Empat Komoditas Unggulan Meranti Diperkenalkan kepada Investor Delegasi Grisek Jaya Malaysia
Delegasi perusahaan Grisek Jaya dari Johor, Malaysia diajak Pemkab Kepulauan Meranti melihat potensi Sagu dan komoditas lainnya. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News – Empat komoditas unggulan Kabupaten Kepulauan Meranti diperkenalkan kepada delegasi perusahaan Grisek Jaya Sdn. Bhd asal Johor, Malaysia, dalam upaya membuka peluang kerja sama perdagangan ekspor dan impor.
Perkenalan komoditas tersebut disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, saat menerima audiensi delegasi perusahaan Malaysia di Ruang Rapat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Meranti, Jumat (19/6/2026).
Empat komoditas yang menjadi fokus pembahasan yakni sagu, kelapa, udang dan ikan. Komoditas tersebut selama ini menjadi penopang perekonomian masyarakat Kepulauan Meranti dan dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat daring (Zoom Meeting) yang sebelumnya digelar pada Rabu (3/6/2026). Dalam pertemuan awal itu, kedua belah pihak membahas potensi kerja sama perdagangan berdasarkan kebutuhan pasar dan ketersediaan komoditas yang dimiliki masing-masing.
Penjajakan kerja sama dengan investor dari Johor Bahru, Malaysia, itu difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi antara pelaku usaha di kedua negara.
Sebelumnya Muzamil memaparkan sejumlah komoditas unggulan daerah yang siap dikembangkan melalui skema kerja sama perdagangan.
Untuk sektor perkebunan, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki luas perkebunan sagu sekitar 62 ribu hektare dengan produksi mencapai 260 ribu ton per tahun. Komoditas kelapa memiliki luas lahan sekitar 33 ribu hektare dengan produksi sekitar 30 ribu ton per tahun.
Selain itu, kopi liberika yang menjadi salah satu ciri khas daerah memiliki luas perkebunan sekitar 3 ribu hektare dengan produksi lebih dari 2 ribu ton per tahun. Komoditas karet tercatat memiliki luas kebun sekitar 21 ribu hektare dengan produksi mencapai 13 ribu ton per tahun, sedangkan pinang memiliki luas sekitar 550 hektare dengan produksi sekitar 160 ton per tahun.
Di sektor perikanan, Kepulauan Meranti juga memiliki potensi sumber daya yang melimpah. Komoditas unggulan yang diperkenalkan kepada investor antara lain ikan kakap putih dan ikan tirusan yang gelembung renangnya memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar ekspor.
Tak hanya sektor perkebunan dan perikanan, pemerintah daerah juga memperkenalkan potensi pariwisata yang dimiliki Kepulauan Meranti. Beberapa destinasi unggulan yang dipromosikan antara lain tradisi Perang Air atau Cian Cui yang mampu menarik hingga 172 ribu wisatawan, Festival Sungai Bokor, Telaga Air Merah, serta sejumlah objek wisata lainnya.
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap kerja sama dengan investor Malaysia dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi komoditas unggulan daerah, sekaligus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat dan memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menegaskan kunjungan delegasi perusahaan Grisek Jaya Sdn. Bhd dari Johor, Malaysia, tidak hanya dimaknai sebagai agenda bisnis semata, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan kerja sama antara dua wilayah serumpun Melayu yang memiliki ikatan sejarah dan budaya yang kuat.
Di hadapan para investor, Muzamil mengajak delegasi Grisek Jaya untuk melihat secara langsung potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Meranti melalui sejumlah komoditas unggulan yang selama ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Melalui agenda site visit nanti, kami ingin mengajak tuan-tuan sekalian melihat langsung detak nadi perekonomian kami melalui empat komoditas unggulan Meranti, yaitu kelapa, sagu, udang, dan ikan. Namun tidak terbatas pada itu saja, kita juga bisa membahas komoditas lain yang dimiliki daerah ini,” ujar Muzamil.
Ia menjelaskan, sagu Meranti telah lama dikenal sebagai salah satu komoditas berkualitas terbaik yang memiliki prospek besar sebagai bahan baku pangan sehat di pasar internasional. Sementara komoditas kelapa yang tumbuh subur di wilayah pesisir dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan industri hilir pangan di Malaysia.
Selain sektor perkebunan, Kabupaten Kepulauan Meranti juga memiliki kekayaan sumber daya perikanan yang menjanjikan. Produk perikanan berupa udang dan ikan segar dari perairan Meranti selama ini telah dikenal memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar regional.
“Kami juga memiliki potensi perikanan berupa tangkapan udang dan ikan segar yang kualitasnya sudah diakui di pasar regional,” tambahnya.
Muzamil menegaskan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen menciptakan iklim investasi dan perdagangan yang kondusif bagi para pelaku usaha. Bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pemerintah daerah siap memberikan dukungan dalam bentuk kemudahan perizinan serta memfasilitasi kebutuhan investor yang ingin menjalin kerja sama dengan daerah tersebut.
Menurutnya, keberadaan BUMD juga disiapkan sebagai mitra strategis untuk menjamin kualitas produk ekspor serta menjaga stabilitas pasokan komoditas sesuai kebutuhan pasar Malaysia.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap komoditas yang keluar dari pelabuhan Meranti menuju Malaysia merupakan produk dengan mutu terbaik dan pasokan yang stabil,” katanya.
Lebih lanjut, Muzamil berharap pertemuan tersebut tidak hanya berhenti pada tahap audiensi dan kunjungan lapangan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Menurutnya, kedekatan geografis dan hubungan historis antara Kepulauan Meranti dan Malaysia menjadi modal penting untuk membangun kemitraan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kita harus bergerak cepat. Pertemuan ini harus menjadi langkah awal kerja sama nyata antara BUMD Kepulauan Meranti dan perusahaan-perusahaan dari Malaysia. Mari kita jalin kemitraan dagang yang saling menguntungkan demi kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah rumpun Melayu ini,” ujarnya.
Melalui penjajakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap peluang ekspor komoditas unggulan daerah semakin terbuka, sekaligus memperkuat posisi Meranti sebagai salah satu daerah penghasil produk perkebunan dan perikanan yang mampu bersaing di pasar internasional.
Sementara itu delegasi perusahaan Grisek Jaya Sdn. Bhd dari Johor, Malaysia, menyambut positif peluang kerja sama perdagangan dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan tersebut bahkan menilai sejumlah komoditas unggulan Meranti memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pasar di Negeri Jiran.
Pengurus Grisek Jaya Sdn. Bhd, Kamarudin Sulaiman, mengatakan pihaknya saat ini telah mengantongi izin untuk 39 item kegiatan ekspor dan impor dari otoritas Malaysia. Dari jumlah tersebut, sebagian besar komoditas yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Meranti telah masuk dalam daftar komoditas yang dapat diperdagangkan.
Menurutnya, kebutuhan terhadap sejumlah komoditas, khususnya kelapa, masih cukup tinggi di Malaysia. Selama ini pasokan kelapa banyak didatangkan dari Jambi dan Tembilahan. Namun, dari sisi jarak, kualitas produk, hingga efisiensi biaya distribusi, komoditas asal Kepulauan Meranti dinilai memiliki keunggulan tersendiri.
Kondisi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi terjalinnya kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak.
Di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamarudin berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebatas audiensi semata, melainkan menjadi langkah awal dari hubungan dagang yang berkelanjutan antara pelaku usaha di Johor dengan Kepulauan Meranti.
“Hal ini tidak boleh berhenti di sini saja. Harus ada kesinambungan dari kedua pihak, baik Kepulauan Meranti maupun Grisek Jaya Sdn Bhd, karena kita adalah serumpun yang hanya dipisahkan oleh Selat Melaka,” ungkap Kamarudin.
Ia menilai kedekatan geografis dan hubungan budaya antara masyarakat di kedua wilayah menjadi modal penting untuk membangun kemitraan ekonomi yang lebih erat di masa mendatang.
Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah delegasi pengusaha dari Malaysia, di antaranya Company Executive Officer Mentrol Marine, Dato Anuar Isa, perwakilan Koperasi University Malaysia Pahang, Mej Haji Immaduddin dan Kapt Aidil, Owner NH IMAN Food Industry, Haji Hizam Hasan, Owner AGUS Food Industry, Encik Agus Shawal Elias, Agensi Import Eksport, Encik Wan Hisham, perwakilan Hi Yu Fish Sdn. Bhd, Encik Chia Yee Lung, serta Owner Mutiara Nusajaya, Encik Zulkarnian Yahya.
Sementara dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Wakil Bupati Muzamil Baharudin didampingi staf ahli bupati, para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran direksi BUMD Kepulauan Meranti.
Melalui penjajakan kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti optimistis hubungan perdagangan dengan Malaysia akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, khususnya bagi para petani, pekebun, dan nelayan.
Selain menciptakan kepastian pasar dan menjaga stabilitas harga komoditas, kerja sama ekspor-impor tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menekan harga kebutuhan pokok melalui kelancaran arus perdagangan, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan
PAD.
Dengan letak geografis yang berhadapan langsung dengan Malaysia dan didukung kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Kepulauan Meranti diyakini memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pintu perdagangan internasional yang strategis di wilayah pesisir Provinsi Riau. (R-01)

