AC Sampai Jebol, Suhu Ekstrem Prancis Tembus 44 Derajat Bikin Puluhan Nyawa Melayang Seketika!
Pejalan kaki minum dari pancuran air saat gelombang panas melanda Marseille, Prancis. (sumber: Bloomberg)
PRANCIS, SabangMerauke News - Prancis mencatat rekor suhu tertinggi dalam sejarah modern saat gelombang panas ekstrem menyapu Eropa Barat pada Kamis, 25 Juni 2026. Udara panas yang terus bertahan siang dan malam membuat aktivitas masyarakat terganggu, sekolah ditutup, transportasi tersendat, pasokan listrik bermasalah, hingga sejumlah destinasi wisata dunia mengurangi jam operasional.
Negara yang selama ini identik dengan musim panas hangat kini menghadapi suhu yang jauh melampaui rata-rata tahunan. Di wilayah Pissos, Prancis barat daya, termometer menunjukkan angka 44,3 derajat Celsius. Angka tersebut menjadi salah satu suhu tertinggi yang pernah tercatat di negara itu.
Lembaga meteorologi nasional Météo-France melaporkan rata-rata suhu harian Prancis mencapai 29,8 derajat Celsius pada Selasa, 23 Juni 2026. Catatan tersebut memecahkan rekor sebelumnya dan menjadi suhu rata-rata harian tertinggi sepanjang sejarah pengamatan cuaca di negara tersebut.
Tak hanya siang hari yang terasa menyengat. Malam hari pun gagal menghadirkan kesejukan. Rata-rata suhu minimum malam hari mencapai 21,6 derajat Celsius, menjadikannya malam terpanas yang pernah tercatat di Prancis.
Fenomena ini membuat warga kesulitan beristirahat. Banyak rumah dan apartemen tidak dirancang untuk menghadapi suhu malam yang tetap tinggi. Pendingin udara bekerja tanpa henti, sementara konsumsi listrik melonjak di berbagai daerah.
Gelombang panas yang berlangsung selama sepekan terakhir telah mengubah ritme kehidupan masyarakat Eropa. Para ilmuwan iklim menilai kondisi tersebut berkaitan erat dengan perubahan iklim global yang terus meningkatkan frekuensi serta intensitas cuaca ekstrem.
Prancis menjadi titik paling panas dalam episode cuaca kali ini. Kubah panas bertekanan tinggi yang bertahan di atas wilayah Eropa Barat membuat udara panas terperangkap dan terus meningkat dari hari ke hari.
Situasi tersebut diperkuat oleh perubahan atmosfer yang berkaitan dengan perkembangan fenomena El Niño. Kombinasi keduanya menciptakan kondisi cuaca yang sangat tidak biasa untuk akhir Juni.
Pemerintah Prancis menetapkan peringatan panas tingkat merah di 72 departemen. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah sistem peringatan cuaca nasional.
Dampak langsung mulai terlihat di berbagai sektor. Sekitar 1.800 sekolah ditutup sementara. Ribuan sekolah lain terpaksa mengubah jadwal kegiatan belajar agar siswa tidak terpapar suhu ekstrem.
"Kondisi cuaca saat ini memaksa sekolah melakukan penyesuaian demi keselamatan siswa dan tenaga pengajar," kata Edouard Geffray, Menteri Pendidikan Prancis.
Gangguan juga merambah sektor energi. Dua transformator listrik di Brittany mengalami kerusakan yang diduga dipicu suhu tinggi. Akibatnya, sekitar 68 ribu warga sempat kehilangan pasokan listrik.
Sejumlah lokasi wisata terkenal di dunia ikut terdampak. Menara Eiffel dan Museum Louvre memilih mengurangi jam operasional untuk mengantisipasi risiko kesehatan bagi pengunjung dan pekerja.
Panas ekstrem juga bergerak cepat menuju Inggris. Negara itu mencatat suhu 35,8 derajat Celsius di Wiggonholt, West Sussex, pada Rabu, 24 Juni 2026. Angka tersebut menjadi salah satu suhu tertinggi yang pernah tercatat pada bulan Juni.
Badan Meteorologi Inggris atau Met Office memperkirakan suhu dapat mendekati 38 derajat Celsius dalam beberapa hari berikutnya. Kondisi tersebut sangat jarang terjadi di negara yang terkenal dengan cuaca sejuk itu.
Meteorolog Met Office, Alex Burkill, menjelaskan tingkat kelembapan udara yang tinggi memperburuk kondisi panas yang dirasakan masyarakat. "Saat ini kelembapan sangat tinggi sehingga membuat cuaca terasa jauh lebih tidak nyaman dibandingkan angka suhu yang tercatat," ujar Alex Burkill.
Italia juga menghadapi situasi serupa. Sebanyak 16 kota besar, termasuk Roma, Milan, dan Florence, berada dalam status siaga merah akibat panas ekstrem.
Di Spanyol, wilayah utara yang biasanya lebih sejuk justru mencatat lonjakan suhu hingga 42 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat layanan kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan terkait panas.
Belanda mengalami gangguan transportasi akibat rel kereta yang terdampak suhu tinggi. Sejumlah perjalanan kereta mengalami keterlambatan bahkan pembatalan, termasuk jalur sibuk yang menghubungkan Den Haag dan Amsterdam.
Layanan pengantaran makanan juga ikut terdampak. Beberapa perusahaan memilih menghentikan operasional sementara demi melindungi keselamatan kurir yang bekerja di luar ruangan.
Di tengah cuaca panas yang terus meningkat, ancaman kebakaran hutan dan kekeringan semakin membesar. Prancis, Spanyol, dan Yunani melaporkan penurunan kelembapan tanah hingga mendekati level terendah dalam catatan pengamatan.
Wilayah Alsace, Aquitaine, Auvergne, Limousin, dan Midi-Pyrénées menjadi daerah yang paling rentan menghadapi kekeringan berkepanjangan.
Tekanan juga dirasakan oleh sektor energi Eropa. Produksi listrik dari tenaga angin menurun karena kondisi atmosfer yang tidak mendukung. Di saat bersamaan, beberapa reaktor nuklir Prancis terpaksa mengurangi produksi.
Langkah tersebut dilakukan karena suhu sungai yang digunakan sebagai pendingin reaktor meningkat secara signifikan. Reaktor Golfech di Sungai Garonne dan unit Nogent di Sungai Seine mulai memangkas kapasitas produksi.
Para ahli cuaca memperkirakan suhu mulai sedikit mereda pada akhir pekan di Prancis dan Inggris. Meski begitu, udara hangat diprediksi tetap bertahan di sebagian besar wilayah Eropa hingga Juli 2026.
Model cuaca European Centre for Medium-Range Weather Forecasts menunjukkan suhu di atas normal masih mendominasi kawasan Eropa selama beberapa pekan mendatang.
Gelombang panas kali ini menjadi pengingat keras tentang perubahan pola cuaca global. Saat siang terasa seperti bara api dan malam kehilangan kesejukannya, jutaan warga Eropa kini menghadapi kenyataan baru: musim panas yang semakin panjang, semakin panas, dan semakin sulit diprediksi. R-02

