

