Sering Dikira Capek Biasa, Ternyata 4 Kondisi Ini Bisa Jadi Tanda Ginjal Mulai Rusak, Nomor 2 Paling Sering Diabaikan!
Ilustrasi
JAKARTA, SabangMerauke News – Rasa lelah yang tak kunjung hilang, kaki yang sering membengkak, hingga urine berbusa ternyata tidak selalu merupakan keluhan biasa. Kondisi-kondisi yang kerap dianggap sepele itu justru bisa menjadi alarm awal bahwa fungsi ginjal mulai mengalami kerusakan.
Pakar kesehatan mengingatkan bahwa penyakit ginjal kronis merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya karena sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Tak heran jika penyakit ini kerap dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh senyap.
Kelompok yang paling berisiko mengalami kerusakan ginjal adalah penderita diabetes dan hipertensi. Kadar gula darah serta tekanan darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil yang berfungsi sebagai penyaring di dalam ginjal.
Akibatnya, fungsi penyaringan darah menurun secara perlahan tanpa disadari. Banyak penderita baru mengetahui kondisi ginjalnya sudah rusak ketika penyakit memasuki stadium lanjut.
Menurut data National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), diabetes dan hipertensi masih menjadi penyebab utama penyakit ginjal kronis di berbagai negara.
Ketua Nefrologi dan Transplantasi Ginjal Rumah Sakit Spesialisasi Super Yatharth, India, Dr Reetesh Sharma mengingatkan bahwa seseorang tidak boleh mengabaikan tanda-tanda kecil yang muncul pada tubuh.
"Masalah ginjal bisa tanpa gejala hingga tahap akhir proses penyakit. Inilah sebabnya mengapa penting bagi siapa pun yang menderita salah satu penyakit ini untuk memantau diri mereka sendiri," ujarnya.
Berikut empat tanda yang sering dianggap sepele, tetapi bisa menjadi sinyal awal kerusakan ginjal.
1. Kaki Bengkak dan Wajah Tampak Sembap
Banyak orang menganggap kaki bengkak sebagai efek kelelahan, terlalu lama berdiri, atau faktor usia. Namun, kondisi tersebut bisa menjadi pertanda bahwa ginjal tidak lagi mampu membuang cairan berlebih dari dalam tubuh.
Ketika fungsi ginjal menurun, cairan akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, hingga area sekitar mata.
Dr Sharma menjelaskan bahwa ginjal yang rusak tidak bekerja secara optimal dalam mengeluarkan cairan melalui urine sehingga terjadi penumpukan cairan di jaringan tubuh.
Karena itu, jika sepatu terasa lebih sempit dari biasanya, terdapat bekas tekanan kaus kaki yang dalam, atau wajah tampak sembap terutama pada pagi hari, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan.
2. Urine Berbusa dan Sering Buang Air Kecil di Malam Hari
Perubahan pada urine merupakan salah satu tanda paling penting yang menunjukkan adanya gangguan pada ginjal.
Urine yang berbusa, tampak keruh, atau bahkan bercampur darah tidak boleh dianggap sebagai kondisi biasa. Urine berbusa dapat mengindikasikan adanya protein yang bocor ke dalam urine, suatu kondisi yang dikenal sebagai albuminuria.
Kebocoran protein tersebut menandakan bahwa saringan ginjal sudah mulai mengalami kerusakan.
Selain itu, seseorang juga perlu waspada jika lebih sering terbangun pada malam hari hanya untuk buang air kecil. Frekuensi berkemih yang meningkat, terutama di malam hari, bisa menjadi salah satu tanda penurunan fungsi ginjal.
3. Kelelahan Ekstrem yang Tidak Kunjung Hilang
Rasa lelah memang sering dikaitkan dengan aktivitas yang padat dan kurang istirahat. Namun, apabila tubuh tetap terasa lemas meskipun sudah cukup tidur dan beristirahat, kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih.
Ketika ginjal tidak mampu menyaring limbah dan racun dari darah secara maksimal, zat-zat sisa metabolisme akan menumpuk di dalam tubuh. Akibatnya, penderita akan merasa cepat lelah, lesu, dan kehilangan energi.
Menurut Dr Sharma, penderita gangguan ginjal juga sering mengalami penurunan nafsu makan, mual, serta penurunan berat badan yang terjadi tanpa sebab yang jelas.
Kondisi ini sering kali membuat seseorang mengira dirinya hanya mengalami kelelahan biasa, padahal terdapat masalah serius pada organ ginjal yang membutuhkan penanganan segera.
4. Kulit Kering dan Gatal yang Tak Kunjung Hilang
Tidak banyak yang mengetahui bahwa kondisi kulit juga dapat mencerminkan kesehatan ginjal.
Kulit yang mendadak menjadi sangat kering, bersisik, dan terasa gatal terus-menerus bisa menjadi tanda bahwa ginjal tidak lagi mampu menjaga keseimbangan mineral serta nutrisi penting di dalam darah.
Gangguan keseimbangan tersebut dapat memengaruhi kondisi kulit dan memunculkan rasa gatal yang sulit dihilangkan meski sudah menggunakan pelembap atau obat oles.
Apabila keluhan ini muncul bersamaan dengan gejala lain seperti mudah lelah, pembengkakan, atau perubahan pada urine, pemeriksaan fungsi ginjal perlu segera dilakukan.
Para ahli menegaskan bahwa penyakit ginjal kronis akan lebih mudah ditangani jika ditemukan sejak dini. Karena itu, penderita diabetes maupun hipertensi dianjurkan untuk rutin memeriksa kesehatan ginjal.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain tes darah untuk mengetahui laju filtrasi ginjal atau Glomerular Filtration Rate (GFR), serta tes urine guna mendeteksi adanya kebocoran protein.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengetahui kondisi ginjal lebih awal dan mencegah kerusakan yang lebih berat.
Jangan abaikan rasa lelah yang berkepanjangan, kaki yang membengkak, urine berbusa, maupun kulit yang tiba-tiba gatal dan kering. Sebab, gejala yang sering dianggap sepele itu bisa menjadi peringatan bahwa ginjal sedang mengalami masalah serius dan membutuhkan penanganan medis secepatnya. (R-05)

