Akhir Pekan Belum Aman, Petir dan Angin Kencang Intai Sejumlah Daerah Riau
Ilustrasi dan infografis prakiraan cuaca Riau pada Minggu, 21 Juni 2026. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Hujan diperkirakan menyebar di Riau pada Minggu, 21 Juni 2026. Pekanbaru masuk wilayah berpotensi diguyur sore hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan risiko petir serta angin kencang.
Aktivitas akhir pekan diperkirakan berlangsung dengan cuaca berubah. Beberapa daerah sudah diguyur hujan sejak pagi. Kondisi itu terpantau melalui radar cuaca BMKG Pekanbaru.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Anggun R, menjelaskan kondisi pagi didominasi udara kabur. Awan juga terlihat di sejumlah wilayah. Hujan ringan hingga sedang sudah muncul lebih dulu.
Kampar menjadi salah satu daerah terdampak. Kuantan Singingi juga mengalami hujan pagi. Kondisi serupa terjadi di Pelalawan dan Indragiri Hulu.
"Hujan pagi terpantau pada beberapa kabupaten," kata Anggun. Pemantauan dilakukan melalui citra radar cuaca. Data terus diperbarui sepanjang hari.
Memasuki siang, cuaca diperkirakan cerah berawan. Sebagian wilayah tetap memiliki peluang hujan. Intensitas hujan diperkirakan ringan hingga sedang.
Kuantan Singingi masuk daerah berpotensi hujan siang. Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir juga berpeluang. Pelalawan, Siak, Meranti, serta Bengkalis turut dipantau.
Cuaca berubah lebih aktif saat sore. Area hujan diperkirakan semakin luas. Sejumlah kota dan kabupaten masuk daftar waspada.
Pekanbaru berpotensi diguyur hujan sore hingga malam. Kota Dumai memiliki kondisi serupa. Hujan juga diperkirakan terjadi di Rokan Hulu.
Rokan Hilir ikut masuk wilayah berpeluang hujan. Bengkalis dan Pelalawan juga diprakirakan basah. Kampar serta Kuantan Singingi turut terdampak.
Indragiri Hulu masih berpotensi diguyur hujan. Indragiri Hilir juga masuk prakiraan BMKG. Intensitas umumnya ringan hingga sedang.
"Perubahan cuaca dapat berlangsung cepat," ujar Anggun. Kondisi lokal memengaruhi pembentukan awan hujan. Masyarakat diminta memperhatikan perkembangan cuaca.
Saat memasuki Senin dini hari, 22 Juni 2026, cuaca belum sepenuhnya stabil. Udara kabur masih berpotensi muncul. Awan juga diperkirakan tetap bertahan.
Hujan ringan hingga sedang masih mungkin terjadi. Rokan Hulu termasuk daerah terdampak. Rokan Hilir juga masuk prakiraan dini hari.
Dumai diperkirakan masih berpeluang hujan. Bengkalis turut berada dalam pemantauan. Kondisi berlangsung pada sebagian wilayah.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca. Beberapa daerah memiliki risiko lebih tinggi. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan.
Rokan Hilir menjadi wilayah perhatian utama. Kampar juga masuk daerah waspada. Kuantan Singingi berada dalam daftar sama.
Indragiri Hulu berpotensi mengalami hujan lebat. Bengkalis juga perlu meningkatkan kewaspadaan. Risiko petir serta angin kencang masih ada.
"Hujan lebat dapat disertai petir dan angin," kata Anggun. Kondisi itu diperkirakan muncul sore hari. Potensi berlanjut hingga malam.
Pengguna jalan diminta lebih berhati-hati. Jarak pandang dapat berkurang saat hujan. Permukaan jalan juga menjadi lebih licin.
Pelaku transportasi sungai perlu memperhatikan cuaca. Aktivitas pelayaran lokal juga harus waspada. Perubahan cuaca dapat terjadi mendadak.
Secara umum suhu udara cukup hangat. BMKG mencatat suhu berkisar 23 derajat Celsius. Suhu maksimum mencapai sekitar 33 derajat Celsius.
Kelembapan udara tergolong tinggi sepanjang hari. Angkanya berkisar antara 58 hingga 100 persen. Kondisi itu mendukung pembentukan awan hujan.
Arah angin bergerak dari tenggara hingga barat. Kecepatannya berkisar 10 sampai 40 kilometer. Kondisi tersebut masih dalam kategori umum.
Untuk wilayah perairan, kondisi relatif tenang. Tinggi gelombang berkisar 0,5 meter. Angka tertinggi mencapai sekitar 1,25 meter.
Kategori gelombang masih tergolong rendah. Aktivitas perairan tetap perlu memperhatikan cuaca. Perubahan lokal dapat terjadi sewaktu-waktu.
BMKG juga memantau titik panas Sumatera. Total terdeteksi sebanyak 69 titik panas. Data berasal dari pemantauan satelit terbaru.
Sumatera Selatan mencatat jumlah terbanyak. Wilayah itu memiliki 25 titik panas. Bangka Belitung berada di urutan berikutnya. Di Riau terpantau tiga titik panas. Dua titik berada di Pelalawan. Satu titik lainnya berada di Kuantan Singingi.
Pemantauan cuaca dan hotspot terus dilakukan. Data diperbarui sesuai perkembangan lapangan. Masyarakat diimbau mengikuti informasi BMKG. R-02

