Prabowo Kumpulkan Bos Bank BUMN Saat BI Rate Naik, Ada Pesan Khusus Soal Kredit
Jajaran pimpinan bank BUMN hadir lengkap dalam pertemuan tertutup di Istana Merdeka Jakarta. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Jajaran pimpinan bank BUMN hadir lengkap dalam pertemuan tertutup di Istana Merdeka Jakarta. Hadir direksi, komisaris, pengurus Danantara, serta Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Pertemuan dimulai sore hari dan berlangsung selama lebih dari empat jam.
Pada waktu bersamaan, Bank Indonesia mengumumkan kenaikan suku bunga acuan nasional. BI Rate naik 25 basis poin menjadi 5,75 persen setelah rapat gubernur. Suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,75 persen dan Lending Facility 6,50 persen.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, membantah adanya agenda mendadak terkait BI Rate. Ia menegaskan jadwal pertemuan telah disusun jauh sebelum pengumuman bank sentral. “Kalau bersamaan nggak dong, ini sudah dijadwalkan,” kata Pandu.
Usai rapat, CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan arahan utama Presiden Prabowo. Bank BUMN diminta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Perbankan juga didorong memperluas akses pembiayaan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Rosan, kapitalisasi pasar gabungan bank Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Nilai tersebut mencerminkan kekuatan besar sektor perbankan dalam perekonomian nasional. Karena itu, perbankan diminta aktif mendukung program pembangunan dan dunia usaha.
Rosan menegaskan bank BUMN tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata. Penyaluran kredit harus memberi manfaat nyata bagi UMKM, komersial, dan korporasi. “Perbankan juga diminta tidak semata-mata hanya mengejar laba,” ujar Rosan.
Prabowo juga meminta perbankan menjalankan bisnis secara profesional dan penuh kehati-hatian. Langkah tersebut dinilai penting menjaga stabilitas sistem keuangan nasional jangka panjang. Bank BUMN diharapkan tetap kuat menghadapi dinamika ekonomi global.
Terkait kenaikan BI Rate, Rosan memastikan tidak ada arahan menahan bunga kredit. Fokus utama perbankan saat ini adalah meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional. Strategi tersebut diharapkan menjaga penyaluran kredit tetap kompetitif bagi masyarakat.
Rosan menyebut pertumbuhan kredit perbankan masih berada pada level yang solid. Dana pihak ketiga juga tercatat tumbuh dua digit sepanjang periode terakhir. Rasio kredit bermasalah Himbara berada pada kisaran 0,9 hingga 1,8 persen.
“Nah justru hal-hal itu yang mesti diperbaiki, yang mesti ditingkatkan efisiensinya,” ujar Rosan. Menurutnya, efisiensi dapat menekan dampak kenaikan suku bunga terhadap kredit. Penyaluran pembiayaan kepada UMKM dan dunia usaha diharapkan tetap terjaga.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan juga mengaku tidak menerima instruksi khusus. Perbankan masih mencermati kondisi pasar sebelum menentukan kebijakan bunga kredit. Keputusan tersebut bergantung pada perkembangan biaya penghimpunan dana masyarakat.
“Saya tidak mendapatkan arahan itu. Pokoknya tetap mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Riduan. Ia menegaskan sektor perbankan siap menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional. Dukungan pembiayaan tetap menjadi prioritas utama bank BUMN.
Berbeda dengan pernyataan tersebut, Airlangga Hartarto memberi sinyal kehati-hatian terkait bunga kredit. Pemerintah berharap Himbara tidak terburu-buru menaikkan bunga pinjaman setelah BI Rate naik. Langkah itu dinilai penting menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak.
“Ya diharapkan tentu Himbara tidak terlalu cepat juga untuk menaikkan,” ujar Airlangga. Pemerintah berharap kredit perbankan terus mengalir ke sektor produktif nasional. Dukungan pembiayaan dinilai penting menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat.(R-03)

