Gempa Pagi Guncang Padang, Warga Sempat Panik, BMKG Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi gempa. (sumber: istimewa)
SUMBAR SabangMerauke News – Minggu pagi yang biasanya berjalan tenang mendadak diwarnai getaran gempa bumi yang dirasakan di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Gempa tektonik bermagnitudo 4,7 mengguncang Kota Padang dan daerah sekitarnya pada pukul 09.33 WIB.
Meski tidak berlangsung lama, getaran tersebut cukup membuat sebagian warga menghentikan aktivitas mereka. Informasi mengenai gempa pun dengan cepat menyebar melalui media sosial dan grup percakapan masyarakat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Analisis awal menunjukkan pusat gempa berada di laut, sekitar 71 kilometer barat daya Kota Padang.
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa gempa terjadi pada koordinat 1,25 Lintang Selatan dan 99,8 Bujur Timur. Kedalaman pusat gempa tercatat sekitar 24 kilometer di bawah permukaan bumi.
Menurut BMKG, karakteristik tersebut menunjukkan bahwa gempa yang terjadi termasuk kategori gempa dangkal. Jenis gempa seperti ini umumnya dapat dirasakan masyarakat meskipun magnitudonya tidak terlalu besar.
“Wilayah pesisir barat Sumatera memang memiliki dinamika geologi yang aktif. Karena itu masyarakat perlu memahami karakter kebencanaan daerahnya tanpa harus diliputi rasa takut berlebihan,” ujar Suaidi.
Hasil kajian BMKG menunjukkan gempa dipicu aktivitas Sesar Mentawai. Struktur patahan tersebut merupakan salah satu sumber aktivitas seismik yang selama ini cukup aktif di kawasan barat Sumatera.
Getaran gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah daerah. Di Kota Padang, Pariaman, dan Kepulauan Mentawai, getaran berada pada skala II hingga III MMI.
Pada tingkat tersebut, getaran dapat dirasakan jelas di dalam rumah. Sebagian warga menggambarkan sensasinya seperti kendaraan berat yang sedang melintas di dekat bangunan.
Sementara itu, wilayah Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, Pasaman Barat hingga Muko-Muko di Provinsi Bengkulu merasakan getaran lebih lemah. Intensitasnya berada pada skala I hingga II MMI.
Di daerah tersebut, getaran hanya dirasakan sebagian kecil masyarakat. Bahkan beberapa warga mengaku baru mengetahui adanya gempa setelah membaca informasi yang beredar.
Salah satunya Musnida, warga Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Saat gempa terjadi, ia sedang beraktivitas di dapur sehingga tidak menyadari adanya guncangan.
“Saya justru tahu dari pesan yang masuk ke grup keluarga. Syukurnya situasi tetap aman dan tidak ada kepanikan di lingkungan sekitar,” katanya.
Meski tidak menimbulkan dampak besar, gempa tersebut tetap menjadi perhatian masyarakat. Sumatera Barat memang berada di kawasan yang berdekatan dengan jalur gempa aktif sehingga setiap getaran sering memunculkan kewaspadaan warga.
BMKG mencatat hingga pukul 09.54 WIB telah terjadi satu kali gempa susulan atau aftershock. Namun kekuatannya relatif kecil dan tidak menimbulkan dampak berarti.
Petugas pemantau terus melakukan monitoring terhadap perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali serta memberikan informasi yang cepat kepada masyarakat.
Hingga Minggu siang, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Aktivitas masyarakat di Kota Padang dan daerah sekitar juga berlangsung normal.
Meski demikian, BMKG mengingatkan warga agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta hanya mengacu pada informasi resmi dari lembaga yang berwenang.
“Ketika terjadi gempa, hal terpenting adalah memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber terpercaya. Informasi yang benar akan membantu masyarakat mengambil keputusan dengan tepat,” kata Suaidi.
Fenomena gempa bumi memang menjadi bagian dari dinamika alam di pesisir barat Sumatera. Karena itu, edukasi kebencanaan dinilai tetap penting agar masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Pemerintah daerah bersama BMKG terus mengingatkan warga untuk mengenali jalur evakuasi dan prosedur keselamatan. Kesiapsiagaan dianggap menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko saat terjadi gempa yang lebih besar.
Gempa M 4,7 yang mengguncang Padang kali ini memang tidak memicu tsunami maupun kerusakan. Namun peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bahwa kawasan Sumatera Barat berada di wilayah yang aktif secara geologis dan membutuhkan kewaspadaan berkelanjutan. R-02

