SPMB 2026
SMA dan SMK Negeri Kehabisan Bangku? SF Hariyanto Sulap Ribuan Kursi Sekolah Swasta Jadi Gratis!
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News — Program jalur afirmasi SPMB sekolah swasta di Riau menjadi senjata baru untuk menahan laju angka putus sekolah. Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan 2.179 kursi bagi calon siswa SMA dan SMK swasta agar tidak ada anak kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi atau minimnya daya tampung sekolah negeri.
Pesan itu disampaikan langsung Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat mendorong pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur afirmasi sekolah swasta tahun ajaran 2026. Program tersebut menyasar siswa dari keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, serta calon peserta didik yang belum berhasil memperoleh tempat pada sekolah negeri.
Di tengah meningkatnya kebutuhan ruang belajar pada jenjang menengah, Pemerintah Provinsi Riau memilih membuka jalur alternatif agar siswa tetap memiliki akses pendidikan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung program wajib belajar nasional.
“Pemerintah Provinsi Riau hadir untuk memastikan tidak ada anak Riau yang putus sekolah hanya karena terkendala biaya. Melalui jalur afirmasi di sekolah swasta, ruang pendidikan harus tetap terbuka bagi keluarga yang membutuhkan,” kata SF Hariyanto, Kamis, 25 Juni 2026.
Pernyataan itu muncul saat sebagian daerah masih menghadapi persoalan daya tampung sekolah negeri. Setiap tahun, jumlah lulusan SMP terus bertambah, sementara kapasitas ruang belajar belum sepenuhnya mampu mengikuti peningkatan tersebut.
Data yang dimiliki pemerintah menunjukkan masih terdapat lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK. Faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab utama. Situasi tersebut membuat pemerintah daerah mencari solusi agar siswa tetap berada di bangku pendidikan.
Jalur afirmasi sekolah swasta kemudian diposisikan sebagai jembatan. Program ini membuka peluang lebih luas bagi siswa yang membutuhkan dukungan pendidikan. Selain menambah akses, skema tersebut juga memperkuat peran sekolah swasta dalam pembangunan sumber daya manusia.
SF Hariyanto menegaskan sekolah swasta memiliki posisi penting dalam mencerdaskan generasi muda. Menurutnya, pendidikan bukan semata urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen pendidikan.
“Saya minta sekolah swasta ikut mengambil peran besar dalam mencerdaskan generasi muda. Jalur afirmasi menjadi bentuk kolaborasi pendidikan agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar,” ujarnya.
Untuk memperkuat program tersebut, Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan dukungan anggaran melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah atau BOSDA. Bantuan itu diberikan kepada sekolah swasta yang menerima peserta didik melalui jalur afirmasi.
Skema BOSDA tambahan dirancang untuk membantu pembiayaan pendidikan siswa selama masa belajar. Dengan dukungan tersebut, sekolah swasta diharapkan lebih leluasa menerima siswa dari keluarga ekonomi lemah.
“Kita berikan bantuan pendidikan melalui BOSDA selama tiga tahun masa pendidikan siswa afirmasi. Harapannya tidak ada lagi anak yang berhenti sekolah karena persoalan biaya,” kata SF Hariyanto.
Jumlah daya tampung jalur afirmasi tahun ini mencapai 2.179 siswa. Rinciannya terdiri dari 424 kursi SMA swasta dan 1.755 kursi SMK swasta yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Riau.
Di Kota Pekanbaru, sejumlah SMA swasta membuka kuota afirmasi cukup besar. SMA Plus Terpadu menyediakan 100 kursi. SMA Advent Pekanbaru menyiapkan 40 kursi. SMA Smart Indonesia membuka 40 kursi. SMA Plus Bina Bangsa dan SMA Handayani masing-masing menyediakan 30 kursi.
Di daerah lain, SMA Advent Pasir Putih Kampar membuka 60 kursi afirmasi. SMA Muhammadiyah Seberida Kabupaten Indragiri Hulu menyediakan 35 kursi. SMA Persada Pebenaan Kabupaten Indragiri Hilir menyiapkan 29 kursi. SMA Lancang Kuning Dumai membuka 30 kursi.
Pada jenjang SMK, kapasitas yang tersedia jauh lebih besar. SMK Kansai Pekanbaru menjadi sekolah dengan kuota tertinggi, yakni 250 siswa. SMK Bina Profesi Pekanbaru menyediakan 150 kursi. SMK Keuangan Pekanbaru dan SMK Akbar Pekanbaru masing-masing membuka 100 kursi.
SMK Korpri Duri juga menyediakan 100 kursi afirmasi. SMK Plus Terpadu membuka 100 kursi. SMK Migas Bumi Melayu Riau menyiapkan 90 kursi. SMK Dirgantara Riau membuka 80 kursi. SMK 5 Agustus Pekanbaru menyediakan 80 kursi.
Sementara itu, SMK 1 Perbankan Duri menyiapkan 75 kursi. SMK Muhammad Yunus Rokan Hilir membuka 60 kursi. Beberapa sekolah lain seperti SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, SMK IT Al Hisa, dan SMK Siantika Pekanbaru juga menyediakan puluhan kursi afirmasi.
Program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas pemerataan pendidikan. Dengan tersebarnya kuota di berbagai daerah, siswa memiliki lebih banyak pilihan sekolah sesuai domisili masing-masing.
Langkah tersebut juga menjadi sinyal kuat bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah. Pemerintah daerah tidak hanya fokus menambah bangunan sekolah, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan sekolah swasta agar kapasitas pendidikan terus bertambah.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian keluarga, jalur afirmasi menjadi ruang baru bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus terhalang kondisi keuangan. Dukungan BOSDA selama tiga tahun menjadi bantalan penting agar proses belajar dapat berlangsung hingga lulus.
Saat proses penerimaan siswa baru berlangsung, ribuan kursi itu kini menunggu terisi. Bagi banyak keluarga, bangku sekolah tersebut bukan sekadar tempat belajar. Bangku itu menjadi harapan agar anak tetap melangkah menuju masa depan yang lebih baik, tanpa harus berhenti di tengah jalan karena keterbatasan ekonomi ataupun sempitnya ruang belajar di sekolah negeri. R-02

