SPMB Riau 2026 Tak Merata, Sekolah Favorit Jadi Rebutan di Pekanbaru
Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News — Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 di Provinsi Riau menunjukkan pola yang belum seimbang. Dinas Pendidikan Provinsi Riau mencatat bahwa minat calon siswa masih terpusat pada sekolah-sekolah tertentu, terutama di wilayah perkotaan seperti Pekanbaru.
Kondisi tersebut membuat sebagian sekolah menjadi sangat padat pendaftar, sementara sejumlah sekolah lain masih memiliki banyak kursi kosong. Fenomena ini kembali memunculkan tantangan lama dalam pemerataan akses pendidikan negeri di daerah.
Dari total kuota 11.611 kursi yang disediakan, tercatat 13.872 akun telah diaktivasi oleh calon peserta didik. Sementara itu, 13.340 calon siswa sudah melakukan pemilihan sekolah dalam sistem pendaftaran yang berlangsung secara daring.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, mengatakan bahwa kecenderungan memilih sekolah favorit masih menjadi pola dominan di kalangan orang tua dan siswa. Menurutnya, pilihan tersebut sering kali tidak mempertimbangkan aspek zonasi, prestasi, maupun daya tampung sekolah.
“Kami melihat masih banyak masyarakat yang berfokus pada sekolah tertentu tanpa memperhatikan ketentuan seleksi yang sudah ditetapkan, termasuk faktor domisili dan kemampuan akademik,” ujar Erisman, Minggu, 21 Juni 2026.
Fenomena penumpukan pendaftar ini paling terlihat di Kota Pekanbaru, yang menjadi wilayah dengan jumlah peminat tertinggi di Provinsi Riau. Selain itu, Kota Dumai juga mencatat kondisi serupa karena jumlah pendaftar telah melampaui daya tampung yang tersedia.
Di Kota Dumai, jumlah pendaftar mencapai 4.569 siswa, sementara kuota yang disediakan hanya 4.037 kursi. Kondisi ini membuat persaingan masuk sekolah negeri di wilayah tersebut menjadi semakin ketat.
Sementara itu, di beberapa kabupaten lain, jumlah pendaftar masih berada di bawah kuota yang tersedia. Kabupaten Kampar misalnya, menyediakan 13.170 kursi dengan 9.642 pendaftar aktif, menunjukkan masih adanya ruang kosong yang cukup besar.
Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Bengkalis dengan 11.884 kursi dan 8.675 pendaftar. Di Rokan Hulu tercatat 6.687 pendaftar dari 10.337 kursi, sementara Siak mencatat 6.105 pendaftar dari 9.191 kursi.
Kabupaten lain seperti Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Pelalawan, Indragiri Hulu, hingga Kuantan Singingi juga menunjukkan pola serupa. Di sebagian wilayah tersebut, jumlah pendaftar masih belum menyentuh kapasitas maksimal sekolah negeri yang tersedia.
Di Kepulauan Meranti, jumlah pendaftar tercatat 1.679 dari 2.547 kursi. Angka ini menunjukkan masih adanya peluang besar bagi calon siswa untuk mendapatkan sekolah negeri tanpa persaingan yang terlalu ketat.
Namun, Erisman menilai ketimpangan distribusi ini menjadi catatan penting bagi sistem pendidikan di Riau. Menurutnya, jika tidak diatur dengan baik, kondisi ini dapat berdampak pada tidak optimalnya pemanfaatan fasilitas pendidikan yang sudah disiapkan pemerintah.
“Secara umum, ada sekolah yang sangat diminati hingga kelebihan pendaftar, sementara di sisi lain masih ada sekolah yang belum terisi penuh. Ini menjadi tantangan dalam pemerataan pendidikan,” kata Erisman.
Ia juga menyoroti bahwa pola pemilihan sekolah favorit masih sangat dipengaruhi persepsi masyarakat terhadap kualitas sekolah. Banyak orang tua yang tetap memilih sekolah tertentu meskipun jarak dan daya tampung tidak sesuai dengan ketentuan sistem zonasi.
Pemerintah daerah kini terus mendorong agar masyarakat memahami prinsip pemerataan dalam sistem SPMB. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan di sekolah tertentu yang pada akhirnya justru menghambat distribusi siswa secara adil.
Selain itu, kondisi ini juga berpotensi menyisakan sejumlah sekolah yang tidak memenuhi kuota setelah proses daftar ulang selesai. Hal ini menjadi perhatian karena dapat memengaruhi efisiensi penggunaan fasilitas pendidikan di daerah.
Di tengah dinamika tersebut, Disdik Riau berharap proses SPMB tahun ini dapat berjalan lebih tertib dan transparan. Pemerintah juga mengimbau agar orang tua dan calon siswa lebih bijak dalam memilih sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan sistem yang terus diperbaiki, diharapkan ke depan tidak hanya sekolah favorit yang menjadi tujuan utama. Tetapi seluruh satuan pendidikan negeri di Riau dapat terisi secara merata dan optimal. R-02
BERITA TERKAIT :
-
SPMB SMA/SMK Riau 2026
Pilihan Kedua Jadi Penyelamat, Ribuan Calon Murid di Riau Mulai Putar Haluan

