Sempat Tertinggal, Korea Selatan Bikin Ceko Gigit Jari di Piala Dunia 2026
Paik Seung-ho dan Lee Jae-sung berduel udara dengan Pavel Sulc dalam laga Grup A Piala Dunia 2026 antara Korea Selatan vs Ceko di Stadion Guadalajara di Zapopan pada Jumat, 11 Juni 2026. (sumber: AFP Photo)
MEXICO, SabangMerauke News - Laga yang berlangsung di Estadio Guadalajara, Jumat pagi WIB, 12 Juni 2026, menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada awal perhelatan Piala Dunia 2026. Korea Selatan akhirnya mengamankan tiga poin penting setelah membalikkan keadaan atas Ceko dengan skor 2-1.
Kemenangan ini langsung membawa Korea Selatan ke posisi kedua klasemen sementara Grup A. Mereka berada tepat di bawah Meksiko yang sebelumnya menang meyakinkan 3-0 atas Afrika Selatan. Meski sama-sama mengoleksi tiga poin, Korea Selatan kalah selisih gol dari wakil tuan rumah tersebut.
Namun jika melihat jalannya pertandingan, tiga poin itu tidak datang dengan mudah. Sejak menit awal, Korea Selatan tampil seperti tim yang tidak ingin menunggu terlalu lama untuk mencetak gol. Mereka langsung menekan pertahanan Ceko melalui kombinasi cepat yang melibatkan Son Heung-min, Lee Kang-in, dan Lee Jae-sung.
Serangan demi serangan mengalir ke wilayah pertahanan lawan. Korea Selatan menguasai bola lebih banyak dan terlihat lebih nyaman dalam membangun permainan.
Peluang pertama yang benar-benar berbahaya hadir pada menit ke-12. Kerja sama Son Heung-min dan Lee Kang-in berhasil membuka ruang di depan gawang. Namun saat bola mengarah ke area berbahaya, bek Ceko Robin Hranac tampil sigap untuk melakukan blok krusial.
Momen itu menjadi pertanda bahwa Korea Selatan akan terus menekan. Meski demikian, dominasi tidak selalu berujung gol. Itulah yang dialami pasukan Hong Myung-bo sepanjang babak pertama.
Menit ke-36, Son Heung-min mencoba keberuntungannya dari luar kotak penalti. Kapten Korea Selatan itu melepaskan tendangan keras yang membuat sebagian penonton sempat berdiri dari kursi mereka. Sayangnya, bola melayang tipis di atas mistar.
Satu menit kemudian, Son kembali mengancam. Kali ini ia berhasil lolos dari penjagaan pemain belakang Ceko sebelum melepaskan tembakan melengkung dengan kaki kirinya. Bola kembali gagal menemui sasaran.
Ketika pertandingan memasuki penghujung babak pertama, Korea Selatan memperoleh peluang emas yang mungkin membuat Son masih menggelengkan kepala hingga sekarang. Berada dalam posisi ideal di depan gawang, Son hanya perlu menyentuh bola untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Namun nasib berkata lain. Ia kehilangan keseimbangan dan terpeleset pada saat yang tidak tepat. Peluang emas itu pun menguap. Babak pertama berakhir tanpa gol. Korea Selatan mendominasi permainan, tetapi Ceko berhasil bertahan dengan disiplin tinggi.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. Korea Selatan kembali mencoba memecah kebuntuan. Mereka bahkan nyaris mencetak gol melalui dua peluang beruntun yang memaksa kiper Ceko, Matej Kovar, bekerja ekstra keras.
Kovar tampil gemilang dengan dua penyelamatan beruntun yang membuat gawangnya tetap aman.
Namun sepak bola sering kali menghadirkan kejutan. Ketika Korea Selatan sedang sibuk menyerang, Ceko justru berhasil mencuri keunggulan.
Menit ke-59 menjadi momen yang membuat para pendukung Ceko bersorak. Berawal dari lemparan ke dalam Vladimir Coufal di sisi kanan, bola meluncur ke area penalti Korea Selatan.
Di tengah kerumunan pemain, Ladislav Krejci muncul sebagai sosok yang paling siap menyambut bola. Sundulannya meluncur deras ke gawang dan tidak mampu dihentikan Kim Seung-gyu. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Ceko.
Gol tersebut membuat jalannya pertandingan berubah drastis. Para pemain Korea Selatan yang sebelumnya percaya diri mendadak berada dalam tekanan. Namun justru pada saat itulah karakter mereka terlihat.
Alih-alih panik, Korea Selatan tetap memainkan sepak bola menyerang. Mereka terus mencari celah di pertahanan lawan. Usaha itu akhirnya membuahkan hasil delapan menit kemudian.
Menit ke-67, Hwang In-beom menghadirkan salah satu gol paling indah dalam pertandingan tersebut. Gelandang berusia 29 tahun itu berhasil mengecoh Matej Kovar sebelum melepaskan chip cerdas dari sisi kanan. Bola melambung pelan, lalu jatuh dengan sempurna ke dalam gawang.
Para bek Ceko hanya bisa melihat bola bergerak perlahan menuju garis gawang. Skor menjadi 1-1. Gol tersebut mengubah atmosfer pertandingan secara total. Stadion yang sebelumnya bergemuruh untuk Ceko kini kembali dipenuhi suara pendukung Korea Selatan.
Laga berubah menjadi pertarungan terbuka. Kedua tim saling menyerang dan sama-sama mencari gol kemenangan.
Ceko sempat merasa sudah menemukan jawabannya pada menit ke-77. Tomas Soucek berhasil mencetak gol yang membuat para pemainnya melakukan selebrasi singkat.
Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside. Keputusan itu menjadi pukulan telak bagi Ceko. Sebaliknya, Korea Selatan mendapatkan tambahan energi.
Tiga menit setelah gol yang dianulir itu, Korea Selatan akhirnya benar-benar membalikkan keadaan. Serangan cepat dari sisi kanan menghasilkan umpan tarik berbahaya ke depan gawang. Bola meluncur melewati beberapa pemain sebelum tiba di kaki Oh Hyeon-gyu.
Penyerang yang baru masuk itu tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dengan satu sentuhan sederhana, ia mendorong bola masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 2-1. Para pemain Korea Selatan berhamburan merayakan gol tersebut. Sementara itu, para pemain Ceko terlihat terdiam karena keunggulan yang sempat mereka miliki kini telah hilang.
Sisa pertandingan berlangsung menegangkan. Ceko berusaha keras menyamakan kedudukan. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan mencoba menekan pertahanan Korea Selatan dari berbagai arah. Namun lini belakang Taeguk Warriors tampil disiplin.Kim Min-jae dan rekan-rekannya berhasil mematahkan setiap upaya yang datang.
Waktu terus berjalan hingga akhirnya peluit panjang berbunyi. Skor 2-1 bertahan. Korea Selatan meraih kemenangan perdana mereka di Piala Dunia 2026 dengan cara yang dramatis.
Meski Son Heung-min tidak mencatatkan namanya di papan skor, kontribusinya tetap terasa sepanjang pertandingan. Ia menjadi motor serangan yang terus merepotkan pertahanan lawan sejak menit pertama.
Di sisi lain, Hwang In-beom dan Oh Hyeon-gyu muncul sebagai pahlawan yang memastikan tiga poin penting bagi negaranya.
Bagi Ceko, kekalahan ini tentu menyakitkan. Mereka sempat unggul lebih dahulu dan bahkan nyaris kembali memimpin melalui gol Soucek yang kemudian dianulir. Namun sepak bola tidak pernah hanya soal siapa yang unggul lebih dulu. Terkadang, pertandingan ditentukan oleh siapa yang mampu bangkit setelah terpukul.
Dan di Guadalajara pagi itu, Korea Selatan menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan tersebut.
Mereka sempat frustrasi, sempat tertinggal, bahkan sempat terlihat kehabisan cara untuk membongkar pertahanan lawan. Namun ketika kesempatan datang, mereka memanfaatkannya dengan sangat baik. Piala Dunia 2026 baru saja dimulai. Jalan menuju fase gugur masih panjang. Akan tetapi, kemenangan ini memberi pesan kuat kepada para pesaing di Grup A.
Korea Selatan mungkin tidak selalu bermain sempurna. Namun mereka terbukti mampu mengubah keadaan ketika situasi terlihat sulit. Dan dalam turnamen sebesar Piala Dunia, kemampuan itulah yang sering kali menjadi pembeda antara tim biasa dan tim yang mampu melangkah jauh. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Piala Dunia 2026
Korea Selatan Bawa Modal Besar, Ceko Datang Dengan Ancaman

