Jatuh ke Sungai, Pekerja Terminal Peti Kemas Perawang Ditemukan Tewas
Proses evakuasi korban oleh Tim Search and Rescue (SAR) gabungan. Foto: Istimewa
RIAU, SabangMerauke News – Tragedi kecelakaan kerja kembali terjadi di Kabupaten Siak. Seorang pekerja Terminal Peti Kemas (TPK) Perawang bernama Suhandi (27) ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke sungai saat bekerja di kawasan dermaga Pelabuhan Terminal Peti Kemas Perawang, Jumat (26/6/2026).
Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah terpeleset ketika mengerjakan bekisting di area dermaga. Upaya pencarian yang dilakukan rekan kerja tidak membuahkan hasil hingga akhirnya Tim Search and Rescue (SAR) gabungan turun ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian.
Informasi hilangnya Suhandi pertama kali disampaikan oleh perwakilan keluarga korban, Yudi. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru dengan mengerahkan personel menuju lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan pihaknya bergerak cepat begitu menerima informasi adanya pekerja yang diduga tenggelam di kawasan pelabuhan.
"Setelah menerima informasi, kami segera memberangkatkan Tim Rescue Kantor SAR Pekanbaru sebanyak tujuh personel menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan," ujar Budi.
Lokasi kejadian berada sekitar 32 kilometer dari Kantor SAR Pekanbaru dengan heading 43 derajat. Jarak tersebut ditempuh petugas sesegera mungkin agar proses pencarian dapat dilakukan secepat mungkin mengingat korban diduga tenggelam di perairan dengan arus yang cukup menantang.
Sebelum tim SAR tiba, rekan-rekan korban lebih dahulu melakukan pencarian secara mandiri. Mereka berupaya menyisir lokasi tempat Suhandi terakhir terlihat setelah terpeleset ke sungai.
Namun berbagai upaya tersebut belum berhasil menemukan korban. Suhandi tidak lagi terlihat muncul ke permukaan sehingga pencarian kemudian melibatkan unsur SAR gabungan dengan peralatan penyelamatan lengkap.
Operasi pencarian dilakukan secara intensif dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian. Tim gabungan menggunakan perahu karet dan melakukan pemantauan di sepanjang aliran sungai yang berada di sekitar dermaga Terminal Peti Kemas Perawang.
Kerja keras tim penyelamat akhirnya membuahkan hasil pada sore hari. Sekitar pukul 16.15 WIB, korban berhasil ditemukan sekitar 53 meter dari titik awal dilaporkan jatuh ke sungai.
Sayangnya, saat ditemukan kondisi Suhandi sudah tidak bernyawa. Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban dari perairan menuju daratan untuk selanjutnya dibawa ke Klinik Kesehatan Pelindo.
Proses evakuasi berlangsung lancar dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan yang berada di lokasi. Setelah dilakukan penanganan awal, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan secara resmi diusulkan ditutup. Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing setelah memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan sesuai prosedur.
Budi Cahyadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja sama selama proses pencarian berlangsung.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bersinergi sehingga proses pencarian dapat berjalan dengan baik. Meskipun korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, kami turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," katanya.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban maupun rekan-rekan kerjanya di Terminal Peti Kemas Perawang. Suhandi yang masih berusia 27 tahun diketahui sedang menjalankan aktivitas pekerjaan seperti biasa sebelum musibah tersebut terjadi.
Kecelakaan ini juga menjadi pengingat penting mengenai pentingnya penerapan standar keselamatan kerja, terutama bagi pekerja yang beraktivitas di kawasan perairan dan dermaga. Risiko terpeleset maupun terjatuh ke sungai menjadi ancaman nyata apabila prosedur keselamatan tidak dijalankan secara maksimal.
Petugas SAR mengimbau seluruh pekerja maupun masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar sungai, pelabuhan, dan kawasan perairan agar selalu menggunakan alat pelindung diri (APD), termasuk pelampung apabila bekerja di dekat perairan.
Selain itu, setiap perusahaan diharapkan terus memperkuat pengawasan terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), melakukan evaluasi rutin terhadap potensi bahaya di lapangan, serta memastikan seluruh pekerja memahami prosedur keselamatan sebelum memulai aktivitas.
Dengan disiplin terhadap standar keselamatan kerja dan penggunaan alat pelindung diri, diharapkan risiko kecelakaan serupa dapat diminimalkan sehingga tidak kembali memakan korban jiwa. (R-05)

