Perdagangan Baru Dibuka, IHSG Langsung Terbang Bikin Investor Tercengang
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak liar. Bursa Efek Indonesia langsung dipenuhi warna hijau. Investor menyaksikan lonjakan yang datang sangat cepat.
Hanya sekitar sepuluh menit perdagangan berjalan. IHSG langsung melesat hampir 90 poin. Indeks naik sekitar 1,55 persen. Posisinya menembus level 5.838.
Pergerakan itu terasa unik pagi ini. Mayoritas bursa saham Asia justru bergerak turun. Jepang, Hong Kong, China, Korea Selatan, hingga Singapura berada di zona merah. Indonesia memilih jalur berbeda.
Awalnya cerita berjalan tidak mulus. Saat bel pembukaan berbunyi, IHSG sempat tergelincir. Indeks turun ke area 5.700. Tekanan jual muncul sejak menit pertama perdagangan.
Banyak pelaku pasar sempat khawatir. Reli besar sehari sebelumnya dianggap terlalu cepat. Sebagian investor memilih mengamankan keuntungan. Aksi jual sempat membuat indeks kehilangan tenaga.
Situasi berubah dalam waktu singkat. Tekanan jual perlahan mereda. Pembeli mulai masuk ke berbagai sektor. Arus dana mengalir ke saham-saham unggulan.
Dalam beberapa menit saja, IHSG berbalik arah. Indeks meninggalkan zona merah. Kenaikan terus bertambah dari menit ke menit. Bursa Indonesia akhirnya menjadi salah satu yang terkuat di kawasan.
Data perdagangan menunjukkan penguatan cukup merata. Lebih dari 400 saham bergerak naik. Saham yang melemah jauh lebih sedikit. Sisanya bergerak datar.
Volume transaksi juga terlihat besar. Miliaran lembar saham berpindah tangan. Nilai transaksi mencapai triliunan rupiah sejak awal sesi. Aktivitas perdagangan berlangsung sangat aktif.
Mesin utama penguatan datang dari saham-saham besar. Kelompok perbankan kembali menjadi penopang utama. Investor ramai memburu saham bank berkapitalisasi jumbo.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ikut menguat. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bergerak naik. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga berada di jalur positif.
Tidak hanya bank. Saham kelompok energi juga ikut menyala. Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu kembali menjadi perhatian. Beberapa saham bahkan bergerak sangat agresif.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ikut melesat. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bergerak naik. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga masuk daftar penggerak indeks.
Sektor teknologi ikut memberikan dukungan. Sektor infrastruktur bergerak positif. Sektor industri mencatat kenaikan solid. Hampir seluruh sektor berada di jalur hijau.
Reli ini menjadi lanjutan cerita sehari sebelumnya. Pada Selasa, 9 Juni 2026, IHSG mencetak kenaikan sangat besar. Indeks melonjak sekitar 404 poin. Persentase penguatan mencapai 7,57 persen.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu yang terbesar tahun ini. Pasar yang sebelumnya terpuruk mendadak bangkit. Investor kembali menemukan kepercayaan diri.
Meski begitu, investor asing masih melakukan penjualan. Nilai jual bersih mencapai triliunan rupiah. Saham-saham bank besar menjadi sasaran utama aksi tersebut.
BBCA mencatat tekanan jual terbesar. BBRI juga mengalami aksi lepas saham. BMRI masuk daftar berikutnya. Kondisi itu menunjukkan investor asing masih berhati-hati.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai reli yang terjadi belum bisa dianggap akhir dari seluruh tekanan pasar. “Area 5.900 menjadi target rebound jangka pendek,” tulis Liza Camelia Suryanata dalam ulasan pasar.
Ia melihat kenaikan saat ini masih berada dalam fase pemulihan. Pasar masih perlu menguji sejumlah level penting. Perjalanan menuju pemulihan penuh masih membutuhkan waktu.
Liza juga menilai strategi bertahap lebih cocok digunakan. Investor perlu tetap memperhatikan risiko. Volatilitas masih cukup tinggi. “Pembelian saat ini lebih cocok sebagai akumulasi bertahap,” jelasnya.
Di balik penguatan pasar, terdapat beberapa sentimen penting. Salah satunya berasal dari kebijakan Bank Indonesia. Suku bunga acuan dinaikkan 25 basis poin menjadi 5,50 persen.
Langkah tersebut membantu stabilisasi rupiah. Mata uang Indonesia terlihat lebih kuat terhadap dolar AS. Kondisi ini memberi sentimen positif bagi pasar modal.
Rupiah bahkan bergerak menguat saat perdagangan pagi. Nilai tukar mendekati level Rp17.950 per dolar AS. Penguatan tersebut memberi ruang optimisme tambahan.
BRI Danareksa Sekuritas melihat peluang penguatan masih terbuka. Tim riset perusahaan itu menilai pasar sedang memasuki fase rebound jangka pendek. “IHSG berpotensi melanjutkan fase rebound,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Menurut analisis tersebut, area 5.630 menjadi batas dukungan penting. Sementara area 5.850 menjadi target terdekat. Pergerakan indeks akan sangat dipengaruhi sentimen domestik.
Selain faktor suku bunga, pasar juga merespons isu buyback saham. Sejumlah lembaga keuangan dan perusahaan negara disebut membahas langkah tersebut. Wacana itu memunculkan minat beli baru.
Phintraco Sekuritas melihat kondisi teknikal mulai membaik. Beberapa indikator menunjukkan sinyal positif. Momentum pemulihan mulai terlihat. “Stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold,” tulis Phintraco Sekuritas.
Sinyal tersebut sering dianggap sebagai petunjuk awal penguatan. Investor teknikal biasanya memperhatikan pola itu. Perhatian pasar pun semakin besar.
Meski suasana pagi dipenuhi optimisme, tantangan masih ada. Bursa Wall Street sebelumnya bergerak melemah. Harga sejumlah komoditas juga mengalami penurunan.
CGS International Sekuritas Indonesia menilai faktor global masih perlu dicermati. Arus dana asing juga belum sepenuhnya kembali masuk. Risiko tetap membayangi pasar. “IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia.
Saat perdagangan terus berjalan, satu pesan mulai terlihat jelas. Pasar saham Indonesia sedang mencoba bangkit. Setelah mengalami tekanan panjang, energi baru mulai muncul.
Apakah penguatan ini bertahan lama atau tidak, masih menjadi pertanyaan. Yang pasti, pagi ini IHSG berhasil mencuri perhatian. Saat banyak bursa Asia tersandung, pasar Indonesia justru berlari lebih cepat.
Dalam hitungan menit, indeks membuktikan satu hal. Kepercayaan diri investor belum benar-benar hilang. Dan selama arus beli masih mengalir, IHSG masih memiliki peluang melanjutkan perjalanan naik dalam beberapa waktu ke depan. R-02

